Buat Deddy Corbuzier, Luna Maya, dan Siapa pun yang Masih Anggap Remeh Kesehatan Mental – Terminal Mojok

Buat Deddy Corbuzier, Luna Maya, dan Siapa pun yang Masih Anggap Remeh Kesehatan Mental

Featured

Avatar

Kemarin saya membaca sebuah berita yang menceritakan soal komentar Deddy Corbuzier dan Luna Maya tentang seorang finalis acara Indonesia’s Next Top Model bernama Ilene. Saat tahap penjurian, Ilene bercerita tentang bagaimana ia akhirnya berhasil melawan depresi. Tidak diduga, bukannya memberikan empati atas kesehatan mental yang dialami Ilene, Deddy justru mengeluarkan komentar, “…Kamu tuh cantik, kamu tuh model, tinggi, seksi iya, pinter iya, kalau kamu bilang depresi, kamu menghina tukang martabak yang jualan di depan rumah saya.”

Tak hanya sampai di situ. Setelah Ilene menceritakan soal kondisi kesehatan mentalnya yang ternyata didiagnosa mengalami eating disorder, ia mendapat sorotan dari Luna Maya. Ketika Ilene bilang, ia pernah ingin makan terus dan pernah nggak mau makan sama sekali. Luna justru menanggapinya dengan, “Kalau aku makan banyak, berarti aku mengalami eating disorder, dong?”

Tunggu dulu, tunggu dulu. Saya nggak tahu apakah acara ini memang sudah di-setting sedemikian rupa seperti acara-acara TV lainnya demi mendulang rating. Jadi, ketika Deddy dan Luna Maya mengatakan itu ke Ilene, tidak akan ada sakit hati yang dirasakan Illene. Pasalnya, hal itu sudah ada di skrip sejak awal untuk mendulang atensi masyarakat.

Kalau memang itu tujuan yang sudah mereka atur dan niatkan, sungguh betapa memprihatinkannya. Bagaimana bisa, orang yang sedang mengalami masalah pada kesehatan mentalnya justru diperolok dan dikata-katain seperti itu? Bagaimana kalau orang lain yang juga mengalami hal yang sama melihatnya? Lantas, mereka merasa bahwa perasaan tidak nyaman akan hidup yang tengah dirasakan memang tidak layak untuk diceritakan pada orang lain? Tak adakah value dalam diri Deddy Corbuzier dan Luna Maya untuk memberikan sedikiiit saja empatinya?

Selain itu, Ilene bilang saat masuk ke dunia modeling, tuntutan semakin berat. Ini membuatnya semakin berusaha membuat badannya kurus dengan melakukan berbagai diet. Namun, ketika ia berusaha keras untuk diet, yang didapatkannya justru berat badannya semakin naik. Dia semakin stres apalagi saat banyak orang mem-bully dan melakukan body shaming padanya.

Namun, Deddy bisa-bisanya bilang bahwa itu adalah tuntutan yang wajar saat memilih sebuah profesi. Dan ia tidak merasa bahwa itu adalah body shaming. Pernyataan Deddy Corbuzier tersebut bikin Ilene bilang, “Iya, mungkin aku aja yang kurang kuat pada saat itu.” Hah?

Begini ya, Om Ded. Orang yang sedang depresi, ia bisa begitu benci pada kehidupannya. Sering kali, mereka juga hilang kontrol atas dirinya. Nggak jarang saking merasa nggak kuat dengan pikiran-pikirannya, ia butuh untuk datang ke tenaga profesional. Namun, nggak sedikit yang ketakutan untuk memulai meminta bantuan. Ia takut kalau apa yang mereka pikirkan selama ini nggak “valid” di mata orang lain. Ia takut kalau perasaannya itu diremehkan.

Kalimat Ilene, “Iya, mungkin aku aja yang kurang kuat pada saat itu,” adalah satu dari sekian banyak pernyataan seseorang yang sebetulnya butuh bantuan tapi akhirnya mengurungkan niatnya itu.

Pernyataan yang sungguh mudah menganggap mudah kondisi kesehatan mental orang lain ini, begitu menyedihkan. Ketika banyak usaha dilakukan untuk mendorong seseorang tidak menganggap remeh kesehatan mental yang dialami. Mereka justru dengan mudahnya mengabaikan hal itu. Apalagi ketika ini ditayangkan di TV nasional, banyak orang yang bisa menonton dan mengaksesnya.

Mendorong orang untuk berani memulai meminta pertolongan pada tenaga profesional saja, sulitnya bukan main. Bukan hanya itu, dapat memposisikan seseorang untuk berani mengakui apa yang dirasakan adalah hal yang tidak mudah aja, itu tidak mudah. Jadi, ketika ada orang yang berani speak up, lantas diperlakukan seperti itu. Bukankah ketakutan dianggap “lemah” dan “tidak kuat” akan muncul lagi?

Om Deddy, Mbak Luna, lagi-lagi harus saya katakan dan mungkin Anda sudah bosan dikasih tahu sama orang lain. Bahwa kesehatan mental bukanlah masalah sepele. Ia juga sama urgent-nya dengan kesehatan fisik. Salah satu gangguan mental yang terbesar yang dialami orang-orang saat ini adalah depresi. Bahkan WHO memprediksi bahwa depresi adalah salah satu penyebab utama berbagai gangguan kesehatan dan kematian dini.

Begitulah, bukan karena ia adalah masalah kesehatan yang tidak tampak, jadi bisa diabaikan begitu saja. Kondisi fisik sempurna yang dilihat oleh orang lain, bukan menjadi jaminan bahwa kondisi mentalnya juga sempurna dan baik-baik saja. Sebaliknya, karena ia tidak terlihat kita perlu berhati-hati untuk menyikapinya. Apalagi ketika seseorang yang mengalaminya sendiri sudah speak up, itu sudah menjadi alarm yang cukup jelas.

Yang terbaru dan semakin menyedihkan, ketika Luna Maya ditanya soal hal ini, ia justru menanggapinya dengan bilang, “Semua orang pernah depresi.” Kalimat itu tampaknya kurang tepat. Akan lebih tepat kalau Luna bilang, “Semua orang bisa mengalami depresi.” Lantaran, semua orang bisa mengalami depresi, tentu hal ini tidak menjadi alasan seorang Deddy Corbuzier bilang, “…Kamu tuh cantik, kamu tuh model, bla bla bla.”

Sungguh, apa yang terjadi ini mengingatkan saya pada hakim Nunung saat persidangan beberapa tahun lalu. Hanya karena Nunung sering tampak cengengesan dalam pekerjaan dan aktivitas kesehariannya, hakim menganggap Nunung tidak mungkin mengalami depresi. Hadeeeh, sekelas hakim yang punya julukan Yang Mulia saja, tampaknya juga masih butuh edukasi soal apa itu depresi dan kesehatan mental, ya.

BACA JUGA Berani Konsultasi Psikologi untuk Pertama Kali Adalah Langkah Besar untuk Masalahmu dan tulisan Audian Laili lainnya.

Baca Juga:  Deddy Corbuzier Harus Segera Rombak Dekorasi Studio Podcast-nya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
31


Komentar

Comments are closed.