Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kekolotan Petinggi Suzuki, Penyebab Pabrikan Ini Terancam Gulung Tikar

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
29 Agustus 2022
A A
Kenapa Penjualan Suzuki Nyungsep dan Tak Bisa Bangkit Lagi?

Kenapa Penjualan Suzuki Nyungsep dan Tak Bisa Bangkit Lagi? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai mantan pengguna motor Suzuki hampir satu dekade, saya selalu heran dengan kegagapan yang diperlihatkan oleh Suzuki ketika menghadapi inovasi produk dari Honda dan Yamaha. Setelah 2006, Suzuki tampak seperti ogah-ogahan dan kurang serius dalam menjangkau segmentasi pasar yang sudah kadung teracuni dengan model dan desain motor dari Honda dan Yamaha.

Hal itu bisa dilihat dari ketersediaan suku cadang dan pelayanan Service dealer yang amat sangat minimalis. Lah wong teman saya yang kerja di Suzuki saja motornya vixion (Yamaha). Alasannya sederhana: karena suku cadangnya susah. Ditambah dengan model dan desain produk mereka yang terlalu India-sentris sehingga tampak aneh di mata konsumen Indonesia.

Coba lihat Honda dan Yamaha, dua pabrikan yang bertarung hingga kini. Semenjak 2008, mereka berinovasi terus-terusan dan mengeluarkan produk yang sesuai dengan segmentasi. Di tiap segmen, mereka selalu bertarung dan punya produk unggulan. Produk yang sudah ada diberi pembaruan, produk baru dibikin benar-benar unggul. Lain halnya dengan Suzuki, mereka seakan gagap dan kelabakan. Alih-alih mengejar, seakan-akan Suzuki justru asyik sendiri dengan dunianya dan nggak menawarkan hal-hal yang bisa bikin pembeli berpaling.

Imbasnya, Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan tingkat penjualan domestik tahunan motor Suzuki selama satu dekade terakhir tidak pernah menembus angka 600 ribu unit. Bahkan sejak 2015, penjualan motor Suzuki hanya di angka 100 ribuan dan terus merosot hingga 18 ribu unit pada 2021. Di mana pada tahun yang sama Honda dan Yamaha, masing-masing bisa menjual 3,9 juta dan 1 juta unit. Penjualannya nyungsep, dan keliatannya nggak bisa bangkit.

Secara bisnis, saya meyakini bahwa para petinggi Suzuki di Indonesia sadar bahwa situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja dan perlu terobosan konkret. Namun, menurut saya ada beberapa hal yang bikin mereka malah terlihat seperti nggak sadar dan “kolot”. Ada empat hal yang saya kira jadi penyebab.

#1 Fokus ke pasar India

Saat ini, Suzuki sedang merajai pasar motor di Negara Vrindavan dengan penjualan tahunan mencapai rata-rata 750an ribu unit. Itu hanya untuk penjualan domestik, belum dihitung dengan total ekspor yang dilakukan oleh Suzuki di India.

Sebagai gambaran, di tengah pandemi tahun lalu India bahkan mencatatkan konsumsi motor sebanyak lebih dari 15 juta unit. Angka ini 3 kali lipat lebih tinggi dari pembelian motor di Indonesia.

Ceruk pasar yang begitu potensial membuat para dedengkot Suzuki di Jepang tentu akan lebih berfokus pada negara yang mempunyai tingkat penjualan yang tinggi yaitu India. Lebih masuk akal, ketimbang harus menyesuaikan selera pasar orang-orang Indonesia yang kebanyakan hanya fokus melihat desain dan model ketimbang kualitas mesin. “Sing atine apik kalah karo seng ayu lan bagus”, begitu kira-kira.

Baca Juga:

Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

Persepsi bisnis yang demikian membuat aliran modal dan investasi Suzuki jadi lebih banyak difokuskan ke India.

Ibaratnya untuk apa memaksa meningkatkan penjualan ikan salmon ke orang-orang yang lebih suka tempe dan tahu? Lebih baik fokus meningkatkan penjualan salmon ke tempat orang-orang yang banyak suka salmon, bukan?

#2 Inovasi setengah-setengah

Kalian tahu motor GSX? Motor sport Suzuki yang mesinnya ada yang 150 cc dan 250 cc itu. Produk Suzuki ini, sejak 2017, hanya mengalami perubahan warna tanpa penambahan fitur dan teknologi yang kompetitif. Bandingkan dengan seri R milik Yamaha atau Seri CB milik Honda yang punya variasi desain yang memanjakan mata.

Selain GSX, produk motor matic keluaran Suzuki juga diperlakukan sama sehingga sulit sekali menjangkau konsumen Indonesia lebih luas. Kehati-hatian ini disebabkan karena para petinggi Suzuki terlalu nyaman dengan memfokuskan semua pengembangannya untuk motor bebek laki mereka yaitu Satria FU. Yang dalam beberapa tahun terakhir harus bersaing ngos-ngosan dengan Sonic yang dirilis oleh Honda.

Padahal Sonic aja nggak laku-laku amat. Banyak yang bilang itu motor aneh wokwokwokw.

Hingga saat ini Suzuki bahkan belum terlihat melakukan penyegaran produk secara berkala dan menghadirkan platform atau fitur baru untuk produk-produk motor mereka.

Coba bandingkan sama PCX yang rilis belum ada 4 tahun saja sudah keluar versi facelift. Atau NMAX yang ngeluarin lini baru mereka. CBR150R aja udah ganti konsep berapa kali 6 tahun terakhir ini.

Sedangkan Suzuki? Yo ngono-ngono ae.

#3 Tidak sesuai kebutuhan konsumen

Posisi Suzuki di Indonesia bisa dibilang berbeda dengan Honda atau Yamaha yang bisa mengembangkan motor seenaknya sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Jadi sebenarnya bukannya mereka tidak ingin menghadirkan motor yang sesuai dengan kebutuhan market di Indonesia, tapi karena kemampuan mereka yang terbatas. Kadang Suzuki Indonesia hanya bisa import produk-produk dari India atau China. Memang sangat disayangkan, seandainya Suzuki seperti Honda dan Yamaha, pasti bakalan seru.

Selain itu, desain dan model yang diajukan oleh para developer produk Suzuki Indonesia tidak jarang selalu dirombak oleh pihak Research and Development Suzuki di Jepang untuk menyesuaikan potensi pasar yang lebih luas seperti India dan China.

#4 Nggak sadar dengan pergerakan kompetitor

Persaingan di dunia otomotif itu keras. Kalau nggak bisa bikin hal baru, setidaknya liat kompetitor, lalu modifikasi. Nggak harus ditiru abis-abisan, nggak bakal bisa soalnya. Tapi, cari celahnya. Dan itu, saya pikir, nggak dilakukan Suzuki.

Ketika Yamaha sukses dengan R15-nya, Honda langsung menawarkan CBR 150R, dengan tampilan yang lebih gagah dan harga yang mirip. Apa yang bikin CBR berbeda ketimbang R15? Fairing yang lebih tajam, dan desain lampu yang lebih ciamik.

Ketika pasar matic seakan stagnan, tiba-tiba Honda mengeluarkan NMAX. Honda saat itu punya skutik premium, yaitu Honda PCX CBU. Tapi, Yamaha melihat celah dengan meluncurkan NMAX, skutik premium lokal dengan harga terjangkau. Tapi, tak butuh waktu lama untuk Honda mengeluarkan PCX lokal dengan teknologi keyless.

Nah, di sinilah masalahnya. Suzuki tidak melakukan apa yang Yamaha dan Honda lakukan, yaitu “berbalas produk”. Memang tidak harus ikut-ikut, tapi andai mau ikutan bertarung (dan tentu saja dengan serius), bisa jadi kita punya skutik premium yang lebih unggul ketimbang PCX dan NMAX. Alih-alih ikut bertarung, mereka malah duduk manis. Dan bagi saya, inilah yang bikin pabrikan ini tertinggal: “kekolotan”.

Itulah beberapa asumsi saya tentang kenapa Suzuki terkesan kolot, dan dilihat dari alasan di atas, ya benar sih itu tanda bahwa jajaran direksinya kolot. Sangat disayangkan, produk berkualitas harus menghadapi masalah yang sebenarnya bisa diatasi. Kita lihat saja, apakah dalam waktu dekat, mereka akan berbenah, atau memilih menyerah dengan keadaan.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Wahai Suzuki, Belajarlah dari Kawasaki

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2022 oleh

Tags: hondasuzukiyamaha
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Yamaha Vixion Nggak Cocok untuk Orang Desa di Madura, Mending Motor Bebek yang Lebih Multifungsi Mojok.co

Yamaha Vixion Nggak Cocok untuk Orang Desa di Madura, Mending Motor Bebek yang Lebih Multifungsi

18 Januari 2024
lionel messi dan barcelona mirip marc marquez dan repsol honda mojok.co

Marc Marquez Kayaknya Lagi Disindir waktu Honda Unggah Meme Messi Berseragam Balap

2 September 2020
Beat Karbu, Motor Honda Paling Boros yang Bikin Sengsara (Firzafp via Wikimedia Commons)

Beat Karbu Adalah Motor Sengsara, meski Lincah tapi Motor Honda Ini Boros dan Nggak Semua Semua Orang Cocok Mengendarainya

1 Juni 2024
Yamaha Fazzio: Motor yang Awalnya Terlihat Aneh, tapi Lama-Lama Bikin Kepincut Mojok.co

Yamaha Fazzio: Motor yang Awalnya Terlihat Aneh, tapi Lama-Lama Bikin Kepincut

19 November 2025
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

18 Agustus 2025
Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Apa Motor yang Paling Tidak Nyaman di Dunia dan Kenapa Jawabannya Honda ADV 160?

4 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.