Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Justru Aneh kalau Smart People Kecewa dengan Podcast Close The Door

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
18 Mei 2022
A A
Justru Aneh kalau Smart People Kecewa dengan Podcast Close The Door deddy corbuzier

Justru Aneh kalau Smart People Kecewa dengan Podcast Close The Door (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah pekan kemarin ramai bahasan soal podcast Close The Door milik Deddy Corbuzier yang mengundang Ragil Mahardika, akhirnya video podcast tersebut di-takedown terhitung sejak tanggal 10 Mei 2022. Orang-orang Indonesia memang gitu, jika membahas masalah moral apalagi seksualitas, pasti ramai. Tentu ramai antara pro dan kontra, ya.

Coba saja lihat respons netizen kemarin tentang podcast Close The Door yang mengundang Ragil Mahardika, sampai seorang Mahfud MD saja membuat cuitan respons soal ini, lho. Memang benar-benar sebegitu hebohnya.

Tuntutan orang-orang yang menghujat podcast Close The Door kebanyakan meminta empunya podcast untuk membuat konten yang “smart” dan nggak memberikan ruang untuk “orang bodoh.” Banyak malah yang sampai membuat video pendek di TikTok yang isinya menyindir Deddy Corbuzier ngomong, “Don’t make stupid people famous”.

Podcast (Pixabay.com)

Tapi, saya mau nanya satu hal: yang kalian harapkan dari podcast tersebut apasi kawand?

Tuntutan kalian itu sebenarnya keliru lho. Deddy Corbuzier, si paling smart itu nggak salah dan nggak pernah salah. Perkara konten dia yang cuman-kayak-gitu, tetap saja dia tidak bisa disalahkan. Ada alasannya lho saya bilang begitu. 

Pertama, Deddy Corbuzier bukan seorang cendekiawan yang jika membahas moral, akan selaras dengan yang dilakukan. Deddy Corbuzier adalah seorang entertainer. Blio seorang kreator konten. Artinya? Ya tetap tujuan utamanya, dan bukan kewajiban dia, pasti soal engagement dan yang berkaitan dengan itu semua.

Ya kalau dia cendekiawan atau smart pipel, yang diundang bukan orang macam Dea Onlyprends sih wqwqwq.

Onlyfans (Charnsitr via Shutterstock.com)

Moralitas dan sejenisnya, tak perlu Deddy pikirkan dalam membuat konten. Wong bukan tugasnya. Meski dia harusnya sadar bahwa konten dia bisa saja memberi pengaruh buruk, tetap saja dia nggak punya kewajiban dan harus sadar akan hal itu.

Baca Juga:

Ketika Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine

Iklan Podcast Horor Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

Soalnya, kalau memang dia sadar konten dia bisa bawa pengaruh buruk, udah dari dulu dia bikin konten berkualitas xixixi.

Kedua, kenapa kita nggak membuka POV (point of view) lain saat menonton video tersebut? Kenapa kita nggak menganggap video tersebut cukup sebagai “pengetahuan” baru saja? Atau, seenggaknya anggap saja sekadar konten. Nggak usah sampai grasak-grusuk segala. Konten tersebut hanya “ngobrol” dan nggak menunjukkan adegan seksualitas, kan? Nggak, saya bukannya mengampanyekan LGBT. Saya cuma bilang kalau kita melihatnya dengan POV berbeda saja. Sampai situ, jangan dipelintir ke mana-mana, ya.

Apa pakai POV ini sekalian: semuanya demi e n g a g e m e n t. Persetan dengan nasib kaum minoritas, semuanya tak masalah asal cuanrrghhh.

Pendengar podcast (Pixabay.com)

Ketiga, konten tersebut juga nggak melanggar hukum di negara ini. Sampai saat ini belum ada UU juga yang mengatur soal itu. Jadi, ya, mereka nggak melanggar apa pun. Kalau ada yang bilang, “Heh, kita ada di negara yang menjunjung tinggi moral dan agama. Camkan!” Kalau soal moral atau aturan agama, ya jelas melanggar. Tapi, konteks yang dibahas di sini kan secara hukum di undang-undang.

Lho, apakah moralitas dan agama itu bukan hukum? Hush, saya ini mencoba open minded, mencoba menyelami pikiran kreator konten. Nggak mashok? Ha ancene ra mashok.

Lagian, kalian ini sebenernya percuma juga marah-marah. Harusnya dari awal, kalian paham kalau hal-hal kek gini tuh nggak pernah tentang promosi suatu paham atau apalah itu, tapi perkara bikin ribut saja. Ada hal yang kontroversial, dijadiin konten, viewers naik, engagement naik. Paham, kebiasaan, pesan, itu semua belum tentu jadi faktor penting. Itulah kenapa ada orang yang cukup “pintar” bikin konten kayak gitu di negara yang penduduknya jelas-jelas menolak konten tersebut. Ya apalagi alasannya kalau bukan keuntungan pribadi?

Yang untung dari segala keributan ini ya bukan kita-kita. Ngapain debatin konten nggak bermutu, mending turu ra risiko. Tenan.

Saran saya, ketimbang gubris konten begituan, mending kalian nonton video mancing. Dialognya paling hanya “Salam sejahtera untuk kita semua, hari ini saya akan mancing nila”, “Strike, Lur”, “Tombo teka, lara lungo”, “Alhamdulillah, Lur, hari ini poin banyak.” Tapi, kontennya bikin bahagia.

Setidaknya, kontennya nggak bikin kita ribut. Padahal konten yang diributin ya nggak bagus-bagus amat.

Penulis: Nasrulloh Alif Suherman

Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Rekomendasi Podcast untuk Kesehatan Mental.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2022 oleh

Tags: Deddy Corbuzierpodcast
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Perhatikan Hal Berikut agar Podcast Milikmu Nggak Asal Bacot Terminal Mojok

Hal yang Perlu Diperhatikan biar Podcast-mu Nggak Asal Bacot

16 Februari 2021
Rekomendasi Podcast Anak Daerah yang Seru dan Sebaiknya Kamu Dengarkan terminal mojok.co

Rekomendasi Podcast Anak Daerah yang Seru dan Sebaiknya Kamu Dengarkan

9 Agustus 2021
Menelaah Logika Berpikir Lord Rangga Sunda Empire terminal mojok.co

Menelaah Logika Berpikir Lord Rangga Sunda Empire

20 Mei 2021
pindah agama mualaf

Euforia Pindah Agama ke Islam, Bagaimana Kalau Sebaliknya?

22 Juni 2019
Rintik Sedu, Podcast Galau yang Cocok Didengar untuk Merayakan Kesedihan terminal mojok.co

5 Hal Teknis yang Harus Diperhatikan Saat Bikin Podcast

8 November 2020
Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine (Pexels)

Ketika Prabowo Bikin Rakyat Bertepuk Sebelah Tangan di Hari Valentine

14 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta Mojok.co

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

22 Maret 2026
5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX Dari Hina sampai Berbahaya

5 Kasta Penunggang Yamaha NMAX, dari yang Hina sampai yang Paling Berbahaya

22 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.