Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Jadi Karyawan Lebih Enak Ketimbang Jadi Pengusaha, Ini Alasannya

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
18 Juli 2022
A A
Jadi Karyawan Lebih Enak Ketimbang Jadi Pengusaha, Ini Alasannya Terminal Mojok

Jadi Karyawan Lebih Enak Ketimbang Jadi Pengusaha, Ini Alasannya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Katanya jadi pengusaha paling enak. Ah, kata siapa? Kata saya sih enakan jadi karyawan~

Saat saya masih duduk di bangku kuliah dulu, ada banyak pengusaha dan motivator yang datang sebagai pembicara dalam acara seminar di kampus. Berbagai kata-kata mereka yang dulu saya kagumi terasa hanya omong kosong begitu saya merasakan asam garam kehidupan selepas lulus kuliah.

Salah satu kalimat motivasi yang dulu sering saya dengar adalah: bangun mimpimu sendiri sebelum kamu dipekerjakan oleh orang lain untuk membangun mimpinya. Kalimat itu seolah menggambarkan bahwa dengan menjadi karyawan, seseorang nggak bisa membangun mimpinya sendiri. Padahal menurut saya nggak ada salahnya juga kalau seseorang pada akhirnya harus berkarier menjadi karyawan.

Setidaknya ada 4 alasan mengapa jadi karyawan lebih enak ketimbang jadi pengusaha. Alasan-alasan berikut bisa jadi pengingat supaya saya dan mungkin juga sebagian dari kalian lebih bersyukur setelah memilih jalan karier menjadi karyawan.

#1 Lebih stabil

Ketika seseorang telah memutuskan untuk menjadi seorang karyawan, berarti dia memutuskan nggak akan pernah masuk dalam daftar orang terkaya di dunia, bahkan di negaranya sendiri. Ya mana ada sih 10 orang terkaya di dunia atau Indonesia yang kerjanya sebagai karyawan. Sudah pasti nama-nama dalam daftar tersebut berprofesi sebagai pengusaha.

Namun, kalau dilihat dari kacamata yang lebih luas, sudah nggak terhitung jumlah pengusaha yang dulunya kaya raya, eh, tiba-tiba jatuh miskin karena bisnisnya bangkrut. Makanya berkarier sebagai pengusaha itu ibarat naik rollercoaster, bisa naik dan turun secara cepat dan drastis.

Sementara itu, kehidupan seorang karyawan cenderung lebih stabil dan bisa beradaptasi ketika jenjang kariernya naik secara perlahan sesuai kemampuan dan pengalaman kerjanya. Nggak bakalan tiba-tiba naik tinggi banget atau turun banget.

#2 Nggak pusing mikirin kenaikan UMK/UMP tiap tahun

Nyaris setiap tahun pada tanggal 1 Mei yang diperingati sebagai Hari Buruh Internasional, selalu ada para pekerja yang turun ke jalanan untuk melakukan aksi demo menuntut hak-hak mereka sebagai kaum pekerja dipenuhi. Dan yang paling nyaring mereka suarakan adalah kenaikan UMK/UMP agar para pekerja ini dapat merasakan upah yang layak. Bahkan di saat pandemi Covid-19 menyerang, beberapa daerah di Indonesia tetap menaikkan UMK/UMP-nya.

Baca Juga:

5 Hal yang Mungkin Terjadi Andai Saya Jadi Karyawan MR DIY

4 “Dosa” Indomaret dan Alfamart yang Bikin Kesal Pelanggan

Padahal seperti yang sudah kita ketahui bersama, banyak bisnis atau perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan lantaran bisnisnya nggak bisa berjalan secara normal akibat pandemi. Sementara itu, di saat bersamaan, para pengusaha terpaksa menaikkan gaji karyawan sesuai dengan UMK. Duh, kalau saya jadi pengusaha dan disuruh mikir masalah seperti ini bisa mumet kepala saya.

#3 Libur tiap akhir pekan dan tanggal merah

Berdasarkan beberapa kalimat motivasi dari seorang pengusaha yang pernah mengisi acara seminar di kampus dulu ditambah beberapa hal yang saya perhatikan dari teman-teman yang memilih berkarier menjadi pengusaha, saya mendapatkan kesimpulan bahwa jadi pengusaha itu selalu bekerja tiap hari dan standby setiap waktu. Sebab, konon katanya pengusaha yang sukses itu adalah mereka yang ketika tidur saja memimpikan strategi kemajuan perusahaan atau bisnisnya.

Bandingkan dengan seorang karyawan. Selama saya bekerja, saya selalu bisa mendapat libur di akhir pekan dan tanggal merah. Kalau lagi libur, boro-boro mikirin perusahaan atau kelangsungan bisnis perusahaan, mikirin pekerjaan yang belum selesai saja malasnya minta ampun. Hayo, ngaku, siapa yang kayak gitu juga? Hehehe.

#4 Cuma perlu ahli dalam satu bidang

Pengusaha yang sukses harusnya dapat memahami keseluruhan industri atau bidang tempat perusahaannya berkecimpung. Hal ini diperlukan agar usahanya bisa terus relevan dengan perkembangan zaman yang berubah dengan cepat.

Sebenarnya, jadi karyawan juga harus mengikuti perkembangan zaman biar nggak kalah dengan karyawan lainnya yang lebih muda. Bedanya, kita cukup menguasai satu bidang, bukan secara keseluruhan. Misalnya, seorang karyawan di bagian keuangan, ya blio cukup ahli di bidang keuangan saja, atau seorang karyawan ahli mesin, ya blio cukup memahami masalah mesin saja, dst. Sehingga beban ilmu pengetahuan yang harus dikuasai oleh seorang karyawan jauh lebih ringan ketimbang seorang pengusaha.

Itulah beberapa alasan mengapa jadi karyawan lebih enak ketimbang jadi pengusaha. Buat kalian yang memilih berkarier jadi karyawan seperti saya, nggak perlu lah membandingkan pencapaian kita dengan para pengusaha. Meski kelihatannya kehidupan para pengusaha jauh lebih sukses dan kaya raya, tapi hidup itu sawang sinawang. Apa yang kita lihat enak dan menyenangkan belum tentu mudah untuk dijalani.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Mindset Keliru Tentang Menjadi Pengusaha yang Harus Dihindari.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2022 oleh

Tags: Karyawanpengusaha
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

3 Hal yang Membuat HRD Ketar-ketir Selama Ramadan saat Seleksi Karyawan

3 Hal yang Membuat HRD Ketar-ketir Selama Ramadan saat Seleksi Karyawan

25 April 2022
5 Hal yang Mungkin Terjadi Andai Saya Jadi Karyawan MR DIY Mojok.co

5 Hal yang Mungkin Terjadi Andai Saya Jadi Karyawan MR DIY

23 November 2025
5 Benefit Karyawan yang Nggak Kalah Berharga dari Gaji Bulanan yang Disodorkan Perusahaan

5 Benefit Karyawan yang Nggak Kalah Berharga dari Gaji Bulanan yang Disodorkan Perusahaan

30 Januari 2024
Suka Duka Bekerja di Restoran

Suka Duka Bekerja di Restoran

11 April 2023

Panduan Dasar Memulai Usaha Angkringan bagi Anak Muda

5 Juni 2021
net tv

Net TV: Dulu Dipuja Sekarang Dicerca

10 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
Niatnya Hemat Kos Murah, Malah Dapat Kamar Bekas Aborsi (Unsplash)

Demi Hemat Ratusan Ribu, Rela Tinggal di Kos Murah yang Ternyata Bekas Aborsi

12 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.