Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

KLa Project Adalah Satu-Satunya Band yang Bisa Bikin Lagu Patah Hati yang Nggak Terdengar Cengeng

Dinar Maharani Hasnadi oleh Dinar Maharani Hasnadi
21 Desember 2023
A A
KLa Project Adalah Satu-Satunya Band yang Bisa Bikin Lagu Patah Hati yang Nggak Terdengar Cengeng

KLa Project Adalah Satu-Satunya Band yang Bisa Bikin Lagu Patah Hati yang Nggak Terdengar Cengeng (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi saya, KLa Project itu jagonya bikin lagu galau, tapi nggak terdengar cengeng. Kalimatnya puitis, mengiris, tapi nggak terasa sadis

Saat sedang patah hati, saya senang memutar lagu-lagu galau untuk menemani kesedihan saya dengan harapan saya jadi merasa lebih plong. Ironisnya, biasanya, kesedihan saya malah semakin menjadi-jadi. Sebenarnya, bagus, sih, kalau ada lagu yang berhasil bikin saya menangis. Itu berarti penulisan liriknya ciamik dan ngena. Namun, saya merasa bahwa industri musik Indonesia sudah demikian dipenuhi oleh lagu-lagu yang memainkan emosi pendengar tanpa ada unsur estetika mendalam dalam liriknya.

Lagu adalah puisi. Dan syarat utama puisi, menurut beberapa ahli seperti Sumadi dan Putu Arya Tirtawirya, adalah penyampaian makna secara tidak langsung. Jadi, kalau makna yang ingin disampaikan adalah sakit karena ditinggal pas sayang-sayangnya, puisi yang baik tidak akan memuat kata-kata “ditinggal pas sayang-sayangnya”. Puisi yang baik akan mencoba menyampaikan suatu makna secara kiasan.

Di sinilah letak kehebatan KLa Project. Sejak awal ketenarannya, band yang terdiri dari Katon Bagaskara, Romulo Radjadin, dan Adi Adrian itu mendapat ilham untuk berkarya dari penyair kondang seperti Chairil Anwar dan Khalil Gibran. Jarang-jarang, lho, ada band yang terinspirasi dari sastrawan yang sering muncul di buku bahasa Indonesia anak SMA.

Salah satu kehebatan Katon sebagai vokalis dan pembuat lagu adalah kemampuannya menyihir curhatan teman-temannya yang patah hati menjadi lagu-lagu yang emosional. Selain lebih bermakna karena dekat dengan kehidupan sehari-hari dan banyak orang yang bisa relate, ini juga menandakan kebaikan hati Katon. Setiap temannya curhat, pasti dulu Katon setia mendengarkan. Nggak adu nasib dan bilang “lu masih mending, lah gua…”

Jatuh cinta seperti api

Lihat saja lirik lagu “Terpuruk ‘Ku Di Sini” (1994). KLa menggunakan kata-kata “terpuruk” untuk melukiskan patah hati sebagai perasaan jatuh ke jurang yang paling dalam dan nggak bisa keluar. Dalam menggambarkan perasaan ditinggal pas sayang-sayangnya, KLa menggunakan perumpamaan:

Adalah kau tuangkan cinta ke dalam tungku yang tengah panas menyala?

Adalah kau padamkan bara tatkala hangat mulai membuai jiwa?

Baca Juga:

Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja

Saya Semakin Muak dengan Orang yang Bilang Jogja itu Nggak Berubah Padahal Nyatanya Bullshit!

Gila, ‘kan. Katon mengibaratkan jatuh cinta sebagai api. Ketika ada orang yang baik sama kita, itu ibarat si doi menuangkan cinta sehingga hati kita terbakar. Eh, pas hangatnya sudah mulai terasa, alias sudah mulai baper, dia malah memadamkan api itu secara tiba-tiba.

Terhempas bimbang sikapmu

Menggigil palung hati

Di pelukan bimbang jawabmu

Si doi meninggalkan kita tanpa alasan yang jelas. Kita sibuk memikirkan kenapa dia tiba-tiba menjauh. Dingin sikap si doi membuat kita “menggigil” sampai ke “palung hati” yang paling dalam. Kita sudah malas jatuh cinta, tetapi kebingungan ketika ada “di pelukan” bimbang jawabannya. Cinta itu menyakitkan, tapi hidup tanpa cinta jauh lebih menyakitkan, jadi susah lepas, deh.

Patah hati yang nggak bikin jenuh

Lagu-lagu KLa Project memang kebanyakan soal patah hati. Namun, tema yang sama tidak membuat pendengar merasa jenuh karena setiap lagu ditulis dengan perasaan yang berbeda-beda. ‘Kan, patah hati banyak jenisnya, tuh. Ada patah hati karena ditinggal pas sayang-sayangnya. Lalu, ada patah hati si doi jalan sama yang lain. Ada patah hati karena si doi makan bubur ayam diaduk, sedangkan kamu makan bubur ayam nggak diaduk. KLa Project jago menggambarkan perbedaan-perbedaan halus itu dalam setiap karyanya melalui perumpamaan yang bikin kita mikir, “Anjir, kok bisa kepikiran…”

Misalnya, lagu Gerimis (1996):

Sekejap badai datang mengoyak kedamaian

Segala musnah

Lalu gerimis

Langit pun menangis

Dalam empat baris saja, KLa menceritakan perjalanan suatu pasangan yang awalnya tenang-tenang saja, lalu jadi sering bertengkar, lalu terpaksa berpisah. KLa juga memasukkan nasihat tidak langsung bagi pasangan yang tengah menghadapi masalah serupa: “semua hanya satu ujian ‘tuk cinta dan bukan alasan untuk berpisah”. Sepahit apa pun patah hati, KLa mampu menyelipkan pesan moral yang membuat pendengar yakin bahwa cinta memang mampu bertahan jika komunikasi dijalin dengan baik.

Lagu landmark lain adalah Yogyakarta (1990). Walaupun dewasa ini, Yogyakarta tidak seromantis lagu KLa karena UMR-nya rendah dan klithih merajalela, tidak ada salahnya mengagungkan Yogyakarta melalui puisi yang mengiris hati: “musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu”. Bahkan, orang yang nggak pernah ke Yogya jadi ikutan galau gara-gara potongan lirik itu. Beuh.

Lagu-lagu di atas mengisahkan patah hati dengan gaya musik yang cenderung upbeat. Orang yang memiliki mindset “lagu galau harus disertai dengan instrumental galau pula” dapat mendengarkan “Semoga” (1990) dengan iringan piano yang pelan.

KLa Project tak melulu tentang patah hati

Selain patah hati, KLa juga mengangkat banyak tema lain. Bagi pejuang LDR (Long Distance Relationship, bukan Long Different Religion, eh), KLa menyajikan optimisme polos dalam “Belahan Jiwa” (1992): “memendam tanya segara berucap, belahan jiwa, apa kabarmu?” Sementara itu, “Tentang Kita” (1989) melukiskan keluguan cinta pertama: “sekian jauh menilai, kadar cinta tergali milikmu sejati…”

Bahkan, ada juga lagu-lagu yang berbahasa Inggris, seperti “Feel Something” (1994) dan “Gonna Be Your Lover Tonight” (1994), atau instrumental ala orkes tanpa lirik seperti “Heidelberg. Oct ‘92” (1994). Lagu “Radio” (1992) memiliki vibes yang mirip dengan “Oemar Bakrie”-nya Iwan Fals, cocok didengarkan pagi hari sebelum berangkat jadi budak korporat. Pecinta lingkungan akan senang mendengarkan lagu “Pasir Putih” (1992) yang menyerukan pentingnya menjaga kebersihan pantai. Agaknya lagu KLa yang satu ini cocok dijadikan iklan layanan masyarakat.

Variasi tema lagu-lagu KLa Project dilengkapi dengan variasi aransemen musik KLa saat manggung. Dalam konser Passion, Love & Culture 2016, misalnya, KLa membawakan lagu “Terpuruk ‘Ku Di Sini” dengan iringan alat musik tradisional Dayak. Berbeda lagi dengan penampilan KLa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Sabtu (28/10/2023). Intro terompet legendaris di lagu “Terpuruk ‘Ku Di Sini” digantikan dengan saxophone sehingga penonton seolah sedang antre buat ambil rendang di kondangan orang.

KLa Project, cara galau tanpa terlihat cengeng

Dan sebagaimana semua perpisahan terjadi secara dingin dan mendadak, tanpa persiapan, KLa menutup lagu ini dengan sangat magis: membeku dan sara… tak terkira… Sebenarnya, saya juga kurang tahu “sara” itu apa. Setahu saya, singkatan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan. Tapi, jadinya nggak nyambung. Ya udah, lah, ya. Seperti puisi Chairil Anwar, nggak semua kata dalam lirik lagu KLa Project bisa dipahami atau bisa dicari di aplikasi KBBI karena memang tidak lazim dipakai dalam bahasa Indonesia sehari-hari. Justru itu, lagu-lagu KLa amat berseni. Nggak perlu memahami liriknya, cukup mendengarkan dan menghanyutkan diri dalam rasa galau yang dikemas dengan sangat profesional, indah, dan nggak cengeng.

Penulis: Dinar Maharani Hasnadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Urusan Backing Vocal Dewa 19, Lilo KLa Project Juaranya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2023 oleh

Tags: katonkla projectlagu galauYogyakarta
Dinar Maharani Hasnadi

Dinar Maharani Hasnadi

Mahasiswi HI. Penulis lepas. Suka makan sushi pakai ikan asin.

ArtikelTerkait

es teh angkringan

Nggak Hanya Gudeg, Aset Jogja adalah Es Teh Angkringan

5 September 2019
wedang jowo

Wedang Jowo dan Segala Filosofinya

22 Juni 2019
Saoto Bathok Mbah Katro, Soto Unik dengan Rasa yang Ciamik

Saoto Bathok Mbah Katro, Soto Unik dengan Rasa yang Ciamik

4 Februari 2022
4 Alasan Julukan Maliogoro untuk Jalan MH Thamrin Bojonegoro Kurang Tepat

Dear Bojonegoro, Kamu Nggak Harus Ikutan Bikin Malioboro Baru kok

14 Januari 2023
suporter bola bandung dan yogyakarta pilih mana stasiun tugu mojok.co

Alasan Bandung dan Yogyakarta Memang Patut Dibandingkan

18 Juni 2020
3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya

5 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.