Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kenapa Orang Indonesia Suka Tanya Kapan

Nurlaeli Rohmah oleh Nurlaeli Rohmah
2 Juni 2022
A A
Topeng keakraban orang Indonesia (Unsplash.com)

Topeng keakraban orang Indonesia (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah ditanya “kapan” dengan nada yang menyebalkan sama orang Indonesia?

Kapan nikah? Kapan lulus? Kapan punya anak? Kapan kerja? Kapan punya mobil dan rumah? Kapan meninggoy? Kemudian yang ditanya akan merasa privasinya diubek-ubek, dikepoin, dipojokkan, disindir, dan lain-lainnya.

Padahal kalau punya rencana nikah, punya pasangan, nggak baru diselingkuhin atau ditinggalin sama pasangan, pertanyaan kapan nikah bukan masalah yang besar. Kalau lulus tepat waktu dan nggak ada masalah sama dosen dan administrasi, atau yang lain sebagainya, pertanyaan kapan lulus bisa dijawab dengan mudah. Orang Indonesia ini suka ribet, deh.

Kalau punya skill, network, dana dan kesempatan, nggak akan kikuk kok kalau ditanya kapan kerja. Nah, kelihatan kan masalahnya di mana. Masalahnya akan selesai kalau ikut aturan komunitas, yakni aturan masyarakat orang-orang terbijak dari Indonesia.

Aturannya mudah, yakni harus memiliki kesamaan dengan kebanyakan orang Indonesia. Kalau orang nikah umur 20 tahun, maka untuk menghindar dari pertanyaan kapan nikah, menikahlah di usia 19 tahun ke bawah. Makin muda makin seru. Apalagi dinikahkan sama duda buyut. Kan di Indonesia ini, nikah di bawah umur masih marak terjadi.

Untuk menghindari pertanyaan kapan punya anak, lihatlah sekeliling. Orang-orang yang nggak ditanyain kapan punya anak adalah mereka yang hamil setelah sebulan menikah atau maksimal tiga bulan. Nah, masalahnya banyak yang nggak mau mengikuti aturan yang sudah ditetapkan masyarakat Indonesia. Padahal ini namanya investasi. Istilahnya “nabung” dulu. Kan pangkal kaya.

Lalu, kenapa masyarakat Indonesia suka banget nanya “kapan?” Karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat padi.

“Masyarakat Indonesia memegang erat budaya padi, sedangkan masyarakat Eropa memegang budaya gandum.”

Baca Juga:

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

Apaan maksudnya?

Dalam bertani padi, sawah masyarakat satu sama lain itu berdekatan. Sehingga, masyarakat akan cenderung melakukan gotong-royong dan tingkat solidaritasnya tinggi. Jadi, intinya, di dalam komunitas padi, kepentingan kelompok lebih berarti daripada kepentingan pribadi.

Sementara itu, komunitas gandum sebaliknya. Lahan gandum di Eropa sangat luas dan bisa dikendalikan oleh satu orang saja. Oleh sebab itu, rumah penduduk saling berjauhan. Mau tidak mau, masyarakat menjadi lebih mandiri, tidak saling sapa, dan saling tegur.

Akhirnya, tercipta masyarakat yang mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan kelompok. Teori yang luar biasa… aneh. Siapa yang bikin teori di atas? Ya siapa lagi kalau bukan saya.

Nah, hubungannya apa sama pertanyaan kapan nikah?

Ya karena masyarakat Indonesia memiliki solidaritas yang kuat. Urusan pribadi itu bisa dianggap urusan bersama. Makanya, sebagai satu kesatuan yang utuh, dianggap aneh kalau ada salah satu bagian yang tidak diketahui bagian lainnya.

Itu sebabnya masyarakat kecewa ketika tiba-tiba Maudy Ayunda mengumumkan pernikahannya tanpa mengabari kapan dia  berpacaran, dilamar, dengan siapa, bagaimana persiapannya, wetonnya apa, komentar Lesti Kejora kayak apa, dan lain sebagainya. Kita haus privasi orang!

Bahkan basa-basi yang sangat Indonesia jadi satu pertimbangan masyarakat untuk memperkuat kekerabatannya. Ya, kali udah lama nggak ketemu, masak nggak ngobrol? Nggak Indonesia banget. Di kendaraan umum, baru ketemu saja sudah saling sapa “Mau ke mana, Dek?” Apalagi sama keponakan dan tetangga sendiri. Masa nggak nanya nanya sih?

Terus kenapa pertanyaannya harus kapan?

Karena pertanyaan lain seperti di mana? Siapa? Apa? Itu sudah sering diperbincangkan saat bergosip, terutama ketika seseorang yang ditanya itu tidak bersama rombongan. Makanya, habiskan waktumu dengan bergunjing. Jadi orang itu mbok ada partisipasinya.

Sementara itu, pertanyaan mengapa dan bagaimana itu akan memerlukan waktu panjang untuk mendapatkan jawaban. Padahal, orang Indonesia menyukai basa-basi, yang mana basa-basi itu bukan suatu penjabaran. Lebih kepada, daripada nggak mengeluarkan suara dari mulut.

Maka, alternatif terbaiknya adalah pertanyaan “kapan” tetap akrab dan tidak ribet karena panjang lebarnya. Karena mereka nggak tahu betul sebenarnya apa yang dirasakan dan inginkan. Memang benar, solidaritas itu penting, tapi kekurangan dari kepentingan bersama ini menjadi bumerang bagi kepentingan pribadi. 

Masyarakat Indonesia jadi acuh terhadap urusan pribadi. Makanya, lahir statement “gitu aja baper”.

Maka, perlu disadari bahwa setiap budaya yang dipegang akan selalu menyelip kelebihan dan kekurangan. Dan semua itu menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Hore.

Penulis: Nurlaeli Rohmah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 2 Kelemahan Daihatsu Sigra yang Harus Diketahui Sebelum Membelinya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2022 oleh

Tags: IndonesiaKapan Nikahkapan punya anakorang indonesia
Nurlaeli Rohmah

Nurlaeli Rohmah

Saya adalah sulung keturunan Jawa yang lahir di Aceh dan besar di budaya Gayo, tapi tidak bisa ketiga bahasa tersebut.

ArtikelTerkait

dear diary

Kapan Terakhir Kali Kita Menulis ‘Dear Diary’?

29 Agustus 2019
dalam negeri

Masalah Papua Merupakan Urusan Dalam Negeri Indonesia

3 September 2019
coki pardede narkoba KPI pengalihan isu mojok

Kasus Coki Pardede Bukanlah Pengalihan Isu Kasus KPI, Negara Ini Memang Banyak Masalah

3 September 2021
hantaran

Salah Satu Indahnya Keberagaman: Dapat Hantaran dan Menikmati Makanan saat Hari Raya Agama Lain

12 Agustus 2019
Bento ala Sekolah Jepang dan Makan Siang Gratis ala Kadarnya, Bukti Kita Terbiasa dengan Standar Rendah dari Pemerintah

Bento ala Sekolah Jepang dan Makan Siang Gratis ala Kadarnya, Bukti Kita Terbiasa dengan Standar Rendah dari Pemerintah

11 Maret 2024
Sistem Pendidikan Finlandia; Belajar Cara Belajar. Menyadarkan Saya Betapa Bobrok dan Tertinggal Sistem Pendidikan Indonesia Mojok.co

Buku Sistem Pendidikan Finlandia; Belajar Cara Belajar, Menyadarkan Saya Betapa Bobrok dan Tertinggal Sistem Pendidikan Indonesia

1 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kelemahan Tinggal di Apartemen yang Nggak Tertera dalam Brosur Mojok.co

4 Kelemahan Tinggal di Apartemen yang Nggak Tertera dalam Brosur

2 Mei 2026
Jurusan PBSI Memang Jurusan yang Nanggung: Mau Jadi Guru Masih Harus PPG, Sastranya Juga Nggak Terlalu Dalam PPG Calon Guru

Sisi Gelap Kuliah di Prodi PBSI: Belajar Bahasa Indonesia, tapi Mahasiswanya Nggak Paham PUEBI dan Nggak Suka Baca Buku

6 Mei 2026
4 Kebiasaan yang Umum di Semarang, tapi Jadi Aneh di Jogja (Unsplash)

4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja

3 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes Mojok.co

Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes

4 Mei 2026
Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

5 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk
  • Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi
  • Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
  • Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin
  • Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.