3 Alasan Sebaiknya Nggak Usah Nonton Drakor 'True Beauty' – Terminal Mojok

3 Alasan Sebaiknya Nggak Usah Nonton Drakor ‘True Beauty’

Artikel

Avatar

Setelah sempat hiatus sekian purnama dari dunia drakor, saya akhirnya balik lagi nonton serial dari Negeri Ginseng itu. Nggak tahan. Gimana, ya? Emang sebagus itu, sih. Dengan catatan, harus selektif pilih drakornya. Sebab, meski yang main cakep dan ratingnya tinggi sekalipun, bukan jaminan drakor itu bagus dan layak tonton. Seperti drakor berjudul True Beauty yang sekarang sedang saya ikuti.

Minggu ini, True Beauty sudah masuk episode 5. Tapi, buat kalian yang belum nonton drama ini, saya sarankan sebaiknya nggak usah nonton. Setidaknya ada tiga alasan kenapa drama ini tidak direkomendasikan.

#1 Ceritanya standar

Bagi saya, jalan cerita True Beauty ini standar, pake banget. Tentang seorang murid perempuan bernama Lim Joo-kyung (Moon Ga-young) yang sering jadi korban bully teman-temannya karena fisiknya dianggap jelek. Kemudian karena sesuatu hal, keluarga Lim Joo-kyung ini pindah rumah. Otomatis pindah sekolah juga, dong. Nah, di sekolah barunya ini, Lim Joo Kyung menyembunyikan wajah aslinya dengan makeup yang membuat dia jadi terlihat cantik. Dengan wajah cantiknya ini, Lim Joo-kyung seperti mendapat kehidupan baru yang membuat dia sangat bahagia. Di sini kita akan melihat betapa punya wajah cantik itu memang sebuah privilese.

Trus konfliknya?

Ya cinta-cintaan gitu, deh. Ceritanya, ada dua murid laki-laki yang sama-sama populer di sekolah yang sama-sama naksir sama Lim Joo-kyung. Udah. Gitu aja. 

Malah saya merasa ada beberapa bagian yang aneh. Misalnya di bagian transformasi Lim Joo-kyung. Lim Joo Kyung ini kan terlihat cantik karena efek make up, tapi kok makeup-nya hebat banget ya sampai-sampai jerawat di muka bisa blas nggak kelihatan.

Lalu soal alis juga. Di episode awal saat Lim Joo Kyung masih bersekolah di sekolah lamanya, alis si Mbak ini serupa alisnya Sinchan, tebal. Elah ini kok alisnya bisa jadi tsakep gitu, ya? Memang sih ini cuma sebuah drama, tapi bukankah semakin believable bakal semakin menarik dan bagus? Tolonglah jangan disamain kayak sinetron Indonesia yang sebab musababnya terlalu khayal.

#2 Akting pemain

Saya yakin salah satu alasan mengapa drama ini ditunggu-tunggu adalah karena pemeran laki-lakinya, yaitu Cha Eun-woo. Alasannya tiada lain tiada bukan, pastilah karena visualnya yang kece badai. Padahal kalau bicara soal akting, akting mas Eun Woo ini biasa banget. Sebagai pelatih teater di sekolah, saya cuku paham lah tentang akting yang bagus itu bagaimana.

Iya sih, di drama True Beauty Cha Eun-woo memang berperan sebagai laki-laki yang dingin. Tapi, dinginnya kebablasan sampai terasa nggak ada nyawanya. Datar aja, gitu. Sama seperti waktu Cha Eun-woo main di drakor My ID is Gangnam Beauty, nggak ada feel-nya. Tapi, nggak boleh suuzan dulu, ding. Siapa tahu di episode berikut-berikutnya akting Masnya berkembang. Kan ini masih episode 5.

#3 Drama On Going

Ini nih yang bikin kesel. Seperti yang sudah disebutkan di awal, ‘True Beauty’ ini baru masuk episode ke 5 di minggu ini. Artinya, ini drama on going. Artinya lagi, kalian harus siap nunggu seminggu lagi untuk bisa nonton episode selanjutnya. Kesel nggak, tuh?

Ini kali pertamanya saya nonton drakor yang masih on going. Yang sudah-sudah, biasanya saya tunggu drama tersebut bubar dulu, barulah download 5 episode awal untuk memastikan mau lanjut nonton atau mandek. Soal kenapa True Beauty ini sudah saya tonton padahal masih on going, ini kayaknya pengaruh dapat bantuan kuota, deh. Jadi gaya-gayaan nonton drakornya live streaming. Padahal biasanya numpang wifi di kantor buat download. Eh.

Sejauh ini saya memang bertahan untuk menonton True Beauty. Tapi, tentu alasan di atas menegaskan kalau walaupun kalian nggak nonton, sebenarnya nggak masalah. Drama korea yang satu ini memang belum kelihatan gregetnya. Makanya, saya sarankan kalau kalian punya tontonan lain yang sekiranya lebih kece, silakan tonton yang lain dulu ketimbang ngikutin True Beauty.

Sumber gambar: Viu.com

BACA JUGA Oh, Ternyata Begini Rasanya Terjaring Razia Masker atau artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Baca Juga:  Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Anak Sebatas Download-in Drama Korea
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
5


Komentar

Comments are closed.