Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
24 Februari 2026
A A
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Wisata Bantul kerap menjadi “pelarian” wisatawan ketika suasana Jogja terasa sudah terlalu padat. Di sana memang ada banyak pilihan destinasi wisata, salah satu yang jadi keunggulan adalah destinasi wisata alam. Tidak heran kalau daerah di sisi selatan Jogja ini semakin dilirik oleh wisatawan dari tahun ke tahun. 

Walau begitu, ada beberapa tempat wisata Bantul yang sebenarnya cukup sekali saja dikunjungi. Bukan karena jelek ya, destinasi di sana sebenarnya bagus-bagus saja, hanya terkesan repetitif, tidak ada yang spesial. Intinya, membosankan.  

#1 Hutan Pinus Pengger, wisata Bantul yang estetik, tapi ya itu-itu saja

Hutan Pinus Pengger dikenal luas karena instalasi seni berbentuk tangan raksasa dan spot foto dengan latar lampu kota Yogyakarta di malam hari. Tempat ini sempat viral dan jadi incaran anak muda yang ingin update foto keren. Begitu masuk area hutan, suasananya memang adem dengan deretan pohon pinus yang menjulang tinggi. Anginnya sejuk dan cukup nyaman untuk nongkrong santai.

Akan tetapi, setelah beberapa kali datang, suasananya terasa monoton. Percayalah, spot foto yang itu-itu saja bikin pengalaman terasa berulang. Datang sore, foto di tangan kayu, tunggu malam, lihat city light, lalu pulang. Tidak banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan selain berfoto dan duduk-duduk. Kalau sudah pernah merasakan sekali, kunjungan berikutnya sering kali terasa seperti mengulang momen yang sama tanpa ada sensasi baru.

Baca juga 3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya.

#2 Gumuk Pasir Parangkusumo wisata Bantul yang unik, tapi cepat bosan 

Gumuk Pasir Parangkusumo menawarkan pemandangan yang jarang ditemui di Indonesia. Hamparan pasir luas dengan nuansa seperti gurun jadi daya tarik utama. Banyak orang datang untuk foto prewedding, konten media sosial, atau sekadar merasakan sensasi berdiri di tengah pasir yang luas. Saat matahari terbenam, siluet langit dan pasir memang terlihat dramatis.

Sayangnya, setelah sensasi awal itu, aktivitas di sini terbatas. Jalan di atas pasir, ambil foto, lalu selesai. Cuaca yang panas juga sering bikin cepat lelah. Kalau datang lagi di waktu berbeda, pemandangannya tetap mirip. Tidak banyak perubahan yang bisa dinikmati selain kondisi langit. Karena itu, banyak pengunjung merasa cukup sekali atau dua kali saja untuk benar-benar puas.

#3 Panorama Puncak Pinus Becici sebenarnya tidak spesial di Bantul

Nama Puncak Pinus Becici sempat melambung setelah dikunjungi tokoh penting internasional. Wisata Bantul ini menawarkan pemandangan perbukitan hijau dan hutan pinus yang luas. Dari gardu pandang, mata bisa memandang jauh ke arah kota dan pegunungan di kejauhan. Suasananya tenang dan cocok untuk melepas penat.

Baca Juga:

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

Meski begitu, karakter hutan pinus yang seragam membuat pengalaman di sini terasa tidak jauh berbeda dengan tempat pinus lain di Bantul. Spot duduk, gardu pandang, dan latar pepohonan jadi pola yang sama. Kalau sudah pernah menikmati view-nya, kunjungan berikutnya sering terasa kurang greget. Banyak orang akhirnya lebih memilih mencari spot baru dengan karakter alam yang berbeda agar tidak bosan.

#4 Seribu Batu Songgo Langit yang cocok dikunjungi sekali saja

Seribu Batu Songgo Langit terkenal dengan rumah hobbit mini dan dekorasi kayu yang unik. Wisata Bantul satu ini punya konsep yang cukup kreatif, terutama buat keluarga yang membawa anak-anak. Rumah kecil berbentuk setengah lingkaran jadi daya tarik utama untuk berfoto.

Akan tetapi, setelah semua sudut dieksplor dan difoto, tidak banyak lagi yang bisa dilakukan. Area wisatanya tidak terlalu luas dan variasi aktivitasnya terbatas. Datang kedua atau ketiga kali biasanya hanya mengulang pose di spot yang sama. Bagi yang suka tantangan atau pengalaman berbeda setiap kunjungan, tempat ini terasa cepat habis pesonanya.

#5 Bukit Panguk Kediwung, wisata Bantul yang serba nanggung

Bukit Panguk Kediwung populer karena panorama kabut pagi yang sering disebut seperti negeri di atas awan. Datang subuh, menunggu matahari terbit, lalu melihat kabut tipis menyelimuti lembah jadi pengalaman yang cukup magis. Banyak pengunjung rela berangkat pagi demi momen tersebut.

Masalahnya, momen terbaik hanya terjadi pada kondisi cuaca tertentu. Kalau datang lagi dan tidak ada kabut, pemandangannya jadi biasa saja. Bahkan ketika kabut muncul pun, pola kunjungannya tetap sama. Datang pagi, foto, menikmati sunrise, lalu turun. Tidak ada banyak variasi aktivitas lain yang membuat orang ingin kembali berkali-kali.

Baca juga Orang Bantul Kalau ke Sleman Rasanya Dekat, tapi Orang Sleman ke Bantul Rasanya Jauh Banget: Penderitaan Mahasiswa Nglaju PP.

#6 Bukit Lintang Sewu dengan city light yang familier

Bukit Lintang Sewu menawarkan panorama lampu kota di malam hari dari ketinggian. Banyak yang datang untuk menikmati suasana romantis sambil duduk santai di kursi kayu atau hammock. Wisata Bantul satu ini juga sering dipakai untuk camping ringan.

Akan tetapi, konsep city light seperti ini bukan hal baru di Bantul. Beberapa bukit lain menawarkan pemandangan yang serupa. Setelah sekali merasakan suasana malam dengan kerlip lampu di kejauhan, kunjungan berikutnya cenderung terasa repetitif. Tanpa adanya acara atau kegiatan khusus, pengalaman di sini mudah terasa sama dari waktu ke waktu.

#7 Hutan Pinus Asri yang tenang, tapi minim inovasi

Hutan Pinus Asri menghadirkan suasana hutan yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai. Deretan pohon pinus yang rapi menciptakan latar yang cantik untuk foto maupun sekadar piknik santai. Banyak komunitas memilih tempat ini untuk kumpul atau mengadakan acara kecil.

Meski nyaman, lagi-lagi konsepnya serupa dengan banyak hutan pinus lain di sekitar Bantul. Tidak ada wahana atau atraksi yang benar-benar berbeda. Kalau sudah pernah datang dan merasakan suasananya, kunjungan berikutnya sering hanya sekadar nostalgia. Buat sebagian orang, itu cukup. Tapi bagi yang mencari pengalaman baru, rasanya kurang menantang untuk didatangi berulang kali.

Itulah, 7 destinasi wisata di Bantul yang cukup sekali saja dikunjungi. Tempat-tempat tersebut memang Instagramable dan pas untuk melepas penat. Namun, tidak cocok untuk dikunjungi berkali-kali karena tidak banyak aktivitas dan inovasi ditawarkan di sana. Paling mentok ya menikmati pemandangan yang aslinya mirip-mirip dan foto-foto.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2026 oleh

Tags: Bantuldestiansi wisataJogjawisatawisata bantulwisatawan
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

ha milik tanah klitih tingkat kemiskinan jogja klitih warga jogja lagu tentang jogja sesuatu di jogja yogyakarta kla project nostalgia perusak jogja terminal mojok

3 Alternatif bagi Warga Jogja Setelah Malioboro dan Area Kraton Dilarang untuk Demo

15 Januari 2021
Tips Anak Rantau Jawa Timur yang Cari Makan di Jogja terminal mojok.co

Tips Anak Rantau Jawa Timur yang Cari Makan di Jogja

13 Desember 2021
Jogja dan Solo di Mata Orang Jambi (Unsplash.com)

Jogja dan Solo di Mata Orang Jambi: Tetap Menarik dan Layak Disambangi

7 Agustus 2022
Upah Minimum Jogja Memang Naik, tapi Bukan Berarti Buruh Nggak Boleh Protes, Ini Bukan Perkara Upah Semata, Bolo! UMP Jogja, gaji Jogja, frugal living ump jogja yogyakarta, bandung

Seburuk Apa pun Citra Jogja, Tetap Saja, Perkara Keramahan, Jogja Adalah Juaranya

21 Januari 2024
borobudur magelang yogyakarta mojok

Panduan Menjawab di Mana Letak Candi Borobudur agar Kalian Nggak Salah Tag Lokasi di Instastory

1 September 2020
4 Cara Cerdas Memilih Bakpia Jogja Berkualitas untuk Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co oleh-oleh jogja

4 Cara Cerdas Memilih Bakpia Jogja Berkualitas untuk Dijadikan Oleh-Oleh

8 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan Terminal

Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan

31 Mei 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya Mojok.co

Tips Belanja di Warung Madura supaya Menjadi Pelanggan Kesayangan Pemilik Tokonya

31 Mei 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.