Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Kenapa Kita Bisa Menyelesaikan Masalah Orang Lain, padahal Masalah Sendiri Saja Nggak Kelar-kelar?

Ilham Maulana oleh Ilham Maulana
29 Agustus 2022
A A
Kenapa Kita Bisa Menyelesaikan Masalah Orang Lain, padahal Masalah Sendiri Saja Nggak Kelar-kelar?

Kenapa Kita Bisa Menyelesaikan Masalah Orang Lain, padahal Masalah Sendiri Saja Nggak Kelar-kelar? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap orang pastinya punya masalah kehidupan, dari yang beneran pelik sampai yang, ya sebenarnya biasa-biasa saja. Curhat bisa jadi solusi untuk meluapkan emosi dari masalah yang kita miliki. Terkadang tujuan orang curhat emang cuma mau didengar saja. Tapi nggak jarang kok orang yang merasa sudah buntu dengan masalahnya, curhat untuk bisa dapat nasihat untuk mecahin permasalahanya.

Di kondisi itulah dia butuh banget teman curhat yang bijak. Yang mau mendengarkan dengan baik sekaligus memberikan respon yang diharapkan. Teman curhat kita bakal ngasih nasihat, solusi, dan saran atas masalah kita sampai-sampai kita ketemu jalan keluarnya, “Oh aku harus lakuin ini nih!”

Nah kadang juga kondisi terjadi sebaliknya, kita bisa menjadi teman curhat yang memberi nasihat atas masalah orang lain. Karena teman kita itu sudah naruh kepercayaannya ke kita untuk cerita, kita dengarkan tuh curhatannya. Terus habis itu kita kasih saran dan ternyata saran itu berguna baginya.

Nah, inilah anehnya. Kok bisa kita ngasih nasihat orang lain dan itu menyelesaikan masalah mereka, sedangkan kita sendiri kelabakan nyari solusi buat masalah kita sendiri?

Kalau kalian pernah menanyakan hal yang sama ke diri sendiri, saya akan kasih penjelasan. Siapa tahu, penjelasan ini bisa bikin kalian menyelesaikan masalah kalian sendiri.

Masalah itu ibarat kubangan air kotor atau, bahkan lebih besar lagi, kolam air kotor. Orang yang punya masalah tuh seperti “nyemplung” di air kotor itu. Akhirnya jarak pandangnya ya serba kotor. Lihat kanan lihat kiri yang ada cuma air kotor. Coba pikir ke sana kemari yang ditemui lagi-lagi masalah.

Belum lagi sama emosi yang bakal muncul atas setiap kemungkinan masalah baru dari masalah utama kita. Kalau kondisinya begitu, gimana bisa orang berpikir jernih? Yang ada orang itu cuma berputar aja di kolam penuh masalah itu.

Nah, datanglah teman curhat. Dia nggak akan masuk ke air kotor itu, dia nggak akan terjun langsung ke masalah kita. Dia cukup mendengarkan segala masalah sampai ke seluk-beluknya untuk dapatin keseluruhan kondisinya. Oleh karena dia nggak mau ikut nyebur ke kolam air kotor, posisi dia duduk manis di luar kolam air kotor itu, ngelihat temennya yang lagi bermasalah tenggelam di kolam air kotor itu.

Baca Juga:

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Facebook Adalah Seburuk-buruknya Tempat Curhat Soal Kulit dan Minta Rekomendasi Skincare

Gara-gara posisinya itu, dia punya jarak pandang yang lebih luas. Dia bisa ngelihat batas-batas kolam air kotor permasalahan itu. Hasilnya dia bisa lihat celah mana yang bisa dia akalin untuk ngajak temennya ini keluar dari masalahnya.

Nah, posisi kita kalau jadi teman curhat yang bijak ya seperti itu. Kita cukup duduk di luar kolam air kotor memperhatikan cerita masalah teman kita dengan lebih jernih.

Meski kadang-kadang kita nggak sepenuhnya niat mendengarkan permasalahan teman kita dan nggak jarang asal lempar solusi, tapi karena posisi kita lebih jernih ketimbang teman kita yang lagi berada di kolam masalah, omongan kita bisa memberikan dampak yang baik ke temen itu.

Beda kalau kita yang punya masalah. Kita yang tercebur di kolam air kotor. Kita yang terkurung di kolam penuh dengan masalah itu. Emosi, kelelahan, dan faktor lainnya dari masalah itu membuat kita nggak bisa berpikir jernih. Boro-boro menyelesaikan masalah, nggak maki-maki orang aja udah bagus.

Itulah penjelasan kenapa kita bisa terlihat bijak untuk menyelesaikan masalah orang lain padahal masalah diri sendiri juga menumpuk dan nggak tahu cara penyelesaiannya. Akar masalahnya amat sederhana, meski, ya, nggak sesederhana itu.

Jadi, kalau kalian mau menyelesaikan masalah kalian sendiri, baiknya tenangin diri dulu. Kalau memang kalian tetep nggak bisa jernih dan terbenam bias, baiknya segera cari pertolongan. Hubungi kawan, atau profesional. Kalian nggak sendiri, jangan pernah merasa sendiri, dan jangan biarkan orang lain sendiri.

Penulis: Ilham Maulana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Curhat Teman Jangan Disela dengan Bilang ‘Dulu Masalahku Juga Kayak Gini’

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2022 oleh

Tags: Curhatmenyelesaikan masalah
Ilham Maulana

Ilham Maulana

Alumni UIN Sukijo yang kini jadi Freelance Content Writer.

ArtikelTerkait

bau badan

Kenapa Sih Orang yang Bau Badan Nggak Sadar dengan Bau Badannya Sendiri?

10 Agustus 2019
mboncengin

Rasanya Ketika Mboncengin Orang Pakai Motor

2 Agustus 2019
huft

Kejadian-Kejadian ‘Huft’ yang Menahan Kamu Keluar Dari Rumah

27 Juli 2019
fiersa besari

Hewan-hewan Ini Lebih Bucin dari Fiersa Besari

3 September 2019
pasal

Menghakimi Status di Instastory: Pasal Mana Pasal?

19 September 2019
rumah tangga

Perkara Rumah Tangga, Sebaiknya Jangan Curhat di Media Sosial

18 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.