Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Anis Susiati oleh Anis Susiati
16 Desember 2025
A A
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Secara mental, Kembaran seperti sudah lama diseret masuk ke Purwokerto tanpa pernah dimintai persetujuan. Ia kehilangan identitasnya sendiri, setidaknya dalam kepala orang-orang yang merasa cukup tahu karena pernah lewat terminal atau sekadar mendengar nama Purwokerto lebih sering disebut.

Lama-lama lelah menjelaskan

Seiring waktu, semangat meluruskan soal Kecamatan Kembaran itu pelan-pelan runtuh, seperti kebanyakan idealisme lain dalam hidup. Bukan karena argumen saya kurang kuat, tetapi karena penjelasan yang sama terus diulang dengan hasil yang tidak pernah benar-benar berubah. Pada titik tertentu, saya mulai bertanya pada diri sendiri: untuk apa?

Saya menjelaskan sekali, orang mengangguk. Saya menjelaskan dua kali, orang tetap mengangguk. Lalu saya menjelaskan berkali-kali, dan di ujung percakapan selalu muncul kalimat pamungkas yang nyaris sama yang intinya mereka akan mengatakan, “Ah, pokoknya Purwokerto lah.”

Kalimat itu terdengar sederhana, tapi cukup untuk menghapus seluruh penjelasan sebelumnya. Seperti menekan tombol skip pada percakapan yang sebenarnya ingin saya selesaikan dengan baik.

Karena kejadian ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berulang dengan orang yang berbeda-beda, saya akhirnya memutuskan untuk berhenti meluruskan. Bukan karena saya kalah, apalagi mengakui mereka benar, melainkan karena saya sadar bahwa menjelaskan berulang kali kepada orang yang sudah merasa paham hanya akan menghabiskan energi. Dan energi, pada akhirnya, adalah sesuatu yang terlalu berharga untuk dihabiskan demi urusan apakah Kembaran perlu terus-menerus disamakan dengan Purwokerto.

Sekarang, jika ditanya mondok di mana, saya kadang langsung menjawab, “Purwokerto.” Bukan karena itu fakta, tapi karena itu mempercepat percakapan. Tidak perlu kuliah geografi singkat. Tidak perlu diskusi wilayah administratif. Dan tidak perlu membuktikan bahwa saya tahu daerah tempat saya sendiri pernah tinggal. Lagi pula, apa pentingnya?

Toh, hidup saya tidak berubah drastis meski Kembaran disalahpahami. Pondoknya tetap di tempat yang sama. Saya tetap bangun subuh. Tetap ngaji. Tetap mengantuk dan tidur di kelas. Dan tetap antre makan, antre kamar mandi dengan waktu yang tidak pernah cukup. Tidak ada yang mendadak berpindah lokasi hanya karena orang lain salah paham tentang nama daerah.

Tak semua harus diributkan

Dari situ, saya jadi berpikir bahwa mungkin memang ada hal-hal dalam hidup yang lebih baik diiyakan saja, meski kita tahu itu tidak sepenuhnya benar. Bukan karena kita lemah, tapi karena kita memilih menyimpan tenaga. Karena hidup, ternyata, menyediakan jauh lebih banyak hal yang layak diperjuangkan daripada sekadar meluruskan kesalahpahaman orang lain.

Baca Juga:

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

Seperti memperjuangkan masa depan. Atau sekadar bertahan hidup di tengah realitas yang jauh lebih melelahkan daripada urusan Purwokerto dan Kembaran.

Kini, setiap kali seseorang berkata, “Oh, Purwokerto ya,” saya hanya tersenyum dan mengangguk. Dalam hati saya berkata, ya sudahlah. Tidak semua kesalahan perlu dikoreksi. Beberapa cukup diterima sebagai bagian dari hidup yang tidak perlu diributkan.

Toh, Kembaran tidak pernah benar-benar ingin menjadi Purwokerto. Yang ingin itu mungkin hanya orang-orang yang malas membuka peta.

Penulis: Anis Susiati
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Enaknya Hidup di Kecamatan Kembaran Banyumas: Dekat Kota, tapi Masih Asri dan Banyak Makanan Enak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2025 oleh

Tags: banyumaskabupaten banyumaskecamatan kembaranKembaran Banyumaskota purwokertopilihan redaksipurwokerto
Anis Susiati

Anis Susiati

Arsitek bagi dunianya sendiri. Menulis untuk membebaskan isi kepala yang terlalu penuh dengan imajinasi, mengubah riuhnya pikiran menjadi barisan kata.

ArtikelTerkait

Senjakala Madhang Maning Park Purwokerto: Pusat Kuliner yang Digadang-gadang Bakal Ramai, tapi Nyatanya Semakin Terbenam

Senjakala Madhang Maning Park Purwokerto: Pusat Kuliner yang Digadang-gadang Bakal Ramai, tapi Nyatanya Semakin Terbenam

2 November 2023
Sleeper Bus Juragan 99 Trayek Malang Jakarta, Bus "Angkuh" yang Bikin KA Eksekutif Jadi Nggak Worth It bus malang-jakarta kereta api eksekutif

Sleeper Bus Juragan 99 Trayek Malang Jakarta, Bus “Angkuh” yang Bikin KA Eksekutif Jadi Nggak Worth It

5 Juli 2024
Gubernur DIY Tidak Mungkin Ingkar Janji, Lha Wong Tidak Janji Apa-apa

Gubernur DIY Tidak Mungkin Ingkar Janji, Lha Wong Tidak Janji Apa-apa

22 April 2022
7 Band Indonesia yang Semakin Tenar setelah Ganti Vokalis Terminal Mojok

7 Band Indonesia yang Semakin Tenar setelah Ganti Vokalis

6 Desember 2022
IPB Saya “Buang” demi Unsoed yang Katanya Nggak Terkenal (IG Unsoeda) fakultas teknik unsoed

IPB Adalah Kampus Impian Saya, tapi Saya Lebih Memilih Kuliah di Unsoed yang Katanya Nggak Terkenal Itu

13 September 2025
Madang Maning Park Purwokerto: Pusat Kuliner Mewah, Sekali Hujan Langsung Basah!

Madang Maning Park Purwokerto: Pusat Kuliner Mewah, Sekali Hujan Langsung Basah!

13 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kasta Sirup Indomaret Paling Segar yang Cocok Disuguhkan Saat Lebaran Mojok.co rekomendasi sirup

Urutan Sirup dengan Gula Tertinggi hingga Terendah, Pahami agar Jangan Sampai Puasamu Banjir Gula!

15 Februari 2026
Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026
Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingunkan Pengunjung Mojok.co

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

20 Februari 2026
Honda Brio, Korban Pabrikan Honda yang Agak Pelit (Unsplash)

Ketika Honda Pelit, Tidak Ada Pilihan Lain Selain Upgrade Sendiri karena Honda Brio Memang Layak Diperjuangkan Jadi Lebih Nyaman

16 Februari 2026
Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

14 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan
  • Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru
  • Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite
  • Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access
  • Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah
  • Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.