Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Kultur Cover Lagu di Kafe dan Minimnya Pengetahuan Soal Performing Rights

Iqbal AR oleh Iqbal AR
1 April 2022
A A
Kultur Cover Lagu di Kafe dan Minimnya Pengetahuan Soal Performing Rights Terminal Mojok.co

Kultur Cover Lagu di Kafe dan Minimnya Pengetahuan Soal Performing Rights (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Aturan soal cover lagu dianggap bukan hal yang penting untuk dipahami. Padahal, ada hak-hak pencipta lagu di dalamnya.

Industri musik di negara kita belum akan jauh melangkah. Percayalah itu. Bahwa kualitas musik Indonesia akan semakin baik, iya barangkali. Bahwa musisi-musisi Indonesia banyak yang akan menembus pasar internasional pun bukan sesuatu yang mustahil. Namun, seluk beluk soal apa saja hak-hak musisi, pencipta lagu, dan soal pengetahuan mendalam tentang itu, nyatanya belum merata dipahami terutama oleh masyarakat awam.

ADVERTISEMENT

Soal aturan cover lagu, misalnya. Masyarakat awam kita masih sering menganggap ini adalah hal yang remeh belaka. Padahal untuk urusan cover lagu yang kelihatannya sederhana, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Mulai dari untuk apa keperluan cover lagu, hingga pihak-pihak mana saja yang harus dihubungi ketika ingin meng-cover lagu musisi. Hal ini yang sayangnya jarang diperhatikan oleh banyak orang.

Seorang vokalis sedang tampil (Shutterstock.com)

Cuitan dari vokalis Shaggydog, Heruwa, semalam adalah sebuah pengingat bahwa betapa minimnya pengetahuan masyarakat perihal dunia cover lagu dan hukum yang mengaturnya.

“Baca komen2 di akun gosip, ngomenin musisi yang menyatakan bahwa barang siapa yg bawain lagu2nya di sebuah event, EO hrs ijin & bayar.. yg ‘dasar komersil’ lah, ‘tdk berterima kasih ‘ lah, dll. Lha memang harus bayar, namanya ‘performing rights’,” tulis Mas Heruwa.

“Pengalaman main di US, sebelum manggung, pihak EO ngecek setlist. Aku tanya kenapa, ternyata untuk memastikan lagu2 yg kami bawakan adalah benar ciptaan kami sendiri. Kalo bawain lagu orang, mrk (EO) hrs bayar royalti ke pencipta lagu tsb,” tambah Mas Heruwa tentang pengalamannya main di luar negeri.

Kita mungkin sering menjumpai komentar-komentar yang menganggap remeh soal performing rights dan sebagainya. Kalau ada musisi yang protes karena merasa tidak mendapat hak apa-apa ketika lagunya dinyanyikan oleh orang lain, atau bahkan menegur si tukang cover karena tidak meminta izin terlebih dahulu, pasti ada saja yang nyinyir sama musisi tersebut. Mulai dari nyinyir dengan kalimat “nggak tahu terima kasih, berkat di-cover lagunya kan jadi terkenal.” Atau kalimat, “Yaelah, gitu doang kok dipermasalahkan, bla bla bla.”

Musisi sedang mengarasemen musik (Shutterstock.com)

Ya begitu lah tabiat beberapa saudara sebangsa kita, yang memilih untuk nyinyir daripada mencari tahu. Padahal, kalau mau tertib dan mencari tahu soal performing rights sebetulnya tidak susah-susah amat, lho. Tulisan ini akan coba menjelaskan soal performing right sesederhana mungkin.

Baca Juga:

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Sederhananya begini, mari kita tengok Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta sebut saja UU HC. Pertama, di Pasal 5 Ayat 1, ada hak moral yang diatur. Apa itu hak moral? Hak moral ini menyangkut soal pencantuman nama pencipta sebuah karya (misalnya lagu) dalam pemakaiannya untuk umum, guna mempertahankan hak-hak si pencipta. Jadi, kalau kita mau cover lagu, wajib hukumnya mencantumkan nama pencipta lagu, dan siapa yang pertama kali membawakannya apabila pencipta dan penampilnya berbeda.

Kedua, mari kita ke Pasal 9 Ayat 1, soal hak ekonomi. Nah, ini yang harus diperhatikan baik-baik. Singkatnya, hak ekonomi ini mencakup jika sebuah karya musik digunakan untuk kepentingan komersial, diputar di restoran atau kafe, dipakai untuk iklan atau film, ada hak-hak materi yang harus dibayarkan kepada pencipta lagu atau pemilik hak cipta.

Nah, di sini lah letak performing rights-nya. Menyoal royalti yang didapatkan oleh pemilik hak cipta sebuah lagu jika lagunya dimainkan oleh orang lain di situasi-situasi komersial. Bagi tukang cover lagu yang mendapatkan keuntungan materi dari proses meng-cover tersebut, maka dia harus membayar sejumlah royalti yang telah ditentukan.

Kalau dia meng-cover lagunya ketika main di sebuah kafe atau restoran yang membayarnya, yang harus membayar adalah pihak kafe/restoran. Makanya, pihak kafe/restoran perlu mendata lagu apa saja yang akan dimainkan musisi cover ini. Lalu, kalau si tukang cover ini melakukannya di platform YouTube, ya pihaknya sendiri yang harus membayar sejumlah royalti.

Dua orang musisi sedang tampil di kafe (Shutterstock.com)

Lantas ke mana membayarnya? Ada namanya Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Lembaga tersebut bertugas mengatur segala hal soal performing rights ini. Di bawah LMK, ada banyak badan dan lembaga yang mengurusi urusan royalti performing rights. Ada Wahana Musik Indonesia (WAMI), Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI), hingga Anugrah Royalti Musik Indonesia (Armindo). Tentu saja dengan catatan, musisi-musisi sudah terdaftar sebagai anggota LMK.

Maka, proses yang dilakukaan saat akan melakukan cover lagu, kira-kira melalui alur seperti ini. Pertama, si tukang cover harus memperoleh izin dari musisi yang bersangkutan (izin tertulis atau lisensi). Kedua, si tukang cover yang sudah mendapatkan izin, harus membayar royalti yang sudah disepakati kedua belah pihak. Ketiga, musisi bisa mengklaim hak-haknya kepada LMK. Sederhana, kan, sebenarnya?

Jadi, bagi saudara-saudaraku yang masih ngotot dan rajin memaki musisi yang lagunya di-cover sebagai seorang yang tidak tau terima kasih dan sok komersil, kalian harus memahami bahwa ini tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. Bisa dikatakan juga ini soal etika. Ini soal bagaimana kita menghargai karya orang lain. Musisi berhak melakukan protes apabila karyanya di-cover, tanpa ia mendapatkan hak yang layak. Begitu, wahai, Saudara-saudaraku.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2022 oleh

Tags: cover laguPerforming Rightspilihan redaksiroyalti
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

4 Salah Kaprah Tentang Unpad yang Harus Diluruskan

Kalau Mau Kuliah di Bandung ke Unpad Aja dan Salah Kaprah Lainnya tentang Unpad yang Perlu Diluruskan

14 Juli 2023
4 Rekomendasi Jas Hujan Paling Awet dan Nggak Rembes

4 Rekomendasi Jas Hujan Paling Awet dan Nggak Rembes

21 November 2024
9 Rekomendasi Menu Hacks Lawson yang Layak Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup

9 Rekomendasi Menu Hacks Lawson yang Layak Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup

12 September 2023
7 Drama Taiwan yang Pernah Menghiasi Layar Kaca Indonesia Era 2000-an terminal mojok.co

7 Drama Taiwan yang Pernah Menghiasi Layar Kaca Indonesia Era 2000-an

6 September 2021
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Motor Honda Vario 150, Motor Terbaik yang Bakal Bikin Cuan Mengalir Deras untuk Juragan Toko Kelontong

14 September 2023
5 Biji Kopi Starbucks yang Sebaiknya Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup Terminal Mojok

5 Biji Kopi Starbucks yang Sebaiknya Dicoba Minimal Sekali Seumur Hidup

25 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya Mojok.co

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya 

11 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.