Koruptor Harusnya Belajar Arti Kejujuran dari Sosok Mandra

Artikel

Avatar

Kejujuran adalah sifat yang selayaknya dimilki oleh setiap orang tanpa memandang latar belakangnya. Tetapi berkata memang mudah, pada praktiknya jujur sulit dilakukan. Misalnya tindakan-tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat publik. Perkara berkata bohong atau jujur ternyata tidak bisa dilihat dari latar belakang pendidikan dan apakah orang tersebut “terpandang”. 

Untuk memilih sosok yang bisa diteladani dalam hal kejujuran, kita bisa melihat sosok Mandra di sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Di sinetron tersebut Mandra berperan sebagai orang yang tidak berpendidikan dan tinggal menumpang di rumah Mak Nyak dan Babe Sabeni. Setiap hari Mandra hanya menjadi kernet opelet dan terkadang naik pangkat menjadi sopir jika si Doel pergi mencari kerja.

Meskipun hanya berprofesi sebagai sopir opelet, tidak pernah tebersit niat Mandra untuk nilepin uang setoran hasil narik opelet Cinere-Gandul. Bahkan pada saat ia sangat membutuhkan uang sekalipun. Jika Mandra sedang butuh uang, biasanya ia langsung bilang ke Mak Nyak atau kepada babenya, Engkong Ali. Meskipun kita semua tahu Engkong Ali sangat pelit kepada Mandra.

Mandra hanya pernah sekali meninggalkan kejujuran kepada Mak Nyak pada saat Mas Karyo menggoda Mandra untuk nilep duit setoran. Itu pun dilakukannya dengan berat hati dan tidak ikhlas. Hal itu terjadi pada saat ia ditanya oleh Mak Nyak perihal setorannya yang kurang dan Mandra menjawabnya dengan gelagapan. Mandra bahkan sempat berniat untuk menjual radio pemberian Munaroh untuk menebus “utangnya” pada Mak Nyak. Meskipun pada akhirnya tidak terlaksana.

Mandra seakan-akan menjadi bukti bahwa untuk mempelajari seluk beluk kejujuran tidaklah harus sekolah tinggi di luar negeri atau memiliki prestasi segudang di bidang akademik, tetapi lebih kepada lingkungan sehari-hari di mana orang tersebut tinggal. Jika sedari kecil ia hidup dikelilingi oleh orang-orang yang gemar bicara bohong maka ia pasti akan tertular oleh sifat kurang jujur tersebut.

Hal sebaliknya akan terjadi apabila ia dikelilngi oleh orang-orang yang menjunjung tinggi kejujuran dalam kehidupan. Keluarga si Doel adalah cerminan keluarga yang sangat menjunjung tinggi kejujuran, terutama pada sosok Babe Sabeni.

“Kan gue udah pesen ama lu pade, supaya hidup jujur, jujur, jujur, jujur, supaya hidup kite kagak ancur.” Kalimat tersebut adalah salah satu wejangan dari Babe Sabeni tentang pentingnya kejujuran.

Dari perkataan-perkataan seperti itulah yang akhirnya memupuk sedikit demi sedikit sifat dan perilaku di dalam diri seorang manusia. Mandra yang sejak kecil sudah hidup di tengah-tengah kejujuran ditambah lagi dengan adanya keluarga si Doel yang sangat menghargai kejujuran membuat Mandra harus berpikir dua kali jika ingin berbuat bohong.

Kembali lagi ke pejabat-pejabat publik yang korupsi tadi, mungkin sebagian besar mereka hidup di lingkungan di mana ketidakjujuran adalah sebuah hal yang biasa, tak perlu dibesar-besarkan. Apalagi jika hasil dari kebohongan tersebut tidak berdampak banyak bagi kepentingan yang lain. Sikap seperti ini jika terus dibiarkan akan tumbuh menjadi kebohongan yang lebih besar lagi dan berpotensi merugikan masyarakat dan negara.

Jika para pejabat publik di negeri ini dapat meningkatkan level kejujurannya, niscaya Indonesia akan menjadi negara yang lebih makmur. Seperti apa yang dikatakan oleh Almarhum Kasino, “Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tapi kekurangan orang jujur.”

Mungkin untuk ke depannya, calon pejabat publik bisa becermin dari sinetron Si Doel Anak Sekolahan dan menjadikan Mandra sebagai salah satu “suhu”. Ini akan jadi klise manakala pejabat yang berpendidikan dan punya pangkat justru tidak lebih baik dari sosok Mandra yang hanya kernet opelet tapi jujur bukan main.

BACA JUGA Lorong Waktu Episode 7, Musim 1: Penyebab Zidan Dewasa Jadi Bejat Terungkap dan artikel Terminal Mojok lainnya. 

Baca Juga:  Macam-Macam Password Akun Media Sosial Orang Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
12


Komentar

Comments are closed.