Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jangan Nunggu Dirujuk, Datanglah ke Psikolog Sebelum Pesta Pernikahan Berlangsung

Meita Eryanti oleh Meita Eryanti
4 Oktober 2019
A A
pernikahan

pernikahan

Share on FacebookShare on Twitter

Sambil mensyukuri pagi yang cerah di hari Minggu, aku membuka dan membaca tulisan-tulisan yang ada di situs kesayangan kita semua, Mojok. Aku menemukan sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Mbak Audian Laili tentang salah satu persiapan pernikahan yaitu datang ke Puskesmas.

Tulisan ini kemudian mengingatkanku pada persiapan pernikahan yang aku alami 2 tahun yang lalu. Ketika mendaftarkan tanggal pernikahan di KUA, aku juga diminta untuk ke Puskesmas. KUA memberi surat keterangan yang kemudian aku serahkan pada petugas pendaftaran di Puskesmas. Dari petugas pendaftaran, aku kemudian diminta untuk ke poli KIA.

Bidan tersebut kemudian memintaku untuk menimbang dan melakukan pemeriksaan lain sebelum memberikan suntik TT (Tetanus Toxoid). Setelah itu aku diminta untuk ke poli gigi untuk pemeriksaan mulut dan gigi. Kemudian ada cek urin dan cek darah. Overall sampai tahap ini, pengalamanku sama seperti yang diceritakan oleh Mbak Au.

Yang berbeda, saat itu karena merasa membawa surat dari KUA, aku tidak membawa uang. Bawa sih, 5 ribu doank buat bayar parkir. Ketika diminta untuk ke kasir membayar biaya cek laboratorium, aku gelagapan dan secepatnya menelpon bapakku untuk mengantar uang. Untung Puskesmasnya tidak jauh dari rumah. Kalau jauh lagi, bapakku bisa tambah panjang marah-marahnya.

Setelah itu, aku diminta untuk ke poli gizi dan dan ruang psikolog. Di poli gizi, ceritanya sama dengan Mbak Au. Aku mendapat penjelasan tentang asupan gizi seimbang. Yang berbeda adalah cerita di ruang psikolog. Mbak Au tidak mendapatkan sesi konsultasi dengan psikolog karena psikolognya sedang cuti hamil tapi Mbak Au mendapatkan surat keterangan yang dibutuhkan untuk ke KUA.

Saat aku masuk ruang psikolog, psikolog tersebut sempat menolakku karena aku datang seorang diri. Kata psikolog tersebut, harusnya aku datang berdua dengan calon suami karena yang mau menikah itu berdua. Bukan hanya aku sendiri. Aku ingat dia mengatakan bahwa perceraian itu terjadi karena perspektif kedua orang yang menikah bisa saja berbeda makanya perlu ada sesi konsultasi dengan psikolog untuk menyamakan persepsi itu.

Saat itu, karena memang calon suami di luar kotanya lumayan jauh, dia tidak bisa datang dalam waktu dekat. Apalagi ada ikatan dengan pekerjaannya. Psikolog tersebut memberikan surat keterangannya dengan catatan sebelum pernikahan berlangsung, aku perlu kembali bersama calon suami untuk sesi konsultasi yang tertunda ini. Mungkin, Puskesmas tempatku pemeriksaan Caten (calon penganten) memiliki kebijakan yang lain dari tempat Mbak Au.

Surat keterangan sudah di tangan. Ketika di KUA tidak ada pertanyaan atau komentar macam-macam. Dia hanya memberitahu untuk membayar biaya administrasi di BRI seminggu sebelum pernikahan dan ketika tanggal resepsi penghulu akan datang ke rumah. Mission completed. *Menirukan suara game PS1: Metal Slug*

Baca Juga:

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi

Apakah aku perlu datang ke Puskesmas lagi? Kalau aku tidak datang apakah pihak puskesmas akan membatalkan surat keterangannya?

Aku rasa kemungkinan itu kecil sekali. Aku pernah magang di Puskesmas. Petugas Puskesmas memiliki buanyak sekali pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Aku yakin psikolognya juga sudah lupa padaku setelah hari itu.

Tapi beberapa minggu sebelum pernikahan, aku kembali ke Puskesmas bersama calon suamiku. Kami melakukan sesi konsultasi yang tertunda dengan psikolog itu. Aku merasa diriku adalah pribadi yang kadang bermasalah. Calon suamiku juga cukup excited dengan sesi ini sehingga kami tetap menjadwalkan kunjungan ke psikolog.

Kami tidak bertemu dengan psikolog yang kutemui sebelumnya. Karena satu dan lain hal, kami berhadapan dengan mahasiswa profesi yang sedang magang. Namun tidak masalah. Bagi kami, yang penting esensi dari konsultasi ini.

Memang betul, sesi ini kemudian malah menjadi sesi yang penting. Banyak sekali hal yang kami petik dari sesi konsultasi itu. Kami jadi saling mengenal lebih dalam tentang diri kami dan pasangan masing-masing. Kami juga mencoba untuk memetakan tentang hubungan kami sendiri, tentang rumah tangga yang akan kami bangun, tentang hubungan kami dengan kedua pasang orangtua, dan tentang hubungan kami dengan orang lain. Di mana kami akan tinggal, apakah aku akan bekerja, apakah kami akan langsung merencanakan program kehamilan, dan banyak hal lain kami bahas bertiga.

Memang sih, manusia boleh berencana tapi semuanya ditentukan oleh Yang di Atas. Ada hal-hal yang meleset dari apa yang kami rencanakan. Ada perselisihan yang masih belum bisa kami atasi. Namun apapun, kami bersyukur dengan sesi konsultasi itu. Sebagian besar masalah yang datang dalam perjalanan rumah tangga kami, telah dibahas di sesi konsultasi dengan psikolog itu. Jadi, kami kurang lebih mengerti apa yang harus kami lakukan. Yang pasti saat itu, kami diingatkan untuk selalu bersikap dewasa dan bijaksana.

Jadi, menurutku, saat kalian mau menikah ada baiknya kalian berkonsultasi dengan psikolog. Kalau di puskesmas tempat tinggal kalian psikolognya sedang berhalangan, datanglah ke puskesmas tetangga. Kalau masih belum bisa, mungkin kalian bisa menyisihkan anggaran pernikahan untuk membayar biaya konsultasi dengan psikolog swasta. Percaya deh, konsultasi sama psikolog itu bukan buang-buang duit.

Yang kami selalu ingat dari kata-kata Psikolog di Puskesmas Ngaglik, Sleman. “Menikah layaknya kita naik roller coaster. Saat roller coaster itu sudah berjalan, kita tidak bisa turun bahkan kalau perut terasa eneg dan pingin muntah. Harus terus bertahan dan melaju.”(*)

BACA JUGA: Jangan Munafik, Hidup Memang Lebih Mudah Buat Orang Ganteng dan Cantik atau tulisan Meita Eryanti lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Oktober 2019 oleh

Tags: kejiwaanKesehatan Mentalperiksa ke dokterpersiapan pernikahanPsikologi
Meita Eryanti

Meita Eryanti

ArtikelTerkait

5 Drama Korea yang Sebaiknya Nggak Usah Ditonton terminal mojok

5 Drama Korea yang Sebaiknya Nggak Usah Ditonton

17 November 2021
4 Rekomendasi Drama Korea yang Angkat Isu Kesehatan Mental

4 Rekomendasi Drama Korea yang Angkat Isu Kesehatan Mental

11 Juli 2022
kesurupan

Kesurupan Bukan Cuma Terjadi Karena Kerasukan Setan, Bisa Juga Karena Stress dan Banyak Pikiran

29 Mei 2020
Viral Konten TikTok Ibu Kasih Bayi Kopi Good Day, Bukti Jadi Ibu Rumah Tangga Tetap Harus Berpendidikan Tinggi Terminal Mojok

Ibu Rumah Tangga Rentan Terserang Stres. Pahami, Jangan Hakimi!

4 Maret 2023
kesehatan fisik dan mental

Kebiasaan yang Merusak Kesehatan Fisik dan Mental, Tapi Sering Dilakukan

19 September 2019
ibu muda waras

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Waras di Era Kemajuan Teknologi

11 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.