XXI Central City Semarang berhasil bikin saya kesal.
Sudah jadi pakem saya kalau mengajak anak nonton film populer, mode ogah ribet langsung aktif. Biasanya saya sikat tiket Premiere biar nggak perlu tantrum menghadapi penonton lain yang mungkin belum paham tata krama.
Akan tetapi, in this economy, hitung-hitungan saya jadi agak hati-hati. Ternyata, harga satu tiket Premiere hari kerja ternyata setara dengan dua tiket reguler. Demi keselamatan dompet, saya pun memilih tiket reguler.
Pilihan jatuh ke XXI Central City Semarang, tepatnya di daerah Penggaron. Lokasi ini paling masuk akal bagi saya. Dekat rumah, irit bensin, dan nggak sepenuh bioskop tengah kota. Pun, karena gedungnya satu lantai, parkir bukan lagi jadi momok.
Awalnya, pengalaman menonton Minion di sana terasa mulus. Sayangnya, kenangan manis itu menguap begitu saja. Saat kembali lagi hari ini untuk pemutaran perdana Moana, pengalaman saya berbalik seratus delapan puluh derajat.
Mesin tiket M-tix XXI Central City Semarang eror dan petugas yang entah ke mana
Sesampainya di XXI Central City Semarang, keanehan langsung menyambut. Nggak ada satu pun satpam yang berjaga di pintu masuk. Tentu, ini pemandangan yang sangat kontras jika dibandingkan dengan bioskop XXI lain yang biasanya sigap memeriksa tas atau sekadar membukakan pintu.
Kekosongan itu ternyata menjalar ke area ticketing. Biasanya, minimal ada dua staf yang sigap melayani. Tapi siang itu hanya terlihat satu orang. Di sinilah petaka dimulai.
Sebagai seorang introvert garis keras, saya sengaja membeli tiket lewat aplikasi M-Tix demi meminimalisasi interaksi. Namun, mesin cetak tiket malah mogok. Saya nggak sendirian. Beberapa pengunjung lain mengalami nasib serupa dan nggak ada bantuan yang datang dari sebelum saya tiba.
Baca halaman selanjutnya: Terpaksa, saya…













