Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jangan Minta Saya Nganter ke Toilet

Mahmud Khabiebi oleh Mahmud Khabiebi
21 Agustus 2019
A A
ke toilet

ke toilet

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah nggak sih kalian diajak ke toilet sama temen sendiri? Pernah nggak? Kalo nggak pernah juga nggak masalah sih. Tapi, ketahuilah, bahwa diajak—disuruh nganter dan nungguin—temen di toilet itu nyebelin. Serius, nyebelin banget.

Kenapa sih harus ditemenin? Kenapa nggak sendiri saja? Takut tersesat? Mau ke toilet tiba-tiba nyasar ke Keraton Nyi Roro Kidul gitu? Pliiiss deh, nggak ada ceritanya ya orang kesasar hanya karena pergi ke toilet sendirian. Nggak ada ceritanya tim SAR dipanggil karena ada laporan “orang hilang, terakhir terlihat di sebelah kelas XII A2, masih mengenakan seragam OSIS. Menurut saksi, korban pamit pengen pergi ke toilet sendirian”. Jiiaannn ramashook blas!

Sudahlah ya, pergi ke toilet yang cuma 50 meter dari kelas kok pake dianter segala. Kecuali memang butuh satpam buat menjaga pintu toilet yang rusak. Loh, tapi kan udah tau kalo pintunya rusak, ngapain masuk ke situ. Toilet sekolah kan nggak cuma satu.

Atau mungkin kalian butuh teman ngobrol sewaktu melakukan kawajiban panggilan alam. Kali aja, saking deketnya, saking bro-nya kalian dengan teman hingga mau dan berani masuk satu bilik toilet untuk menjadi teman ngobrol saat seorang teman melakukan ritual hariannya.

Percayalah, menunggui teman di toilet adalah cara membuang waktu paling buruk yang pernah ada. Kalau cuma mau membuang waktu karena bosan dengan pelajaran, kan bisa pergi ke kantin, mewawancarai ibu kantin, atau sekedar ngegombalin anaknya yang kebetulan libur sekolah karena sudah selesai Ujian Nasional.

Pernah juga teman saya izin keluar kelas, sakit katanya. Dengan sedikit akting dia berhasil mengelabui guru untuk kemudian pergi ke UKS dan tidur siang. Padahal kami semua tahu persis dia izin karena semalam begadang main voli di turnamen tarkam yang diselenggarakan kampungnya. Bukan berarti ngasih contoh yang buruk, meskipun kenyataanya iya, tapi yang jelas ayolah, masak cuma ke toilet aja takut. Pecundang. Dengan gagah berani naik ke gunung, ngecamp di pantai, atau kemah ke hutan tapi ke toilet yang cuma 50 meter dari kelas minta dianterin.

Selain karena hal-hal di atas, saya benci disuruh nganter temen ke toilet karena diluar pintu toilet itulah muncul rasa “kok gini amat sih hidup”. Berasa kek nggak berguna gitu. Apalagi kalau banyak yang lewat, saya yang dengan setia nungguin di depan pintu cuma bisa mengangguk sambil senyum ala iklan pasta gigi. Kalaupun mau main HP, nggak nyaman juga kan baca artikel di Mojok sambil berdiri, sendirian, sambil ketawa ketawa pula. Pokoke serba nggak nyaman lah.

Itu kalau nunggu di luar. Sudah sebegitu ngggak nyamannya. Kalau ikut masuk takutnya malah timbul fitnah. Dikiranya kaum pelangi, padahal kan ini bentuk mesranya persahabatan.

Baca Juga:

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Facebook Adalah Seburuk-buruknya Tempat Curhat Soal Kulit dan Minta Rekomendasi Skincare

Fyi  aja nih, saya termasuk orang yang selalu menolak ketika disuruh nganter ke toilet. Kalau ke kantin, baru saya mau. Misal ya, disuruh nganter ke kantin. Kan lumayan masih ada harapan ditraktir gorengan atau jajanan lain. Lha kalau disuruh nganter ke toilet, bisa berharap apa coba? Mau gitu tiba-tiba temen bilang, “nih ada sisa sate tadi malem, kalau mau ambil sendiri tuh.” Terus sebagai temen yang ngerasa nggak enak kalau nolak kita jawab, “baik banget sih kamu, mana aku ambil sisa satemu. Semoga dicatat sebagai amal baikmu ya. Amiin”. Awowkwokwok kok jadi absurd gini ceritanya.

Jadi intinya, buat seluruh pembaca tulisan ini. Berhentilah meminta teman kalian untuk nganter plus nungguin kalian di toilet. Sadarlah bahwa nungguin kalian itu merepotkan dan barang siapa menyusahkan orang lain, maka kelak akan disusahkan Allah di akhirat.

Lagipula pergi ke toilet sendirian membuat pikiran dan perasaan menjadi lebih tenang karena tak harus memikirkan orang yang sedang berdiri di depan pintu. Dan bagi saya pribadi, menuntaskan panggilan alam akan terasa lebih plong ketika tak ada yang mengganggu pikiran sehingga yang ada tinggal kedamaian dan ketenangan yang ikut mengalir bersama hajat menuju ke tempat yang semestinya. (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2019 oleh

Tags: Curhatke toiletnganterinPertemanansahabat
Mahmud Khabiebi

Mahmud Khabiebi

Sedang mengerjakan skripsi sastra Jepang

ArtikelTerkait

mantan menikah dengan sahabat

Rasanya Punya Mantan yang Menikah dengan Sahabat Sendiri

12 April 2020
bucin

Kenapa Orang yang Sayang dan Perhatian Pada Pasangannya Justru Diolok-olok Sebagai Bucin?

21 Juli 2019
pembeli adalah raja

Konsep Pembeli adalah Raja: Itu Kolot, Zheyeng!

4 September 2019
harapan awal bulan

#AugustWish: Perayaan Harapan Para Netizen di Awal Bulan

3 Agustus 2019
ulang tahun pesta kejutan surprise berujung disuruh nraktir budaya mahasiswa sambat ngeluh nggak punya uang harus utang mojok

Saatnya Berkata “Tidak” buat Orang-Orang yang Nagih Traktiran Ulang Tahun

28 Juni 2020
membuang makanan

Membuang Makanan itu Melukai Kemanusiaan Kita

7 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.