Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
11 April 2026
A A
SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Aktif Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal Mojok.co

SGPC Bu Wiryo Tempat Makan Alumni UGM Sukses, Mahasiswa Aktif Nggak Sanggup Makan di Sana karena Mahal (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang Jogja atau mereka yang kerap mampir ke Jogja pasti sudah tidak asing dengan Sego Pecel Bu Wiryo atau yang populer dengan sebutan SGPC Bu Wiryo. Tempat makan yang berdiri puluhan tahun silam itu identik dengan UGM. Bahkan, di papan nama SGPC Bu Wiryo dituliskan “Melayani di UGM sejak 1959”.

Mereka yang baru pertama kali kulineran di tempat ini mungkin mengira SGPC Bu Wiryo seperti makanan wajib mahasiswa UGM. Menu sego/nasi pecel yang lekat dengan kesan sederhana dan murah meriah memang cocok dengan kantong mahasiswa. Terlebih, harga yang murah kerap dipakai untuk meromantisasi Jogja. 

ADVERTISEMENT

Kenyataannya, itu tidak berlaku untuk SGPC Bu Wiryo. Tempat makan ini lebih cocok disebut sebagai warung makannya alumni UGM. Lebih spesifik, alumni sukses yang ingin bernostalgia masa-masa kuliah. Itu dipertegas dengan harga menu SGPC Bu Wiryo yang tidak ramah di kantong mahasiswa dan warlok Jogja mendang-mending. 

Baca juga Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi.

Harga tidak untuk kaum mendang-mending

Coba tebak kisaran harga menu SGPC Bu Wiryo? Kalian setidaknya perlu menyiapkan duit Rp30.000-Rp50.000 untuk bisa menyantap makanan dan minuman dengan tenang. Menunya memang macam-macam mulai dari nasi pecel, sop iga, hingga sop buntut. Namun, untuk menu seperti itu dengan harga segitu, jelas tergolong mahal untuk kantong mahasiswa. 

Patokan harga itu lebih cocok untuk wisatawan yang bersedia bayar berapa aja demi pengalaman baru. Bagi kaum pejuang skripsi, jelas nominal tersebut adalah jatah hidup satu hari penuh untuk tiga kali makan di warung burjo atau kantin fakultas.

Bisa dibilang, harga di SGPC Bu Wiryo berada di spektrum premium jika diukur dengan kacamata subsidi orang tua. Bukan berarti kalian, para mahasiswa, tidak boleh mencicipi makanan ini. Tetap boleh kok, itung-itung sebagai pengalaman. Namun, sekali lagi, sesuaikan dengan uang saku atau uang bulanan kalian. Kalau menjadikan SGPC tempat makan harian ya siap-siap bulanan ludes di tengah bulan.

SGPC Bu Wiryo adalah kuliner nostalgia

Di mata saya, SGPC Bu Wiryo tidak hanya berjualan sayur siram bumbu kacang belaka, tapi lebih ke nostalgia. Wajar saja, hadir sejak 1959 membuatnya jadi saksi bisu bagi mahasiswa maupun warga Jogja. 

Baca Juga:

Boikot UGM Itu Hak Semua Orang, tapi Jangan Lupa Kalau Keterima UGM itu Nggak (Pernah) Gampang  

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

Mengutip liputan Mojok, sebelum tahun 2000-an, SGPC Bu Wiryo memang menyasar mahasiswa dengan harga menunya yang terjangkau. Kelik Indarto, anak pertama Bu Wiryo yang jadi penerus warung ini mengungkapkan, di tahun-tahun itu SGPC satu-satunya warung yang ada di kawasan UGM. Kemudian terjadilah krisis ekonomi sehingga harga bahan baku naik, daya beli masyarakat turun. Bahkan, katanya, kondisi yang berat membuat SGPC hampir saja ditutup.  

Itu mengapa, sejak 2000-an SGPC tidak lagi menyasar pasar mahasiswa, tapi keluarga. Keputusan itu membuat harga makanan di SGPC naik. Sebuah pilihan sulit, karena di sisi lain, dia tidak ingin menurunkan kualitas karena ibunya berpesan ia tidak boleh mengubah komposisi bumbu, bahan-bahannya pun harus pilihan.

Baca juga Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian.

Mungkin itu mengapa, mahasiswa UGM sebelum era 2000-an masih punya memori di warung ini. Bagi alumni “lawas” UGM, menyambangi SGPC adalah upaya untuk pulang. Seolah-olah, setiap kursi yang tertata rapi di sana memang dipesan khusus untuk mereka yang datang dengan mobil mulus plat luar kota. Tujuan mereka jelas, yakni membeli kembali potongan masa muda lewat sepiring nasi pecel.

Tentu tidak ada yang salah dengan mengubah pangsa pasar rumah makan. Itu hak pemilik. Saya cuma pengin meluruskan kesalahpahaman yang kerap terjadi. Berada di sekitar UGM dan memasang plang dengan kata-kata “melayani di UGM sejak 1959” bukan berarti warung makan ini andalan mahasiswa UGM ya. Kalian yang masih maba, jangan sampai tidak tahu info ini. Jangan sampai kalian melenggang dengan santainya ke SGPC Bu Wiryo tanpa persiapan kantong tebal dan berakhir kecewa. 

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 April 2026 oleh

Tags: alumni ugmBu Wiryomahasiswa UGMSego Pecelsego pecel bu wiryoSGPCsgpc bu wiryoUGM
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Pengalaman Menggunakan Sepeda Kampus UGM: Mengancam Nyawa Ketika Dikendarai, Cuma Cocok buat Pansos

Pengalaman Menggunakan Sepeda Kampus UGM: Mengancam Nyawa Ketika Dikendarai, Cuma Cocok buat Pansos

26 Juli 2024
Perjuangan Saya dari Kaum Rebahan Sampai Kuliah di UGM

Perjuanganku dari Kaum Rebahan Sampai Kuliah di UGM

24 Desember 2019
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

22 Mei 2025
Jogja Era 2000-an yang Dirindukan Warga Lokal: Nonton Gajah di Alkid hingga Blusukan di UGM Mojok.co

Jogja Era 2000-an yang Dirindukan Warga Lokal: Nonton Gajah di Alkid hingga Blusukan di UGM

10 September 2024
Mahasiswa UGM Tukang Demo Jadi Stigma Pahit Buat Maba (Unsplash)

Stigma Mahasiswa UGM Tukang Demo itu Bikin Mahasiswa Baru Nggak Nyaman, Bahkan Dapat Cap “Antek Pendemo”

8 Juli 2024
S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari Kampus Sendiri Mojok

S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari UGM Sendiri

26 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang Mojok.co

4 Kuliner Khas Tulungagung yang Disukai Warlok, tapi Kurang Cocok di Lidah Pendatang

28 Juni 2026
Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

29 Juni 2026
Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini  Terminal

Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini 

29 Juni 2026
Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau Mojok.co

Warlok Semarang Muak dengan Mal Baru, Lebih Butuh Ruang Terbuka Hijau yang Terjangkau 

24 Juni 2026
Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja Mojok.co

Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja

25 Juni 2026
Jawa Selatan Harus Diakui Agak Susah untuk Punya UMR Tinggi: Mulai dari Perbedaan Topografi Hingga Minimnya Kawasan Industri  

Jawa Selatan Harus Diakui Agak Susah untuk Punya UMR Tinggi: Mulai dari Perbedaan Topografi hingga Minimnya Kawasan Industri  

29 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.