Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Iwan Bule, Ketua PSSI Terbaik Sepanjang Masa

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
30 Desember 2020
A A
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sungguh beruntung sepak bola Indonesia punya wadah sekelas PSSI. Di tangan organisasi ini, sepak bola menjadi wadah paling baik dan sehat, pun berprestasi tentunya. Tapi, prestasinya bukan piala dan medali, melainkan tubuh PSSI yang rasanya nggak habis-habis menghadirkan gelak tawa tanpa batas.

Sepak bola menjadi nadi bagi segenap masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Itu tidak bisa dimungkiri. Harapan dan impian, sebagian besar dilimpahkan kepada sepak bola Indonesia agar—setidaknya—berprestasi di kancah regional.

Iya, regional. Jangan muluk-muluk dulu membicarakan internasional, lha wong njegal Thailand saja masih mput-mputan. Kita boleh bangga mengalahkan Vietnam dengan modal “tuah”, namun ketika kontra Malaysia, jargon “ganyang” sudah tidak lagi relevan.

PSSI adalah aktor dari wangunnya timnas Indonesia. Lha mau menyalahkan siapa lagi? Ibarat sebuah sekolah, ketika muridnya berprestasi semua, yang disorot ya kepala sekolah. Begitu juga dengan sepak bola Indonesia. Kita ini rajin menjadi juara…tapi lewat voting.

Ada baiknya FIFA tidak usah repot-repot menyelenggarakan piala dunia melalui pertandingan sungguhan. Selain ribet dan makan banyak biaya, pun keluar juaranya amat lama, sekitar satu bulan. Sudah, FIFA adakan piala dunia melalui voting saja. Negara ini jagonya. Lha wong pilkada tetap dikejar walau di tengah pandemi, apalagi hanya voting perihal sepak bola. Indonesia tidak terkalahkan.

Selain itu kasihan bapak-bapak tua renta di tubuh PSSI. Pasti capek ngurusin pra-Piala Dunia. Mereka butuh istirahat, tapi tidak mau pensiun. Ya jadinya sepak bola Indonesia keteteran dari negara lain. Sekali lagi, mereka butuh istirahat, namun masih betah sama jabatannya.

Untung saja PSSI punya manusia kelas wahid sekaliber Iwan Bule. Ia menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sosok yang doyan kerja—karena rangkap-rangkap jabatan—semacam Edy Rahmayadi. Iwan Bule memberikan harapan cerah bagi sepak bola Indonesia. Cerahnya bahkan sudah nggak ketulungan.

Selama menjabat jadi ketua PSSI, Iwan Bule telah banyak menorehkan prestasi jika mitra olahraga sekalian ingin tahu. Bukan hanya timnas saja yang berprestasi, pun bukan hanya Liga Indonesia yang bersolek kembali, namun ini adalah ketua federasi yang menorehkan prestasi. FA emang bisa kayak Iwan Bule?

Baca Juga:

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

Nggak percaya? Coba saya akan jabarkan satu persatu. Pertama, tingkat narsistik blio yang sudah di atas batas kewajaran. Banyak yang tertawa perihal ini, namun begini lho, narsis itu amat dibutuhkan apalagi di era media sosial seperti saat ini. Menjadi pribadi yang narsis, dibutuhkan sekali untuk… ngisi konten.

Coba lihat saja, ketua federasi mana yang tingkat narsisnya melebihi Pak Iwan Bule? Nggak bakalan ada, saya jamin. Sifat pemalu seperti ketua federasi yang lain, nggak mashoook blas di nalar dan pemikiran bakal calon politik ketua federasi di negeri kita ini.

Semoga saja FIFA ngadain lomba ketua federasi paling narsistik di dunia, saya yakin Iwan Bule yang juara. Gimana nggak juara, lha wong tiap cuitan saja selalu ada foto blio lagi mejeng, je. Ya walau patut diakui, followers-nya nggak nambah-nambah.

Kedua, konten media sosial yang ikonik. Saya pribadi sih selalu nunggu konten #JumatBerkah dari blio. Selalu ada penggalan ayat suci, kemudian foto blio sedang menengadahkan tangan memakai baju koko atau jaket Timnas. Sungguh, konten yang satu ini menggemaskan sekali.

Misal prestasi Timnas nggak beranjak ke mana-mana, kita patut bersyukur bahwa ketua federasinya hobi menyebar kebaikan. Tapi ya itu, setali dengan tingkat narsistik yang kadang bikin gumoh. Tersemat foto blio yang rasanya kok…fotonya berasa template. Tak apa, prestasi tetap prestasi walau nggak berguna.

Ada lagi konten yang membanggakan, yakni tiap ada hari-hari istimewa misal Hari Guru, Hari Pahlawan, atau pun kemerdekaan, cuitan blio sudah bisa ditebak templatenya. Yakni kata-kata mutiara, font kruwal-kruwel, brightness tingkat tinggi, dan tentunya foto mbois Iwan Bule. Baik ketua federasi Thailand, Malaysia, hingga Inggris sekalipun nggak bakal bisa menyaingi konten-konten blio.

Ketiga, kinerja ngosak-ngasik yang patut diberi medali oleh FIFA. Pemimpin baik bekerja tanpa harus diumbar, ah itu pepesan kosong. Sudah nggak jaman. Liga nih ya, ketika di negara lain sudah selesai, bahkan Iwan Bule terus berjanji akan menggelar liga 2020 di musim 2021. Kurang keren apa?

Mana ada ketua federasi negara lain yang mengambil langkah brilian seperti blio. Liga Malaysia yang setengah musim, Liga Thailand yang bekerja sama dengan kepolisian setempat, Liga Vietnam yang sudah lepas dari pandemi, tentu saja Liga Indonesia dan Iwan Bule yang terus bermain api dengan tajuk janji-janji.

Ya sudah, begini saja, mau nyalon jadi gubernur di daerah mana nih, Pak?

BACA JUGA Pengalaman Saya Berak di Sungai Setelah Gempa Jogja 2006 dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Desember 2020 oleh

Tags: FAIndonesiaiwan buleLiga 1pssi
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

10 Lagu tentang Selingkuh yang Pernah Populer di Indonesia Terminal Mojok

10 Lagu Bertema Selingkuh yang Pernah Populer di Indonesia

23 Juni 2022
Menerka 3 Alasan Abang Roy Upin Ipin Tobat Bikin Onar

3 Alasan Abang Roy Lebih Merepresentasikan Orang Indonesia Dibanding Susanti

24 Maret 2025
Suporter Arema FC Menyusup di Kediri Adalah Buah Busuk yang Harus Kita Nikmati

Suporter Arema FC Menyusup di Kediri Adalah Buah Busuk yang Harus Kita Nikmati

16 Juli 2023
livi zheng

Mewawancarai Livi Zheng Before It Was Cool

28 Agustus 2019
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Sepak Bola Indonesia Sudah Bermasalah dari Hulunya: Curhatan Pemain Tarkam

7 Desember 2020
5 Lagu Indonesia dengan Lirik Paling Ikonik

5 Lagu Indonesia dengan Lirik Paling Ikonik

17 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kota Tegal Lebih Istimewa Dibanding Bayangan Banyak Orang

10 Juni 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026
Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

8 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.