Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kamu yang Nggak Setuju Milenial Harus Punya Rumah di Usia 40 Tahun Pasti Berwawasan Cetek

Riyanto oleh Riyanto
19 Juni 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Duit milenial itu habis buat self reward! Habis buat nongkrong cantik, foya-foya di mal, staycation lucu, dan segala kesenangan yang lain. Lah, kalo gini terus, kapan bisa beli rumah? Kok beli rumah, wong gaji bulanan saja nggak ada yang tersisa, ya nggak? Ngaku saja! Udah gitu, ketika ada yang nyentil bahwa nggak mungkin milenial bisa beli rumah dengan duit sendiri, pasti langsung geger dan pada nggak terima. Dihh, aneh bener.

Mbok mikir, kalau seneng-seneng terus, kapan bisa beli rumahnya? Masa sampai umur 40 tahun belum bisa beli rumah, sih? Itu kalian pada ngapain aja semasa muda? Yok, berhenti senang-senang dan mulai memikirkan hari tua. Yaelah, ngapain sih menikmati masa muda? Nggak menguntungkan di masa tua, loh.

Makanya, saat seorang financial planner kondang semultisemesta ngetwit betapa penting seorang milenial harus punya rumah, harusnya kita semua mengamini blio ini. Nggak usah dimungkiri, gegara twitnya yang mendadak viral, kalian-kalian yang selama ini hidup loss doll tanpa beban dengan gaji pas-pasan, pasti kantem pikir juga, kan? Kepingin punya rumah sendiri juga, kan? Atau seenggaknya misuh, “Asu, gajiku ra nyandak nggo tuku omah!” dan berlanjut meratapi diri di kamar kos kalian yang kumuh nan sempit itu.

 

Tidak semua millenials…

Jadi gini. Millenials itu umur 24-40. Ya kali gak punya rumah di umur 40an.

Kenapa penting punya rumah?
Ntar pas umur 60, punya rumah itu artinya: bebas utang KPR dan bebas bayar sewa. Biar ongkos hidup gak gede. Pensiun sejahtera.

— Ligwina Hananto (@mrshananto) June 17, 2021

Beberapa orang sok bijaksana pasti bilang, kebutuhan orang itu beda-beda. Gaya hidup orang juga beda-beda. Pun ada mereka yang memilih hidup santai, menikmati hari demi hari, tinggal di rumah kontrakan yang layak, dan tidak terbebani cicilan apa pun. Ah, itu semua sih pembenaran dari kegagalan kalian yang nggak mampu beli rumah saja. Lagian, untuk apa bertahan di kontrakan indah nan mewah jika kita bisa beli rumah sendiri yang kecil nan buluk?

Dasar mental rendahan. Mbok kayak saya, yang langsung tergugah untuk mulai ngitung-itung biaya DP rumah meski gaji mentok UMR Jogja. Ya gimana, ya? Kalau dihitung secara matematis memang rasanya mustahil, tetapi dengan modal tekad kuat plus nekat pol-polan, harusnya bisa. Yang penting bisa DP, abis itu urusan cicilan bulanan, bisa lah dicari. Urusan saya jadi terjerat cicilan belasan tahun sih nggak apa-apa. Lagian untuk apa nongkrong di kedai kopi lucu, foya-foya di mal, atau liburan ke tempat-tempat hits, kalau nggak punya rumah? Saya sih lebih memilih menderita belasan tahun—atau puluhan—demi punya rumah sendiri, meski lokasinya jauh dari peradaban dan bentuknya sungguh memprihatinkan.

Saya bakal pilih rumah dengan harga terjangkau meski lokasinya jauh dari tempat kerja. Misal saya kerja di daerah UII Jakal atas, maka beli di daerah Paseban Bantul pun tidak masalah. Di Kulon Progo pun oke-oke saja. Urusan bensin dan motor meronta-ronta karena bolak-balik Kulon Progo – Jakal, halah… tak jadi soal. Yang penting bisa beli, titik.

Baca Juga:

3 Hal yang Bisa Ditangisi Bu Mega selain Badan Kurus Presiden Jokowi

Review Mars Partai Politik dari Orang yang Kurang Percaya Partai

Orang-orang sok pinter dan melek investasi pasti koar-koar, rumah itu nggak bisa disebut aset investasi. Rumah itu merupakan liabilitas. Pengeluaran terus menerus dan menambah biaya bulanan. Rumah itu nggak menghasilkan pendapatan pasif tiap bulan. Jangan beli , mending duitnya buat investasi saja. Hasil investasi itu baru dipakai untuk beli “liabilitas” tersebut.

Halah, prekkk. Itu pada teriak-teriak sok intelek dan paham tentang pengelolaan uang, pasti sambil meratapi portofolio saham yang minus dan berdarah-darah karena IHSG jeblok terus, kan? Atau, lihat sana bitcoin kalian yang sudah rugi puluhan persen karena beli di harga delapan ratus jutaan dan sekarang ngglosor di harga lima ratus jutaan. Makan itu investasi! Masa mau beli rumah dari investasi yang nggak ada hasilnya?

Makanya, sudah lah, nggak usah kebanyakan mikir. Silakan mulai mengatur keuangan untuk membeli rumah. Kalau ternyata emang otak kalian nggak nyampe buat itung-itungannya, bisa banget ikutan seminar yang diadain sang maestro financial planner teryahud kita tadi. Yang Mulia Ligwina Hananto itu nggak sembarang melempar kasus, menjelek-jelekkan kalian yang nggak bisa punya, dan pergi begitu saja.

Blio dengan bijaksana menawarkan solusi, berupa ajakan mengikuti elective class tentang Dana Rumah Pertama yang pendaftarannya hanya 125K. Bayangkan, hanya dengan uang yang tak seberapa itu, kalian bakal mendapat pencerahan bagaimana mengatur keuangan dan beli rumah! Bagaimana gaji UMR dipecah menjadi nabung buat DP , makan sehari-hari, ngasih duit ke orang tua, dan masih harus siapin untuk cicilan tiap bulan, pasti akan ada jawabannya di seminar itu. Jawabannya pasti ada, entah jawaban menyenangkan atau justru mengenaskan.

Orang nyinyir pasti nyangka Bu Ligwina Hananto sengaja bikin geger di Twitter untuk promosi kelasnya. Ah, itu sungguh pemikiran yang rendahan dan terlalu berburuk sangka. Saya sih percaya, blio yang terhormat ini memang ingin mengingatkan kita semua bahwa nggak punya rumah di usia 40 tahun itu adalah akhir dari dunia. Setelah kita semua kebingungan, baru blio turun tangan dan memberikan pencerahan. Sungguh mulia benar yang blio lakukan.

Makanya, mari berhenti menghujat blio, dan beralih memuja blio. Yok rame-rame daftar seminarnya, dan mari buktikan seberapa dahsyat pencerahan yang kita terima.

Saya yakin, setelah selesai mengikuti seminar, pasti kita akan semakin jeli melihat spanduk perumahan di pinggir-pinggir jalan, sambil berdoa agar masih kebagian jatah. Tapi tenang saja, nggak bakal kehabisan jatah , kok. Toh masih banyak sawah-sawah di pelosok desa yang bisa disulap menjadi perumahan. Benar, apalah arti sawah jika kita nggak bisa punya rumah di usia 40 tahun, bukan?

BACA JUGA Pengalaman Beli Rumah di Usia 23 Tahun dan Pelajaran buat Milenial yang Pengin Punya Rumah dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2021 oleh

Tags: Pojok Tubir TerminalRumah milenialusia 40
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

tren tiktok welcome to indonesia mojok

Tren ‘Welcome to Indonesia’ dan Latah yang Bermasalah

7 Juli 2021
Konsep Kosan Industrial Bukan Sekadar Pengin Irit dan Paksakan Ruangan yang Belum Jadi! terminal mojok.co

Konsep Kosan Industrial Bukan Sekadar Pengin Irit dan Paksakan Ruangan yang Belum Jadi!

10 Juli 2021
deli serdang bandara kediri bandara adi soemarmo boyolali mojok

Dilema Proyek Bandara Kediri: Ekonomi Lancar, tapi Lingkungan Jadi Ambyar

10 Juni 2021
Sebuah Pertanyaan Jebakan: Bolehkah Seorang Muslim Mengikuti Tren Childfree? terminal mojok.co

Sebuah Pertanyaan Jebakan: Bolehkah Seorang Muslim Mengikuti Tren Childfree?

11 Agustus 2021
TNI AU oknum rasis penganiayaan mojok

TNI AU Minta Maaf Pake Kata Oknum buat Anggotanya yang Rasis itu Udah Paling Bener

29 Juli 2021
5 Kemungkinan yang Bikin Pak Jokowi Nggak Turun Langsung Pimpin Penanganan Covid-19 terminal mojok.co

5 Kemungkinan yang Bikin Pak Jokowi Nggak Turun Langsung Pimpin Penanganan Covid-19

17 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
Jerat Motor Kredit Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat (Unsplash)

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

20 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.