Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Nasional

Dodik Suprayogi oleh Dodik Suprayogi
19 Juni 2026
A A
Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri Mojok.co

Jalur Jombang-Nganjuk Lebih Mirip Halang Rintang daripada Jalan Arteri (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Adrenalin saya terpacu tiap kali melewati jalur Jombang ke Nganjuk. Terlebih kalau lewat Mojoagung hingga Jombang Kota, rasa-rasanya jalur tersebut lebih mirip halang rintang daripada jalan arteri. Di jalur ini saya dipaksa menikmati uji nyali gratis dengan taruhan nyawa.

Padahal, hampir tiap tahun para pejabat baik pejabat setempat maupun dari daerah lain seperti Jakarta dan Surabaya sowan ke pesantren di Jombang. Mereka pasti melewati jalur ini kalau mau sowan. Kok ya nggak ada yang tergugah mengupayakan ada perbaikan ya. 

Nggak heran sih kalau banyak orang, terutama pengendara yang sering melintas seperti saya, menobatkan jalan ini sebagai jalur terburuk. Bahkan, melebihi Jalur Pantura Semarang-Rembang.

Tol dipercantik, jalan rakyat dibiarkan menjerit

Hal yang paling membuat saya mengelus dada adalah kontrasnya perlakuan pemerintah terhadap infrastruktur. Di satu sisi, jalur tol dibangun begitu megah, mulus, dan selalu mendapat perawatan nomor satu.

Pemerintah tampak begitu bangga memamerkan jalan bebas hambatan yang membelah kota. Namun, di sisi lain, jalur nasional seperti Jombang Nganjuk yang menjadi tumpuan masyarakat kecil yang tidak sanggup bayar tol malah dibiarkan telantar begitu saja.

Seharusnya pemerintah merasa malu melihat ketimpangan ini. Mempermulus jalan tol terus-menerus sementara jalan nasional dibiarkan hancur lebur adalah bukti nyata bahwa prioritas pembangunan kita sudah bergeser.

Anggaran seolah-olah habis hanya untuk proyek-proyek komersial yang bisa menghasilkan cuan secara langsung. Sementara, jalur yang dilewati truk logistik, pedagang pasar, dan kaum komuter harian seperti saya luput dari perhatian serius. Perbaikan yang dilakukan pun sering kali hanya sekadar tambal sulam yang akan kembali buyar begitu diguyur hujan deras pertama.

Bertaruh nyawa di setiap lubang dan gelombang Jalur Jombang Nganjuk

Melewati jalur Jombang hingga Nganjuk saat ini bukan lagi soal efisiensi waktu, melainkan soal keselamatan nyawa. Saya sudah bosan melihat, mendengar, atau bahkan menyaksikan sendiri bagaimana pengendara roda dua jatuh terjerembab karena menghindari lubang yang tiba-tiba muncul di depan mata.

Baca Juga:

Salah satu Dampak Buruk Tol Solo Jogja Dirasakan Warga Gamping: Hilangnya Ruang Hidup ketika Warga Lokal Tidak Sanggup Membeli Tanah Kelahiran Sendiri

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

Jalur ini telah berubah menjadi momok yang menakutkan, terutama saat malam hari ketika penerangan jalan sangat minim dan lubang-lubang tersebut tersamarkan oleh kegelapan.

Ketidakpedulian ini bukan lagi sekadar masalah kelalaian administratif, melainkan sudah sampai pada tahap mengabaikan keselamatan warga negara. Setiap lubang yang dibiarkan menganga adalah jebakan maut bagi pengendara.

Kerusakan suspensi kendaraan mungkin bisa diperbaiki dengan uang di bengkel, tetapi bagaimana dengan nyawa yang melayang atau cacat fisik akibat kecelakaan? Sungguh sebuah ironi yang menjengkelkan di tengah narasi kemajuan infrastruktur yang selalu digembar-gemborkan di media sosial.

Membunuh potensi wisata dan hajat hidup warlok

Dampak dari hancurnya jalur ini menjalar ke mana-mana. Termasuk, sektor ekonomi dan pariwisata. Sepanjang jalur Jombang hingga Nganjuk sebenarnya menyimpan banyak potensi wisata lokal yang menarik dan menghidupkan UMKM sekitar.

Akan tetapi, siapa orang waras yang sudi berwisata jika akses jalannya saja sudah seperti medan perang? Wisatawan dari luar daerah pasti berpikir dua kali untuk berkunjung, dan akhirnya memilih memutar arah atau mencari destinasi lain yang jalannya lebih manusiawi.

Kondisi ini secara tidak langsung perlahan membunuh hajat hidup rakyat sendiri. Warung-warung pinggir jalan sepi, pusat oleh-oleh lesu, dan pelaku ekonomi kreatif di sepanjang jalur ini hanya bisa gigit jari.

Kebijakan yang menganakemaskan tol dan menomorduakan jalan nasional ini jelas-jelas mencekik ekonomi warga lokal seperti saya. Sudah saatnya pemerintah berhenti menutup mata, turun dari mobil dinasnya yang empuk, dan segera membenahi jalur ini sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Penulis: Dodik Suprayogi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Keresahan-keresahan yang Saya Alami Selama Tinggal di Pinggir Jalan Provinsi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2026 oleh

Tags: jalan arterijalan nasionaljalan tolJombangJombang Nganjuknganjuk
Dodik Suprayogi

Dodik Suprayogi

Penggiat pertanian yang sedang menempuh pendidikan S2 Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.

ArtikelTerkait

Siasat Naik Kereta Ekonomi Solo-Nganjuk agar Kursi Tidak Hadap Belakang Mojok.co

Siasat Naik Kereta Ekonomi Solo-Nganjuk agar Kursi Tidak Hadap Belakang

1 Oktober 2024
Soto Dok, Kuliner Khas Jombang yang Sering Dituduh Makanan Haram

Soto Dok, Kuliner Khas Jombang yang Sering Dituduh Makanan Haram

4 Oktober 2024
Melihat Sisi Lain Jombang yang Nggak Diketahui Orang Banyak, Saya Tulis supaya Nggak Ada Lagi yang Salah Kaprah

Melihat Sisi Lain Jombang yang Nggak Diketahui Orang Banyak, Saya Tulis supaya Nggak Ada Lagi yang Salah Kaprah

20 Agustus 2024
Jember Selatan seperti “Anak Tiri” Kabupaten Jember (Unsplash)

Penderitaan Orang Jember Selatan yang seperti Menjadi “Anak Tiri” Kabupaten Jember karena Perbedaan Bahasa dan Budaya

9 Februari 2024
Rest Area 754 A Tol Surabaya-Gempol Mirip Mal: Nggak Cuma Restoran dan Kafe, Toko Baju pun Ada di Sini

Rest Area 754 A Tol Surabaya-Gempol Mirip Mal: Nggak Cuma Restoran dan Kafe, Toko Baju pun Ada di Sini

23 September 2025
Depok dan Jombang, Dua Daerah Terpisah Jarak, tapi Disatukan oleh Keanehan  

Depok dan Jombang, Dua Daerah Terpisah Jarak, tapi Disatukan oleh Keanehan  

5 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026
Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Nggak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

Deodoran Kahf, Deodoran Murah yang Tidak Jualan Klaim yang Mewah, tapi Kualitasnya Begitu Hebat dan Tidak Bau, Nggak kayak Merek yang Itu tuh

17 Juni 2026
Krisis Identitas Kawasaki Brusky 125: Mencoba Terjun di Pasar Matic, tapi Blunder. Jiplaknya Kebangetan!

Krisis Identitas Kawasaki Brusky 125: Mencoba Terjun di Pasar Matic, tapi Blunder. Jiplaknya Kebangetan!

13 Juni 2026
Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

13 Juni 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Sebelum KKN, Pahami bahwa Hal-Hal Menyebalkan dalam KKN yang Kebanyakan Datang dari Teman Satu Posko

14 Juni 2026
Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma Mojok.co

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

14 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.