Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Gabugan-Sumberlawang, Jalan Paling Dibutuhkan Sekaligus Meresahkan di Sragen

Sholy Khoirudi Zuhri oleh Sholy Khoirudi Zuhri
17 Januari 2025
A A
Jalan Gabugan-Sumberlawang, Jalan Paling Dibutuhkan Sekaligus Meresahkan di Sragen Mojok.co

Jalan Gabugan-Sumberlawang, Jalan Paling Dibutuhkan Sekaligus Meresahkan di Sragen (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalan Gabugan-Sumberlawang Sragen jalan penghubung antara pusat kota Sragen menuju Gemolong dan Sumberlawang. Selain itu, jalan ini juga merupakan akses ke sejumlah desa maupun kecamatan yang berada di wilayah selatan pusat kota. Itu mengapa Jalan Gabugan-Sumberlawang Sragen begitu padat, tidak hanya pengendara motor, tapi juga kendaraan besar seperti truk ekspedisi dan bus AKAP.  

Saya cukup sering melewati Jalan Gabungan karena bekerja di pabrik penggilingan sekam yang berada di dekat pusat kota. Sebagai salah satu pengguna jalan yang kerap melewatinya, saya tahu betul jalan ini adalah momok bagi pengendara sepeda motor. Selain bersaing dengan kendaraan besar, pengguna sepeda motor harus waspada terhadap kerusakan jalan yang ada di mana-mana.  

ADVERTISEMENT

Ancaman di balik jalan sepanjang 16 km

Sekilas, jalan sepanjang 16 km itu tampak baik-baik saja, mulus dan lurus. Namun, itu hanya di beberapa titik saja, lebih banyak ruas jalan yang bermasalah daripada yang mulus. Kekacauan itu tampak nyata antara Pom Bensin Gabungan dan Pom Bensin Taraman.

Ruas jalan antara dua tempat pengisian bahan bakar itu banyak yang bergelombang, retak, miring, hingga berlubang. Bahkan, bisa saya bilang, lubang jalan di sana bukan parah lagi, tapi ngenes. Bayangkan saja, ban motor bisa masuk dalam jalan lubang tersebut. Musim hujan akan semakin parah karena lubang-lubang menganga itu akan dipenuhi air.  

Jalannya semakin berbahaya karena hanya ada persawahan dan kali di kiri dan kanan jalan. Saking bahanya siapapun yang melewati sini pasti semua jenis kendaraan akan memelankan lajunya hingga di kecepatan 20 km per jam. 

Di Jalan Gabugan-Sumberlawang harus bersaingan dengan kendaraan besar

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, pengguna Jalan Gabugan-Sumberlawang Sragen juga perlu hati-hati terhadap kendaraan besar yang melintas. Kendaraan-kendaraan itu bisa sewaktu-waktu berpindah lajur demi menghindari jalan yang rusak. Bahkan, sopir tidak ragu-ragu menempatkan posisi kendaraannya di tengah-tengah ruas jalan. Seolah tidak peduli dengan pengguna jalan lain atau kendaraan dari arah berlawanan. 

Pada posisi seperti ini pengendara motor yang ada di belakangnya mau tidak mau harus sabar. Memastikan motor tetap stabil, sembari menghindari retakan dan lubangan jalan. Sebenarnya bisa-bisa aja kalau kendaraan motor ini  menyalip, tapi harus bertaruh keselamatan karena sisa jalan yang sangat sempit. 

Kondisinya akan lebih menantang pada malam hari. Semua tantangan tadi, jalan rusak dan kendaraan besar, masih ditambah dengan jalan yang gelap. Jalan sepanjang 16 km itu memang lebih banyak yang kondisinya remang-remang sehingga mata perlu benar-benar jeli mengamati kondisi jalan. Belum lagi kalau ada lampu sorot kendaraan besar menyala, tentu akan menyilaukan mata hingga menjadikan penglihatan blur.

Baca Juga:

Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman 

Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

“Cumi Darat” yang merepotkan

Sebenarnya beberapa ruas Jalan Gabugan-Sumberlawang Sragen ada yang mulus dan normal. Misalnya saja ruas jalan sebelum Pom Bensin Gabugan, jalan setelah Pom Bensin Taraman, jalan arah kota, dan jalan keluar-masuk jalan tol.  Hanya saja, ruas jalan itu bukan berarti tidak punya tantangan. Pengendara sepeda motor harus waspada dengan Mobil bermesin diesel yang dimodifikasi sedemikian rupa. Warga setempat menyebutnya dengan “cumi darat” karena biasanya knalpot kendaraan ini menghasilkan asap hitam pekat. 

Sebenarnya saya tidak terlalu peduli dengan mobil yang dimodifikasi. Toh, mereka melakukannya pada mobil sendiri dan dengan uang pribadi. Hanya saja, beda cerita kalau hasil modifikasi itu meresahkan bagi pengguna jalan lain, misal menghasilkan asap hitam pekat. Selain itu, pengendara “cumi hitam” biasanya ugal-ugalan.

Setidaknya saya sudah 3 kali berurusan dengan “cumi jalan”. Ketiganya terjadi pada malam hari ketika saya pulang dari kerja. Tepat setelah jalan keluar tol yang menuju arah selatan melalui Jalan Gabugan-Sumberlawang Sragen,  “cumi darat” menyalip dan mengeluarkan kepulan asap tebal. Jelas asap ini mengganggu pernapasan dan pandangan saya. 

Di atas serangkaian ancaman yang bisa kalian hadapi kalau melintas di Jalan Gabugan-Sumberlawang Sragen. Ancaman yang meresahkan khususnya bagi pengendara sepeda motor seperti saya. Itu mengapa benar-benar perlu meningkatkan kewaspadaan kalau melintasi jalan ini. 

Penulis: Sholy Khoirudi Zuhri
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jalan Magelang Jogja Penuh Bahaya, Nggak Cocok buat Pengendara Bermental Tempe

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2025 oleh

Tags: Jalan Gabugan SumberlawanJalan Gabugan Sumberlawan SragenJalan Sragensragen
Sholy Khoirudi Zuhri

Sholy Khoirudi Zuhri

Berkelana, menulis, dan berkontribusi dalam keagamaan.

ArtikelTerkait

Boyolali Utara , Bagian Boyolali yang Sama Sekali Nggak Mirip Boyolali, Malah Mirip Sragen

Boyolali Utara, Bagian Boyolali yang Sama Sekali Nggak Mirip Boyolali, Malah Mirip Sragen

8 Februari 2024
Curahan Hati Orang Sragen yang Sering Mengaku Asli Solo daripada Daerah Aslinya Mojok.co

Curahan Hati Orang Sragen yang Lebih Sering Mengaku Asli Solo daripada Daerah Asalnya

29 September 2025
Keresahan Saya Selama Tinggal di Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen

Sragen, Kota yang Hidup Cuma Sampai Maghrib, Setelah Itu, Seakan Jadi Kota Mati

21 Mei 2025
Derita yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Perbatasan Ngawi-Sragen: Mau Pesan Ojol, Malah Disarankan Bertapa

Derita yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Perbatasan Ngawi-Sragen: Mau Pesan Ojol, Malah Disarankan Bertapa

13 Mei 2025
Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman Mojok.co

Dilema Pemuda Sragen: Bertahan Nggak Berkembang, Ditinggal Dikira Nggak Sayang Kampung Halaman 

20 Januari 2026
Jalan Solo Purwodadi Siang Memanjakan, Malam Mengancam (Unsplash)

Jalan Solo Purwodadi Dulu Hancur, Kini Lebar dan Aspalnya Halus tapi Justru Menjebak Sekaligus Berbahaya di Kala Malam

22 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 kuliner Purwokerto yang menurut saya pantas dikenal lebih banyak orang, jangan jajan mendoan melulu Terminal

7 kuliner Purwokerto yang menurut saya pantas dikenal lebih banyak orang, jangan jajan mendoan melulu

7 Juli 2026
Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu Mojok.co

Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu

3 Juli 2026
Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak Terminal

Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak

6 Juli 2026
Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja Mojok.co

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja

6 Juli 2026
5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing Mojok.co

5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing

8 Juli 2026
Leuwigajah, Kelurahan Paling Mentereng Se-Kota Cimahi

Cimahi Selatan, Sebuah Anomali di “Kota Tentara”: Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Keberlangsungan Hidup Warga Cimahi

7 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.