Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Supriyadi oleh Supriyadi
17 Januari 2026
A A
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai seorang yang berdomisili di Bantul bagian utara namun lahir di Bantul bagian selatan, saya sering bolak-balik di antara keduanya. Tentu saja kendaraan yang sering kali saya gunakan untuk transportasi adalah motor. Dan Jalan Parangtritis Jogja adalah jalan utama yang saya lewati selama bertahun-tahun.

Oleh karenanya, saya paham betul kondisi jalan ini. Selain itu, saya juga hendak melengkapi tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi yang tayang di Terminal Mojok hampir dua tahun silam. Jika Noor Annisa Falachul Firdausi berfokus pada sisi kenyamanannya, maka saya akan mengurai sedikit “jebakan Batman” yang merupakan sisi lain Jalan Parangtritis ini.

Jalan Parangtritis sering dipersepsikan sebagai jalan yang menyenangkan di Jogja. Lurus, lebar, dan seolah ramah untuk siapa saja yang ingin cepat sampai tujuan. Tapi justru di situlah masalahnya bermula. Sebab jalan yang terlihat enak ini sering kali membuat orang lupa bahwa ia tetap jalan umum, bukan sirkuit balap Mandalika.

Sebagai orang yang cukup sering melintasi Jalan Parangtritis, saya sampai pada satu kesimpulan sederhana: jalan ini bukan jalan biasa. Ia adalah paket lengkap antara kenyamanan palsu dan potensi bahaya yang muncul dari berbagai arah, kadang tanpa aba-aba.

Agar tidak terdengar seperti keluhan kosong, mari kita bahas satu per satu secara sederhana saja.

Jalan Parangtritis Jogja lurus, tapi mengundang kebiasaan kebut-kebutan

Jalan Parangtritis itu lurus. Terlalu lurus untuk ukuran jalan umum. Lurus yang bikin tangan kanan gatal untuk menarik gas sedikit lebih dalam dari seharusnya. Banyak pengendara seperti lupa bahwa lurus bukan berarti aman. Padahal semakin lurus jalan, semakin besar godaan untuk merasa paling jago dan paling cepat sampai tujuan.

Sebenarnya, Jalan Parangtritis Jogja ini tidak lurus-lurus amat, sih. Lihat saja di Patalan, jalan berkelok sedikit. Tetapi kelokan itu seperti tidak terasa sehingga jalan ini sering dianggap sebagai Shirathalmustaqim yang menghubungkan Jokteng Wetan dengan Pantai Parangtritis.

Baca juga: Derita Tinggal di Dekat Jalan Parangtritis Jogja, Memaksa Saya Harus Menyiksa Suzuki Shogun Setiap Hari.

Baca Juga:

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

Aspal rusak dan jalan berlubang di sana-sini

Di tengah kelurusan yang menggoda itu, ada jebakan klasik: aspal rusak dan lubang yang muncul tanpa pengumuman resmi. Parahnya lagi, beberapa yang berlubang itu sekadar ditambal saja sehingga aspalnya tidak mulus malah justru pating gronjal sehingga membuat pengendara tidak nyaman. Dari kejauhan sih memang kelihatan mulus, tapi mendadak roda menghantam lubang dan jantung ikut lompat. Kombinasi kebut-kebutan dan lubang jalan ini jelas bukan resep keselamatan.

Entah mengapa kondisi Jalan Parangtritis Jogja kini sebegitu parahnya. Padahal dulu, kira-kira 15 tahun yang lalu, kalau aspal mengelupas sedikit saja, ada perbaikan panjang. Jalan diaspal ulang sehingga ketika sudah jadi, jalan kembali mulus. Sekarang, banyak lubang dibiarkan saja. Kalaupun ada perbaikan, cuma tambal sulam.

Baca halaman selanjutnya: Banyak cabang jalan, kendaraan muncul seperti plot twist…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2026 oleh

Tags: Bantuljalan bantulJalan jogjajalan parangtritisJalan Parangtritis Jogjajalan rusakjalan rusak di jogjaJogja
Supriyadi

Supriyadi

Seorang yang lahir di Bantul bagian selatan, berdomisili di Bantul bagian utara, dan ber-KTP Cirebon.

ArtikelTerkait

Mantrijeron, Kecamatan di Kota Jogja dengan Nuansa Bantul yang Kental Mojok.co

Mantrijeron, Kecamatan di Kota Jogja dengan Vibes Bantul yang Kental

1 Agustus 2024
ha milik tanah klitih tingkat kemiskinan jogja klitih warga jogja lagu tentang jogja sesuatu di jogja yogyakarta kla project nostalgia perusak jogja terminal mojok

Klitih di Jogja: Akibat dari Mental Chauvinis dan Maskulinitas ala Feodal

9 Agustus 2021
Jogja, Kota Pelajar yang Tak Belajar dari Kesalahan Jakarta

Jogja, Kota Pelajar yang Tak Belajar dari Kesalahan Jakarta

19 November 2019
The Victoria Hotel Jogja, Hotel Ramah Anak yang Membuat Liburan Keluarga Nggak Banyak Drama  (Mojok.co)

The Victoria Hotel Jogja, Hotel Ramah Anak yang Membuat Liburan Keluarga Nggak Banyak Drama  

26 Juni 2025
Jalan Persatuan UGM: Jalanan Semrawut yang Bikin Ngelus Dada di Malam Hari

Jalan Persatuan UGM: Jalanan Semrawut yang Bikin Ngelus Dada di Malam Hari

7 September 2024
Daripada Bikin Malioboro, Ada Baiknya Magelang Fokus Wisata Seribu Candi Saja

Sudah Saatnya Magelang Menjadi Daerah Istimewa

17 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
Bahaya di Gamping Sleman- Ketika Anak Muda Pesimis Hidup (Unsplash)

Bahaya yang Saya Lihat di Gamping Sleman: Ketika Anak Muda Pesimis dengan Kondisi Ekonomi dan Lari ke Judol Sebagai Pelampiasan

1 Juni 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total Mojok.co

5 Ekspektasi Orang Saat Pindah ke Solo yang Ujung-ujungnya Salah Total

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.