Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kontes Dangdut di Indonesia Itu Sungguh Kebanyakan Gimmick

Siti Halwah oleh Siti Halwah
30 September 2020
A A
Kontes Penyanyi Dangdut di Indonesia Itu Sungguh Kebanyakan Gimmick terminal mojok.co

Kontes Penyanyi Dangdut di Indonesia Itu Sungguh Kebanyakan Gimmick terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ibu saya suka sekali menonton kontes pencarian bakat penyanyi dangdut, seperti KDI, Bintang Pantura, Dangdut Academy, dan Liga Dangdut Indonesia (LIDA). Beliau bahkan sudah punya beberapa penyanyi favorit jebolan kontes tersebut, seperti Lesti Kejora, Irwan (karena sama-sama orang Madura), Rangga, Paul, Evi Masamba, dan banyak lainnya yang nggak saya ingat.

Bagi ibu saya, acara-acara semacam itu nggak terlalu membuatnya sakit kepala dan emosional seperti saat menonton sinetron. Padahal, bagi saya sama saja. Pasalnya, sering kali saya melihat ibu tiba-tiba tertawa terbahak lalu menangis tersedu-sedu. Terkadang malah jengkel setengah mati. Lah, sama emosionalnya dengan nonton sinetron, dong?

Menurut saya, beliau seharusnya nggak perlulah mengalami perubahan emosi sebanyak itu kalau seandainya kontes-kontes dangdut tersebut nggak kebanyakan gimmick. Bayangkan, nyanyinya aja kadang hanya lima menit, tapi komentarnya bisa setengah jam lebih. Apa nggak modyar, tuh?

Gimmick #1 Cerita mengenai latar belakang si kontestan

Sering kali ajang kontes dangdut tersebut mengulik secara dramatis mengenai keluarga si kontestan, memperlihatkan rumahnya, asal-usulnya, hingga peristiwa-peristiwa menyedihkan yang pernah dialaminya. Pokoknya, para penonton bakalan dibikin menangis tersedu-sedu. Hingga terkadang saya bingung sendiri, ini ajang nyari bakat penyanyi dangdut atau curahan hati kontestan?

Gimmick #2 Para komentator dan host acara yang kebanyakan ngomong dan sibuk sendiri

Di acara-acara tersebut, sering kali saya temui para komentator dan host acara yang saling melemparkan guyonan dan tertawa dengan suara keras. Beneran nyaring banget suaranya karena pas ketawa mulutnya mangap dan pelantangnya diarahkan persis ke depan mulutnya. Bikin telinga saya yang nonton jadi kaget.

Tak ayal, banyaknya guyonan tersebut sering membuat mereka melupakan si kontestan yang lagi ada di tengah-tengah panggung. Padahal, si kontestan sedang harap-harap cemas nungguin komentar dan kritik para juri akan penampilannya. Tapi, yang terdengar seringnya malah suara tawa ngakak yang nyaring banget.

Gimmick #3 Acara surprise party untuk para juri atau host acara yang lagi berulang tahun

Beberapa kali, saya menemukan kegiatan surprise party yang dilakukan saat acara sedang berlangsung. Eh, atau surprise party itu sendiri sebenarnya adalah bagian dari rangkaian acara tersebut? Hadeuh.

Sayangnya, kegiatan surprise party tersebut justru dilakukan di saat seharusnya juri memberikan komentar dan kritik akan penampilan kontestan. Sungguh, tim kreatif acaranya apa nggak kasihan sama muka cengo si kontestan, ya? Diam aja di panggung gitu, tolah-toleh kanan-kiri, dan seolah nggak dilibatkan dengan adanya acara dadakan tersebut. Saya aja yang nonton suka kasihan, lho.

Baca Juga:

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Job Fair (Nyatanya) Memang Nggak Guna, Gimmick kayak Gini Sebaiknya Dihilangkan Saja!

Menurut saya, kalau memang mau mengadakan surprise party kayak gitu, mending tunggulah dulu sampai si kontestan selesai dikritik. Lagi pula, se-urgent apa sih, surprise party tersebut sampai harus masuk di tengah-tengah kegiatan komentator? Bukannya malah lebih baik lagi kalau acara surprise party-nya dilakukan diam-diam di belakang panggung, ya? Ramai-ramai bareng kru acara lainnya. Kali aja setelah itu akan ada acara traktir makan bersama. Jadi, nggak perlulah diumbar-umbar ke publik juga. Nggak penting.

Gimmick #4 Bagi-bagi hadiah fantastis

Ada banyak barang hadiah yang dibagi-bagi oleh para juri untuk para kontestan. Entah pakaian, perawatan badan, hadiah lagu, janji rekaman, dan sejenisnya. Terdapat juga sejumlah uang yang terkadang dijanjikan oleh para juri untuk mereka-mereka yang lolos babak final. Hadiah tersebut tentu saja di luar dari hadiah yang sudah disiapkan oleh pihak acara.

Pokoknya, di waktu-waktu mendekati final biasanya bakalan bertabur banyak hadiah. Sampai-sampai saya bingung, ini ajang pencarian bakat menyanyi dangdut atau acara bagi-bagi rezeki? Suka bingung, deh. Konsep acaranya hampir sama soalnya.

Gimmick #5 Menjual isu artis yang lagi happening

Yang paling anyar adalah adu gimmick antara dua pentolan ajang pencarian bakat dangdut di Indonesia di dua saluran TV berbeda, yaitu acara Kontes Dangdut Indonesia (KDI) vs Liga Dangdut Indonesia (LIDA). Yang satu mengusung gimmick tentang problematika rumah tangganya yang suram dan sedang penuh cobaan. Yang satunya lagi sedang menebar benih-benih cinta, sampai-sampai mengajak salah satu aktor yang baru naik daun itu bergabung untuk menjadi host acara.

Semuanya tentu saja cuma konsep gimmick untuk menjual dan menaikkan rating acara. Apalagi, jam tayang kedua acara tersebut barengan, seolah saling berebut atensi para penonton Indonesia.

Padahal, menurut saya sih tanpa perlu menjual gimmick yang berlebihan, kontes pencarian bakat dangdut tersebut pasti tetap bakalan laku, kok. Percaya, deh! Orang Indonesia kan, pada dasarnya emang suka dangdutan. Meskipun sedang pandemi kayak gini, mereka tetap berbondong-bondong datang ke acara dangdutan yang digelar oleh para calon pemimpin daerah. Apalagi yang sudah tersaji di TV dan dapat dinikmati secara gratis tanpa perlu berpanas-panasan.

BACA JUGA Lagu Dangdut: Satu Lagu Sejuta Penyanyi dan tulisan Siti Halwah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2020 oleh

Tags: Dangdutgimmick
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

daftar lagu yang sebaiknya jangan pernah dibuat dalam versi koplonya lagu koplo mojok.co

6 Lagu yang, Tolong Sekali, Jangan Pernah Dibuat Versi Koplonya

3 September 2020
Soal Selera Musik, Kita Adalah Korban Dikotomi Media

Soal Selera Musik, Kita Adalah Korban Dikotomi Media

27 Februari 2020
Apa pun Genre Musik Kalian, Lagu Dangdut Wajib Ada di Acara Pernikahan terminal mojok

Apa pun Genre Musik Kalian, Lagu Dangdut Wajib Ada di Acara Pernikahan

15 September 2021
Lagu pop Indonesia makin nggak asyik. (Unsplash.com)

Menye semua! Ketika Lagu Pop Terbaru Indonesia Makin Nggak Asyik

5 Juni 2022
bikin sensasi

Bikin Sensasi Terus Minta Maaf adalah Budaya yang Harus Kita Jaga

7 Juli 2019
Bukan Sekretaris, tapi Tugas Bendahara Adalah yang Terberat di Masa Sekolah terminal mojok.co

Panduan Memahami Sikap Wali Kota Tegal yang Ngakunya Nggak Ngerti Ada Konser tapi Ketahuan Nyawer

1 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Sejak 2020 Hingga Kini, Honda Beat Deluxe Merah-Hitam Jadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan dalam Membangun Bisnis Warung Madura

20 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.