Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kuliah S2 Beda dengan S1, Mahasiswa Jangan Kebanyakan Caper, Sudah Bukan Umur dan Tempatnya

Naufalul Ihya Ulumuddin oleh Naufalul Ihya Ulumuddin
8 September 2025
A A
Kuliah S2 Beda dengan S1, Mahasiswa Jangan Kebanyakan Caper, Sudah Bukan Umur dan Tempatnya

Kuliah S2 Beda dengan S1, Mahasiswa Jangan Kebanyakan Caper, Sudah Bukan Umur dan Tempatnya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kuliah S2 beda dengan S1. Jangan kebanyakan caper bertanya pertanyaan receh di kelas.

Ketika kuliah S1, saya sering menemukan mahasiswa yang caper (cari perhatian) bertanya ke dosen, berlagak aktivis dengan perangai si paling demonstran, dan sebagainya. Tapi di usia segitu, memang wajar. Saya pun pernah melakukannya, meskipun nggak seekstrem itu. Namanya juga masih mahasiswa S1. Mahasiswa baru lagi. Masih menggebu-gebu.

Akan tetapi yang bikin heran justru ketika saya kuliah S2. Ternyata masih ada mahasiswa caper di kelas. Wah, bikin males banget, coy.

Caper di kelas S2 sudah bukan waktunya

Di kelas kuliah S2, ternyata masih ada mahasiswa caper dalam urusan bertanya. Setiap mata kuliah selalu bertanya. Ini bukan soal boleh bertanya atau nggak, tapi soal pertanyaannya penting atau nggak. Kalau pertanyaannya dirasa nggak penting dan bisa ditelusuri sendiri, ya telusuri sendiri saja. Toh sudah dewasa, kan.

Saya pernah punya pengalaman terkait ini. Waktu itu kelas siang dan jam kuliah hampir berakhir. Mahasiswa lain sudah mulai lelah, letih, lesu, pengin segera makan bakso. Sewaktu dosen hendak menutup kelas dan kami menarik napas lega, eh, malah ada mahasiswa yang angkat tangan bertanya soal materi kuliah. Parahnya bukan hanya satu pertanyaan, tapi dua pertanyaan sekaligus.

Masih mending kalau pertanyaannya berbobot. Lha ini sudah bertanya di waktu yang salah, nggak berbobot pula. Kandas sudah keinginan saya makan bakso segera.

Sistem penilaian mahasiswa S2 berbeda dengan S1

Mungkin mahasiswi caper itu belum tahu kalau sistem penilaian kuliah S2 sebagian besar berbeda dengan S1. Biar saya kasih tahu di tulisan ini, ya.

Kalau di S1, bobot nilai keaktifan dan partisipasi aktif diskusi di kelas masih tinggi. Bisa 40-50% dari total penilaian di luar UTS, UAS, dan tugas-tugas. Jadi, wajar kalau banyak mahasiswa bertanya pertanyaan receh untuk nilai keaktifan.

Baca Juga:

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

Sementara di tingkat S2, paling tidak di jurusan saya, bobot partisipasi keaktifan di kelas sebagian besar hanya 10-20%. Sisanya dialokasikan pada tugas, UTS, dan UAS.

Bahkan ada satu mata kuliah yang bobot penilaiannya 50% UTS dan 50% UAS. Artinya, mahasiswa hadir atau tidak, aktif atau tidak di kelas, selama tugas, UTS, dan UAS-nya bagus, nilai aman. Jadi nggak ada kebutuhan untuk caper ketika kelas berlangsung.

Baca halaman selanjutnya: Caper sok aktivis juga bukan…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 September 2025 oleh

Tags: Aktivis Mahasiswaaktivismecaperkuliah s2lanjut s2mahasiswa S2pilihan redaksiS2
Naufalul Ihya Ulumuddin

Naufalul Ihya Ulumuddin

Pegiat sosiologi asal Madura. Tertarik isu pendidikan, kebijakan sosial, dan keluarga. Cita-cita tertinggi jadi anak yang berbakti dan suami ideal untuk istri.

ArtikelTerkait

Kasus Waroeng SS: Apa yang Harus Kita Lakukan Jika Menghadapi Masalah Serupa?

Kasus Waroeng SS: Apa yang Harus Kita Lakukan Jika Menghadapi Masalah Serupa?

4 November 2022
4 Film dan Series MCU yang Perlu Ditonton Sebelum Nonton Doctor Strange in the Multiverse of Madness Terminal Mojok

4 Film dan Series MCU yang Perlu Ditonton Sebelum Nonton Doctor Strange in the Multiverse of Madness

3 Mei 2022
Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi wisata jeglongan sewu

Gunungkidul Handayani, Jalan Rusak (Tetap) Abadi

11 Agustus 2022
‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

1 Januari 2026
4 Alasan Munjungan Wajib Dikunjungi Warga Trenggalek dan Sekitarnya terminal mojok

4 Alasan Munjungan Wajib Dikunjungi Warga Trenggalek dan Sekitarnya

11 Desember 2021
Adakah Dana Istimewa untuk Sampah yang Tidak Istimewa? TPST Piyungan, ASEAN Tourism Forum, Jogja krisis sampah di jogja bantargebang

Adakah Dana Istimewa untuk Sampah yang Tidak Istimewa?

14 Mei 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

15 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh (Unsplash)

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

16 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.