Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

KKN Itu Momen Belajar Jadi Warga, Bukan Ajang Sok-sokan Mengubah Sistem Desa

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
29 Juli 2023
A A
Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

Share on FacebookShare on Twitter

Teori yang jauh dari kondisi realitas desa

Secara umum, salah satu tujuan KKN memang menuntun mahasiswa untuk bagaimana teori yang sudah didapat di kampus bisa diterapkan di desa. Sebab percuma kalau nilai ujian semester kita bagus karena paham banyak teori sundul langit, tapi ternyata nggak bisa dibuat untuk menyelesaikan permasalahan desa, atau masyarakat secara keseluruhan.

Di atas kertas dan sebatas omongan, tujuan KKN tersebut memang benar. Tapi terus terang saja, dalam faktanya betul-betul nggak sesimpel itu. Ada banyak faktor yang akhirnya teori-teori dari kampus itu sulit buat diterapkan. Entah itu faktor pemdes yang sulit buat diajak kerja sama karena satu dan banyak hal, ataupun kondisi SDM warga yang sulit buat kita pahami dan dihubungkan dengan teori kita.

Akhirnya, proker yang dibuat untuk menyelesaikan masalah desa, ya, cuma berdasarkan pengetahuan insting survival kita aja. Jadi, nggak usah berekspektasi lebih dengan teori yang sebelumnya sudah dipahami. Hampir dipastikan itu sulit untuk diterapkan.

Tapi ingat, saya mengatakan sulit bukan berarti nggak bisa. Bisa jadi, antara pemahaman kelompok Anda dan kondisi desa tempat Anda KKN sangat erat kaitan-kaitannya. Berdoa saja.

Waktu KKN yang singkat

Selain teori yang jauh dari kondisi desa, ekspektasi akan keberlanjutan proker itu juga sulit tercapai, mengingat waktu KKN yang amat singkat. Saya nggak tahu waktu yang diberikan oleh kampus Anda seberapa lama. Tapi yang pasti, umumnya waktu KKN nggak lebih dari satu atau dua bulanan.

Coba bayangkan, dari waktu yang sedemikian singkatnya, apa bisa ekspektasi kita yang ndakik-ndakik tentang upaya mengubah keadaan bahkan sistem desa itu bisa terlaksana? Lha wong sekelas presiden aja nggak jarang dengan waktu menjabatnya yang lama itu malah membuat warga negaranya sengsara.

Ini saya bukan mengajak untuk bersikap pesimis. Namun, ada baiknya kita bersikap realistis. Melihat secara apa adanya kapasitas kita dan kondisi desa, sebelum berkeskpektasi yang ndakik-ndakik.

Masih mahasiswa, belum pejabat desa

Lagi pula, kita ini masih mahasiswa. Sepintar-pintarnya kita, kalau nggak punya duit, ya, nggak punya kuasa. Dan karena nggak punya kuasa itulah ekspektasi kita yang ndakik-ndakik keungkinan besar sulit terlaksana.

Baca Juga:

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

Lagi-lagi bukan berarti saya mengajak untuk bersikap pesimis. Coba aja lihat KKN Nusantara yang kerap dibangga-banggakan itu. Apa proker atau hasil yang sudah diperbuat sehingga bisa mengubah keadaan desa dan menggemparkan seantero jagat raya?

Kalau kita sudah jadi pejabat desa, sih, saya masih ada keyakinan buat melakukan hal itu. Ya, walaupun memang nggak jarang kepala desa sekarang yang nggak bisa mengubah, tapi justru merusak.

Tujuan pertama KKN adalah belajar jadi warga, bukan mengubahnya

Dari beberapa hal tadi, konsekuensi paling logis dan realistis yang bisa kita lakukan saat KKN adalah belajar. Kita belajar jadi warga desa setelah beberapa tahun hidup di dunia akademis yang penuh teori-teori melangit. Kita merasakan kehidupan warga desa, baik senangnya maupun susahnya. Saya pikir, berangkat dari belajar jadi warga itulah kemungkinan ide proker bisa ditemukan.

Jadi, bagi Anda sekalian yang nantinya akan melaksanakan KKN, terutama yang ambis, saya menyarankan agar jangan terlalu terburu-buru punya ekspektasi atau ide proker yang ndakik-ndakik. Agent of change, sih, agent of change, tapi sadar diri dan bersikap realistis jauh lebih penting. Oke?

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA KKN: Tak Lebih dari Ajang Adu Gengsi dan Bikin Konten.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2023 oleh

Tags: DesaKKNMahasiswarealitassistem
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

kotak pensil

Menebak Kepribadian Pelajar Berdasarkan Isi Kotak Pensil

20 September 2019
4 Derita dan Kejadian Konyol Saat KKN (Unsplash)

Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

14 September 2025
KRS Itu Fana, yang Abadi Adalah Dosen yang Seenak Jidat Mengubah Jadwal

KRS Itu Fana, yang Abadi Adalah Dosen yang Seenak Jidat Mengubah Jadwal

1 September 2023
jumatan

Jumatan Tidak Membuatmu Menjadi Lebih Tampan

31 Mei 2019
Penderitaan Kuliah di Semarang dan Surabaya, Kota Mana yang Paling Menyiksa Mahasiswa?

Penderitaan Kuliah di Semarang dan Surabaya, Kota Mana yang Paling Menyiksa Mahasiswa?

13 Oktober 2025
Fresh Graduate Solo Culture Shock Kerja di Jakarta, Cukup Jadi Pengalaman Sekali Seumur Hidup Aja Mojok.co

Fresh Graduate Solo Culture Shock Kerja di Jakarta, Cukup Jadi Pengalaman Sekali Seumur Hidup Aja

30 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
5 Barang Unik yang Saya Temukan di Facebook Marketplace, Surga yang Underrated

Facebook Marketplace, Titik Kumpul Barang Unik dan Berguna, sekaligus Surganya para Penipu

4 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.