Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Karyawan Startup di Jogja Tersiksa, Apalagi Saat Bulan Ramadan. Udah Gaji Nggak Seberapa, Kesempatan untuk Sahur dan Buka Hampir Nggak Ada

Riyanto oleh Riyanto
4 April 2024
A A
Jadi Karyawan Startup di Jogja Itu Mimpi Buruk, Apalagi saat Bulan Ramadan. Gaji Nggak Seberapa, Hampir Nggak Ada Waktu untuk Sahur dan Buka Mojok.co

Jadi Karyawan Startup di Jogja Itu Mimpi Buruk, Apalagi saat Bulan Ramadan. Gaji Nggak Seberapa, Hampir Nggak Ada Waktu untuk Sahur dan Buka (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada banyak cerita meresahkan karyawan startup di level nasional maupun internasional. Sayangnya, mereka tidak bisa speak up karena karyawan start up terikat kontrak. Biasanya kantor tidak mengizinkan karyawan untuk spill masalah di berbagai media. Termasuk ketika mereka sudah tidak bekerja di sana. Terdengar aneh bukan? Tapi begitulah kehidupan karyawan startup. 

Ironisnya, berbagai posisi yang ditawarkan perusahaan startup begitu diminati di Jogja. Posisi yang dimaksud seperti Customer Service (CS), Quality Assurance (QA), Quality Control (QC), dan sejenisnya. Biasanya posisi-posisi itu memang diisi oleh karyawan outsource. Persyaratan untuk posisi-posisi itu memang nggak menuntut banyak skill dan bisa dari bidang apa saja. Hanya satu kemampuan yang wajib dimiliki para pelamar, yakni kesabaran selevel biksu Tom Sam Chong alias kudu sabar banget

Memang, karyawan outsources itu tidak berada di bawah perusahaan startup secara langsung, tapi perannya sangatlah penting. Merekalah yang bertanggung jawab terhadap hubungan-hubungan dengan pihak luar atau pengguna platform startup. Itu mengapa, kesejahteraan karyawan startup seharusnya diperhatikan, sekalipun statusnya outsources.

Karyawan startup terdengar keren, tapi bekerjanya sambil menangis

Untuk mengangkat isu ini, saya bertemu dengan Fira (28), warga Bantul yang memberanikan diri untuk menceritakan keluh kesahnya. Dia bekerja sebagai karyawan outsources untuk perusahaan startup tingkat internasional. Sehari-hari dia berkantor di Jogja sisi utara. Fira bertanggung jawab menangani berbagai keluhan dari pengguna di seluruh dunia. Termasuk, keluhan dari orang-orang yang merasa dirinya adalah pusat dunia, alias warga Amerika Serikat.

Keluhan dari mereka sudah dipastikan menguras energi setengah mati. Selama bekerja, Fira dan karyawan startup lain kerap menangis karena harus menahan emosi sambil harus terus menjawab dengan sopan. Selain itu, sistem kerja di kantornya juga membuatnya tak memiliki jadwal istirahat yang pasti. Secara tertulis sih ada jam istirahat, tetapi prakteknya tak pernah seperti itu. Intinya, selama masih ada komplain masuk, meskipun sudah sampai di jam istirahat, Fira dan rekan-rekannya ini masih harus melayani sampai selesai. Jangan kira satu komplain bisa selesai dalam waktu beberapa menit. Satu komplain saja bisa memakan waktu berjam-jam untuk selesai.

Karyawan startup tidak bisa sahur dan buka puasa pada jam seharusnya

Sistem kerja tidak memungkinkan bagi Fira untuk istirahat dan pulang tepat waktu. Sebab, waktu istirahat dan pulang tergantung pada ada tidaknya komplain yang masuk. Itu mengapa sistem kerja ini nggak menguntungkan bagi pekerja yang menjalani puasa. Waktu sahur dan buka jadi kacau. 

Sistem shifting di tempat kerja Fira adalah 24 jam. Saat Fira dapat shift malam, maka dia berkesempatan istirahat pada pukul 00.00 WIB. Itu berlaku kalau tidak ada komplain masuk di menit-menit sebelum istirahat. Waktu istirahat tersebut masih sangat jauh dari sahur. Namun, Fira terpaksa melakukan sahur di waktu tersebut. Sebab, Fira dilarang membawa makanan maupun minuman sama sekali saat bekerja. 

Di sisi lain, saat Fira masuk shift sore, dia baru mendapat jam istirahat sekitar pukul 20.00 WIB. Sekali lagi, waktu istirahat itu berlaku kalau tidak ada komplain masuk di menit-menit sebelum istirahat. Artinya, Fira baru bisa berbuka puasa saat jam istirahat tersebut. 

Baca Juga:

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

Sistem shifting yang tidak ramah waktu buka dan sahur itu menjadi tantangan besar bagi Fira dan rekan-rekannya. Dia mau komplain pun tak berguna, sebab yang menentukan jadwal shifting adalah induk perusahaan di luar negeri sana. Akhirnya mereka hanya bisa menerima nasib. 

Perjalanan dari Bantul selatan ke utara Jogja jadi masalah tersendiri

Tidak hanya urusan komplain yang bikin nangis dan shift yang nggak ramah orang berpuasa, perjalanan menuju tempat kerja juga jadi masalah tersendiri bagi Fira. Bermodal motor matic Vario yang usianya tak lagi muda, dia menembus jalanan dari Bantul selatan menuju kantornya di Jogja utara. Perjalanan itu penuh tantangan, apalagi kalau harus masuk pukul 00.00 WIB.

Selama perjalanan, dia mengkhawatirkan bertemu dengan klitih dan pocong. Dua entitas yang paling menyeramkan bagi Fira. Apalagi, eksistensi klitih entah mengapa selalu meningkat di bulan puasa. Belum lama ini Fira mengeluhkan menjumpai fenomena klitih di jalur perjalanannya. Itu mengapa dia kerap minta tolong pasangannya untuk mengantar ketika harus kerja shift malam. 

Saat saya tanya kenapa Fira masih bekerja sebagai karyawan startup, perempuan itu menjawab hanya ingin menghabiskan masa kontrak. Sudah sejak lama dia memang ingin resign dan mencari pekerjaan yang lebih manusiawi. Sebenarnya Fira bisa saja mengajukan resign sebelum kontrak habis dan menjalani one month notice. Namun, dia mengurungkan opsi itu karena menunggu THR cair. 

Wajar saja, bagi banyak karyawan, THR memang menjadi pemanis setelah lelah bekerja. Apalagi kalau pekerjaannya berat dan gajinya hanya sedikit di atas UMR Jogja seperti Fira. 

Penulis: Riyanto
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Curahan Hati Asisten Rumah Tangga di Semarang yang Menjalani Pekerjaan Sampingan Saat Bulan Puasa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 April 2024 oleh

Tags: bulan ramadanJogjakaryawan startupRamadantenaga outsources
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun

5 Juli 2025
Sirop Belum Benar-benar Mampus meski Terus Dihajar Minuman Kemasan Seribuan

Sirop Belum Benar-benar Mampus meski Terus Dihajar Minuman Kemasan Seribuan

24 Maret 2024
friends biaya hidup mahasiswa jogja Tempat Nongkrong Hits dan Legendaris di Jogja yang Pernah Jaya Pada Masanya

Berapa sih Biaya Hidup Mahasiswa di Jogja?

1 Juli 2020
Ironis, Parkir Nuthuk di Malioboro Jogja Sudah Jadi Hal Biasa, yang Kemarin Belum Padam Sekarang Kembali Bikin Geram Mojok.co

Ironis, Parkir Nuthuk di Malioboro Jogja Sudah Jadi Hal Biasa, yang Kemarin Belum Padam Sekarang Kembali Bikin Geram

30 Juli 2025
KRL Jogja Solo Bikin Resah Anker KRL Jabodetabek (Unsplash)

5 Tingkah Penumpang KRL Jogja Solo yang Bikin Resah Pengguna KRL Jabodetabek

13 Mei 2025
Soto Jogja, Culture Shock yang Hingga Kini Sulit Saya Terima

Mau Nggak Mau, Kita Harus Sepakat dengan Yusril Fahriza bahwa Jogja Adalah Ibu Kota Soto Indonesia  

3 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo Mojok.co

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

14 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.