Saya pernah mondok di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Ini sebenarnya informasi geografis yang sederhana, bahkan cenderung sepele. Tidak perlu peta tiga dimensi, tidak perlu penjelasan panjang. Namun entah mengapa, setiap kali saya menyebut kata “Kembaran”, respons orang hampir selalu seragam, seperti sudah dihafalkan sebelumnya. “Oh, Purwokerto ya?”
Kalimat itu sering dilontarkan dengan nada yakin dan sok tahu. Pada awalnya, saya masih bersemangat meluruskan. Dengan nada sabar dan peta imajiner di kepala, saya menjelaskan bahwa Kembaran memang berdekatan dengan Purwokerto, tetapi tidak termasuk wilayah Purwokerto.
Kembaran juga kecamatan di Kabupaten Banyumas
Secara administratif, Kembaran adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas. Sementara Purwokerto sendiri terbagi menjadi beberapa kecamatan dan kecamatan tersebut juga berada di wilayah Kabupaten Banyumas. Baik Kembaran maupun Purwokerto sama-sama Banyumas, tapi tetap tidak bisa disamakan begitu saja.
Penjelasan itu kadang saya sampaikan dengan lengkap, kadang singkat, tergantung situasi dan energi. Sesekali saya tambahkan cerita bahwa kebingungan semacam ini bukan pertama kali saya temui. Bahwa sudah banyak orang lain yang menanyakan hal serupa, dan semuanya berakhir pada kesimpulan yang sama. Kebingungan ini bukan kasus tunggal, melainkan kejadian berulang yang entah bagaimana terus diwariskan dari satu percakapan ke percakapan lain.
Baca halaman selanjutnya: Kehilangan identitasnya sendiri…



















