Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Menu Red Flag dari Warmindo yang Perlu Banget Diwaspadai, Hati-hati!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
7 Januari 2024
A A
4 Menu Red Flag dari Warmindo yang Perlu Diberi Perhatian Khusus, Hindari Boleh, Nggak Juga Nggak Apa-apa, asal Waspada! jogja

4 Menu Red Flag dari Warmindo yang Perlu Diberi Perhatian Khusus, Hindari Boleh, Nggak Juga Nggak Apa-apa, asal Waspada! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Burjo, warmindo, atau apalah sebutannya, punya kaitan yang amat erat dengan mahasiswa Jogja. Banyak yang hidupnya terselamatkan gara-gara nasi telur, banyak orang kaya yang menapak tanah setelah makan di warmindo. Dan, yang paling penting, banyak cerita cinta dimulai, dan kandas di warung ini.

Warmindo memang ruang aman untuk para mahasiswa Jogja. Banyak yang menjadikan warung ini sebagai pelarian dari suntuknya rumah, banyak yang sekadar makan di warung ini karena tak punya pilihan. Tak jarang juga yang menjadikan warung ini sebagai tempat pacaran karena kiriman orang tua tak kunjung datang.

Untuk saya sendiri, yang menghabiskan masa mahasiswa dan kerja di Jogja, burjo selalu punya tempat yang spesial di hidup saya karena tanpa kebaikan dari Angga, penjaga burjo Kimcil (yang sayangnya sudah kukut), saya tak akan bisa menyelesaikan bab 4 skripsi saya.

Warmindo memang tempat yang spesial, meski, hal yang sama kadang tak berlaku untuk makanannya.

Memang tak banyak yang bisa diharapkan dari warung yang memang lekat dengan kaum proletar. Secara umum, sebenarnya makanan di burjo tak buruk. Banyak warmindo yang sebenarnya terkenal akan masakannya yang benar-benar enak. Tapi, selalu saja ada beberapa yang tak menjaga kualitas, terlebih untuk beberapa menu makan ini.

Disclaimer, saya tak menjatuhkan usaha warmindo. Sama sekali tidak. Tapi, baiknya Anda beri perhatian lebih pada menu-menu ini.

Nasi sarden

Saya yakin betul, nasi sarden adalah salah satu menu warmindo yang paling diminati mahasiswa. Masalahnya adalah, terkadang, untuk beberapa warung, justru menu ini tak laku-laku amat. Untuk saya pribadi, saya justru menghindari makanan ini.

Bukan, bukan karena saya tak suka makan sarden. Justru saya suka banget. Masalahnya adalah, beberapa warmindo tak mengecek kelayakan sarden yang mereka jual. Pengalaman saya pribadi, pernah mendapati nasi sarden berisi ulat. Sejak saat itu, saya menghindari sarden di warmindo. Moh, risiko.

Baca Juga:

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

Sambel warmindo

Gorengan hangat warmindo akan lebih nikmat disantap dengan sambal. Sumpah, tak ada kenikmatan yang bisa mengalahkan kriuk gorengan mongah-mongah yang berlumur sambal…

Kecuali jika Anda makan jam 4 pagi.

Terkadang, ada burjoan yang tak mengecek kelayakan sambalnya. Apakah khilaf? Bisa jadi. Tapi ada warmindo yang entah kenapa, tiap saya datang pas pagi-pagi, sambalnya ya nggak diganti. Padahal kita tahu, sambal itu salah satu makanan yang nggak bisa tahan lama jika tak diolah secara khusus.

Pengalaman pribadi, saya pernah kena diare karena sambal basi warmindo. Ini bukan diare karena nggak kuat pedes lho. Saya suka banget sama pedes malah. Ayam geprek cabe 10 masih sepele buat saya, dan saya salah satu orang di kantor Mojok yang kuat sama pedas. Tanya aja sama Mbak Intan, redaktur Terminal yang selalu nanya, “Pedes nggak, Kik, sambelnya?”

Setelah tragedi sambal basi, saya menjalani sekitar 4 tahun tanpa sekalipun menyentuh sambal warmindo. Saya baru doyan sambal warmindo setelah ngekos di daerah Hartono Mall Jogja (sekarang berganti nama jadi Pakuwon Mall). Itu pun karena saya tahu betul kapan sambalnya dibuat dan diganti jam berapa.

Nasi goreng

Meski menu warmindo ini yang paling sering saya pesan, saya justru punya trust issue sama nasi goreng di warmindo. Kenapa tetep pesan kalau punya trust issue? Nggak tahu. Pokoknya pesen aja.

Trust issue-nya bukan pada kualitas nasi. Saya yakin nasi warmindo nggak mungkin basi, kualitas beras pun nggak ngaruh ke nasi goreng. Masalahnya, kadang Aa’ burjonya nggak jago dalam masak nasgor. Nggak jarang saya mendapati nasgor yang nggak rata bumbunya, masaknya waton cepet, atau bahkan tak berbumbu.

Serius ini, saya pernah ngembaliin nasgor yang nggak ada rasanya sama sekali.

Es teh warmindo

Kalau ini, saya beri red flag karena ada beberapa faktor. Pertama, saya sendiri nggak begitu suka ngeteh. Ini agak lucu karena saya berasal dari daerah plat AD, yang nggak main-main sama kualitas teh mereka. Teh HIK Solo dan sekitarnya nggak bisa dipandang remeh. Mereka bisa jualan nasi bandeng yang nggak enak, tapi nggak akan jualan teh nggak enak.

Kedua, agak nyambung sama alasan pertama, karena saya ragu sama kualitas tehnya. Kadang, es teh burjo itu kok ya tehnya nggak enak. Kadang kelewat sepet, kadang kok ya encer, kadang malah kelewat kental. Setidaknya, hal itu bikin saya konsisten beli air putih es doang, atau ya es kopi sasetan.

Menu warmindo yang saya anggap red flag ini memang preferensi pribadi. Tapi, bukan berarti saya nggak lagi makan dan minum di warmindo. Saya bisa nggak cocok sama beberapa menu, tapi nggak akan juga nge-cancel warung cuman karena beberapa menu.

Jadi, jangan ngamuk gitu to, sumet sek rokoke, ben tenang, Lur.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pembuktian Resep Rahasia Bikin Indomie Seenak Buatan Warmindo!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2024 oleh

Tags: burjoEs TehJogjanasi sardenwarmindo
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Pom Bensin Pertamina Adisucipto Jogja Bikin Saya Nggak Malas Isi Bensin karena Fasilitasnya Komplet

Pom Bensin Pertamina Adisucipto Jogja Bikin Saya Nggak Malas Isi Bensin karena Fasilitasnya Komplet

10 Februari 2024
Stasiun Maguwo Lama Sleman Dilupakan padahal Istimewa karena Jadi Satu-satunya Stasiun Terbuat dari Kayu di Jogja

Stasiun Maguwo Lama Sleman Dilupakan padahal Istimewa karena Jadi Satu-satunya Stasiun yang Terbuat dari Kayu di Jogja

23 Januari 2024
Derita Bisnis Es Teh Jumbo yang Terancam Gulung Tikar (Unsplash)

Derita Pedagang Es Teh Jumbo yang Jualannya Terancam, Sudah Pasang Harga Murah Masih Kedatangan Pesaing Berat

11 Juli 2025
5 Tempat Minum Matcha Paling Enak di Jogja, Pencinta Matcha Wajib Coba!

5 Tempat Minum Matcha Paling Enak di Jogja, Pencinta Matcha Wajib Coba!

29 April 2025
3 Hal yang Lumrah di Kudus, tapi Nggak Biasa bagi Orang Jogja

3 Hal yang Lumrah di Kudus, tapi Nggak Biasa bagi Orang Jogja. Salah Satunya Pakai Sarung ke Mall

18 September 2024
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.