Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pledoi Bagi Perempuan yang Jadi Sasaran Pertanyaan “Tumben Cantik. Mau Kemana?”

Ade Vika Nanda Yuniwan oleh Ade Vika Nanda Yuniwan
20 Agustus 2019
A A
tumben cantik

tumben cantik

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi cantik dan tampan adalah keinginan setiap orang. Namun berhubung saya adalah perempuan, maka yang saya inginkan adalah terlihat cantik. Dengan dorongan itu, maka bukan hanya saya—tapi seluruh perempuan pasti akan mengupayakan segala cara untuk mewujudkan keinginannya menjadi cantik. Caranya bisa bermacam-macam, ada yang selalu memperbarui outfit, memoles make up, menggunakan skincare, atau bahkan bisa perawatan seluruh tubuh.

Oh tapi sayangnya, bagi perempuan yang sehari-hari terlihat biasa aja dan tiba-tiba berpenampilan cantik, akan memunculkan respon keterkejutan bagi orang-orang di sekitarnya. Salah satu contohnya adalah pertanyaan yang (mungkin) sering kita dengar tumben cantik, mau kemana?. Jika kalian pernah menanyakan hal ini kepada mereka yang berusaha terlihat cantik tanpa ingin pergi kemana-mana, coba pikirkan bagaimana jika dia merasa minder?

ADVERTISEMENT

Tentu saja saya tulisan ini tidak ditujukan bagi mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Atau mungkin bisa jadi pertanyaan itu sekilas memang tampak biasa saja. Tapi percayalah bagi beberapa perempuan, pertanyaan itu semacam sentilan yang bisa merusak semangatnya untuk bisa tampil cantik.

Begini maksudnya. Mereka yang sebelumnya suka merasa kurang percaya diri dengan penampilannya lalu akhirnya mencoba memperbaiki penampilannya—ya meskipun tidak kemana-mana. Apa memang kalau ingin terlihat cantik harus ketika berpergian saja? Sejujurnya, pertanyaan itu lebih mengarah ke pertanyaan sindiran untuk perempuan yang setiap harinya berwajah jelek biasa aja.

Pertanyaan itu seolah-olah menjadi simbol keterkejutan dan ketidakberterimaan seseorang atas perubahan individu lain yang lebih baik. Jadi sebenarnya pentingkah pertanyaan itu ditanyakan saat kita melihat seseorang tampil beda?

Pertama-tama sebagai perempuan yang pernah mengalami hal seperti ini, saya ingin meluruskan kepada kalian yang pernah menanyakan pertanyaanSebagai perempuan yang pernah mengalami hal seperti ini, saya ingin meluruskan kepada kalian yang pernah menanyakan pertanyaan tumben cantik, mau kemana?. Bagi saya pribadi, menjadi cantik itu bisa dengan atau tanpa make up alias relatif. Kebetulan waktu kejadian itu saya alami, saya memang sedang tidak menggunakan make up. Tapi anehnya, pertanyaan itu tetap ditujukan bagi saya.

1.Menjadi pengguna pemula skincare 

Pertanyaan-pertanyaan itu juga seringkali muncul jika seseorang terlihat cantik tanpa make up sekalipun. Bisa jadi ia hanya menggunakan sebuah produk skincare yang membuat wajahnya menjadi lebih segar dari biasanya. Tapi pertanyaan tumben cantik, mau kemana?, seperti menjadi penanda bahwa sehari-harinya mereka ini tidak cantik, yang berbeda hanyalah karena bisa jadi ia baru jadi pengguna skincare.

Baca Juga:

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Anak SD Zaman Sekarang Sudah Punya Skincare Routine Lengkap dan Tampilan Layak Selebgram: Padahal Saya Pas Bocah Bangga Punya Kaos Sablon dari Pasar Malam

Jadi untuk memenuhi kebutuhan kepo anda-anda sekalian, tanyakan pertanyaan lain seperti “Apa kamu memakai skincare? Wajahmu terlihat lebih cerah dari sebelumnya.” Saya yakin kadar ejek yang dapat merundungnya  bisa lebih kecil dari pada pertanyaan tumben cantik, mau kemana?. Bisa jadi pertanyaan itu menyentil sisi kesensitifannya sebagai perempuan.

2. Ingin menjajal baju baru yang tidak biasa dari biasanya

Terkadang pertanyaan itu juga bisa muncul karena pakaian yang dikenakan. Seakan-akan perempuan boleh terlihat menarik hanya ketika akan berpergian dan tidak pada hari-hari biasa. Tentu saja ini berhubungan erat dengan kebiasaan perempuan yang suka memakai daster atau baju babydoll. Lalu adanya perubahan penampilan baju seolah-olah jadi hal yang tidak biasa.  Maka munculah pertanyaan itu.

Untuk meminimalisasi pertanyaan yang menimbulkan makna ganda, sebaiknya perlu mengganti pertanyaan tumben cantik, mau kemana? bisa dengan pertanyaan lain seperti, “Ciye, pakai baju baru ya? Beli di mana?”. Dengan begitu mereka sendiri yang akan menanyakan tentang penampilannya—apakah mereka cantik (pantas) menggunakan baju itu atau tidak? Sebaiknya coba pikirkan lagi untuk menjawab pertanyaan ini yhaaa~

3. Sedang belajar tutorial make up

Untuk yang satu ini khusus mereka-mereka yang biasanya tanpa menggunakan make up dan kebetulan terlihat berbeda karena menggunakan make up. Seseorang yang melihat itu, biasanya memang akan mengira ia akan menghadiri sebuah acara. Namun ada baiknya pertanyaan seperti tumben cantik, mau kemana? diganti. Karena bisa jadi, pertanyaan itu akan mengubah kebiasaannya—dari tidak suka make up dan tidak narsis, menjadi kebalikannya.

”Lagi belajar make up? Belajar make up dimana? Pantas sekali dengan tipikal wajahmu”. Saya yakin pertanyaan itu akan terdengar jauh lebih baik. Bertanya sekaligus memuji dengan cara yang baik justru akan meningkatkan kepercayaan diri seorang perempuan. Eits, bukan berarti perempuan adalah manusia yang narsis ya?

Jika di antara kalian ada yang memiliki perspektif lain soal pertanyaan ini dan akan mengatakan, “Kami kan memang heran, mereka terlihat beda dari biasanya. Kami kira mereka akan berpergian. Lagi pula kami berniat memuji”. Memuji sama sekali tidak salah. Tapi, mengutarakan kalimat perlu dipertimbangkan juga kan bagaimana dampaknya? Bagaimana jika pujian kita justru menimbulkan penafsiran ganda? Coba pikirkan soal parafrasa. heuheu (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: cantikCurhatkecantikanmake upoutfitpledoiskincare
Ade Vika Nanda Yuniwan

Ade Vika Nanda Yuniwan

Pekerja literasi yang mencintai buku, anak-anak, dan pendidikan. Suka berdiskusi sambil nulis ringan untuk isu-isu yang di sekelilingnya.

ArtikelTerkait

skincare untuk cowok skincare lokal skincare routine mojok

Skincare Rajin tapi Nggak Ada Efeknya? Hmmm, Pasti Ada yang Salah

7 September 2020
ah cuma

Banyak Masalah Dalam Hidup Kita Dimulai Dari Kalimat ‘Ah Cuma’

3 September 2019
pejuang 3,5 tahun

Tidak Perlu Menjatuhkan Mimpi Para Mahasiswa Pejuang 3,5 Tahun

27 Agustus 2019
pacaran

Pas Kecil Lihat Orang Dewasa Pacaran, Pas Dewasa Lihat Anak Kecil Pacaran

8 Agustus 2019
Rekomendasi Lip Tint di Bawah 50 Ribu yang Cocok buat Ombre Lips

Rekomendasi Lip Tint di Bawah 50 Ribu yang Cocok buat Ombre Lips

24 April 2024
patah hati

Terlatih Patah Hati Bikin Hoki

19 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun Mojok.co sumatera selatan

Kalau Orang Sumatera Selatan Terus-terusan Ngaku dari Kota Palembang, Daerah Lain Kapan Dikenalnya?

21 Juni 2026
Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah yang Jadi Sarang Tikus (Unsplash)

Pengalaman Pahit Tinggal di Kos Murah: Ketika Rumah Tua Berubah Menjadi Sarang Tikus

21 Juni 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026
Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah Mojok.co

Konsep Gramedia Jalma Semarang Menarik, tapi Jujur Agak Sedih ketika Tempat Favorit Saya Berubah Wajah

26 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.