Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
19 Juli 2026
A A
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kuliner Jakarta di bawah ini nggak cocok dengan lidah saya yang telanjur terbiasa dengan makanan Semarang dan Jogja. 

Sebagai orang yang lama menetap di Semarang dan Jogja, selera saya sudah kadung akrab dengan dua rasa. Kalau bukan gurih mantap ala Semarang, ya manis legit khas Jogja. Kombinasi kuliner dua kota itu sukses mengunci standar kenyamanan lambung saya.

ADVERTISEMENT

Meskipun begitu, saya sebenarnya tipe orang yang hobi jalan-jalan dan selalu bersemangat tiap kali harus mengeksplorasi kuliner lokal. Itu mengapa, saat ada kesempatan ke Jakarta, agenda berburu kuliner khas ibu kota langsung masuk prioritas. Sialnya, setelah menjajal beberapa kuliner ikonik Jakarta, lidah saya malah mendadak mogok dan merindukan rumah.

#1 Soto Betawi, kuliner Jakarta yang jadi mimpi buruk bagi saya

Sebagai pencinta soto kuah bening yang jadi standar kenikmatan di Semarang, pertemuan pertama saya dengan soto Betawi benar-benar di luar ekspektasi. Karakternya jauh sekali dibanding soto yang selama ini saya kenal. Kuahnya super kental karena pakai susu.

Masalahnya, saya memang nggak bisa mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung susu hewani. Aroma susunya yang dominan malah bikin perut saya mual seketika. Lidah saya yang sudah terbiasa dengan racikan rempah ringan khas Jawa Tengah dan Jogja pun mendadak kaget.

Bukannya dimanjakan oleh gurihnya soto Betawi, saya malah merasa sedang berduel dengan sensasi creamy yang terlalu agresif buat selera saya. Namun, saya akui ini memang murni kesalahan saya. Pasalnya, sebelum nekat pesan, saya memang nggak mencari tahu dulu bagaimana soto ini dibuat.

#2 Tekstur kuliner Jakarta yang legendaris, kerak telor, terasa absurd di lidah saya

Banyak orang bilang kerak telor adalah mahakarya yang wajib dicoba saat ke Jakarta. Tapi bagi saya, jajanan ini adalah sebuah petaka. Masalah utamanya adalah tekstur. Perpaduan antara beras ketan yang setengah matang, telur bebek, dan serundeng kelapa yang sangat kering menciptakan sensasi pasir yang kasar di mulut.

Di lidah saya, panganan populer ini adalah perpaduan aneh antara lembek dan gosong. Lagi-lagi, ini salah saya sendiri lantaran kurang investigasi. Dalam benak saya, kerak telor itu tadinya bakal creamy atau lembut layaknya telur dadar. Sayangnya, saya justru mendapat sensasi seret yang memaksa saya menyerah di suapan ke tiga.

Baca Juga:

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

#3 Semur jengkol, aromanya bikin nggak berselera

Sebagai pecinta petai garis keras, awalnya saya cukup percaya diri buat menjajal jengkol. Toh, keduanya sering senasib karena sama-sama didiskriminasi karena aromanya. Namun, ternyata, semur jengkol khas Betawi benar-benar di luar level yang bisa saya bayangkan. 

Saat baru disajikan saja, aroma semur jengkol ala Jakarta mirip belerang menyapa hidung saya. Begitu disantap, ada sensasi rasa tanah yang menguasai rongga mulut. Entahlah, mungkin rasanya bakal lebih manusiawi kalau jengkolnya diolah pakai bumbu balado yang bisa menyamarkan bau yang seharusnya nggak ada di makanan itu.

#4 Kue rangi cuma enak dipandang

Melihat abang-abang penjual kue rangi memang punya daya tarik nostalgia yang kuat. Penampakannya yang unik dengan cara masak tradisional bikin mata langsung terpikat. Apalagi, bayangan saya sempat terkecoh dan mengira ini bakal mirip kue putu yang putih. Berselimut kelapa dan lumer di mulut dengan lelehan gula merah.

Akan tetapi, begitu gigitan pertama mendarat, saya langsung sadar kalau ekspektasi itu salah alamat. Teksturnya ternyata cukup keras dan alot. Jauh sekali dari gambaran kue putu yang empuk dan ramah di mulut.

Apesnya lagi, karena saya sekarang sedang pakai kawat gigi, memaksakan diri melahap kue rangi ini rasanya sama saja dengan menyiksa diri sendiri. Alhasil, niat nostalgia malah berujung boncos lantaran bracket behel saya ada yang terlepas demi menaklukan kue rangi.

Tentu, ini bukan berarti kuliner Jakarta itu buruk. Hanya saja, lidah saya sepertinya punya “genre” yang berbeda. Jakarta mungkin punya segalanya. Mulai dari yang melegenda sampai yang viral. Namun, sekali lagi, untuk urusan kebahagiaan di meja makan itu urusan personal.

Saya rasa, mungkin ada waktunya untuk lebih baik sekadar mengenal tanpa harus dipaksakan untuk saling jatuh cinta. Begitu pula soal makanan.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2026 oleh

Tags: Jakartakuliner Jakartakuliner semarangmakanan khas jakartaorang SemarangSemarangwarlok semarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Sedap Malam Ciputat Dibenci Sekaligus Dicintai Penghuninya (Unsplash)

Sedap Malam Ciputat: Dibenci Sekaligus Dicintai Penghuninya

20 November 2023
Kepala Manyung Bu Fat, Kuliner Pedas Semarang yang Wajib Dicoba

Kepala Manyung Bu Fat, Kuliner Pedas Semarang yang Wajib Dicoba

4 Juni 2022
Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan Mojok.co

Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan

18 Oktober 2025
5 Mal di Jakarta yang Pernah Hits, tapi Kini Mati Suri

5 Mal di Jakarta yang Pernah Hits, tapi Kini Mati Suri

14 Agustus 2022
Disrupsi Angkringan dan Kafe Matinya Tempat Nongkrong di Area Salatiga (Unsplash)

Disrupsi Angkringan dan Kafe: Matinya Tempat Nongkrong di Area Salatiga

13 Januari 2023
Bukan Plat B, Plat AB adalah Plat Nomor Paling Meresahkan di Jalanan Jogja Mojok.co

Bukan Plat B, Plat AB Adalah Plat Nomor Paling Meresahkan di Jalanan Jogja

16 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri Mojok.co

Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri

14 Juli 2026
Membayangkan Jatinangor Tanpa Unpad, ITB, IPDN, dan Ikopin: Nggak Terkenal, Nggak Berkembang, Pokoknya Menyedihkan sumedang, bandung

Berhentilah menyebut Jatinangor sebagai Bandung coret, tolong hormati Sumedang

15 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026
Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

18 Juli 2026
4 Tempat Bersejarah di Surabaya Barat yang Bisa Dikunjungi biar Nggak Melulu ke Mal

Surabaya Barat: kota dalam kota yang bikin warga aslinya jadi tamu

17 Juli 2026
Pelajaran mahal bisnis rumahan di Surabaya biar cepet balik modal (Unsplash)

Pelajaran mahal buat kamu yang ingin buka usaha rumahan berupa warung makan di Surabaya supaya cepat balik modal

13 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.