Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Istilah ‘Sekolah Dihapus’ Itu Nggak Lucu Justru Tamparan buat Pendidikan

Audian Laili oleh Audian Laili
21 April 2021
A A
Istilah 'Sekolah Dihapus' Itu Nggak Lucu Justru Tamparan buat Pendidikan terminal mojok.co

Istilah 'Sekolah Dihapus' Itu Nggak Lucu Justru Tamparan buat Pendidikan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Istilah “sekolah dihapus” yang diutarkan anak-anak dengan penuh kepolosan itu, apa patut ditertawakan?

Ada sebuah video di TikTok yang kontennya suka ngasih pertanyaan ke anak-anak kira-kira seusia SD. Beberapa waktu lalu, mereka tanya soal “siapa presiden Indonesia?”, ada pula, “siapa pahlawan Indonesia?”, dan seterusnya.

ADVERTISEMENT

Jawaban mereka ada yang benar, ada pula yang seolah menjawabnya asal. Namun, akan berbeda kalau yang ditanyakan soal game, mereka bisa menjawab dengan cas cis cus dan jelas-jelas benar. Kalau pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, mungkin dianggap “wajar” ketika mereka tidak tahu. Akan tetapi, berbeda dengan konten yang baru-baru ini.

Sekolah Dihapus ✅
Sekolah Duduk ✅
Sekolah Dasar ❌ pic.twitter.com/cqtsVdDsKw

— jodohmu (@MelindaAghnia) April 20, 2021

Di konten yang terbaru, mereka yang rata-rata masih SD itu ditanya apa kepanjangan SD? Beberapa ada yang menjawab dengan “mbulet” alias nggak sesuai dengan yang diinginkan oleh pembuat konten. Ada pula yang jawab dengan jawaban tampak ngawur. Jawaban yang tampak ngawur di antaranya, “Sekolah Dihapus” dan “Sekolah Duduk”. Bahkan di konten yang lain, seorang anak menjawab, “Sudah Dewasa.”

Mungkin jawaban semacam “sekolah dihapus” tampak lucu karena kepolosanya. Namun, saya langsung deg-degan: apakah adik saya yang saat ini masih kelas 5 juga tidak tahu kepanjangan dari SD?

Lantas, saya pun menelponnya, saat itu juga. Seperti konten TikTok tersebut, saya tanya seperti ini,

“Kamu kelas berapa?”

Baca Juga:

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

“Kelas 5.”

“Kelas 5 apa?”

“5 SD.”

“SD itu singkatan dari apa?”

Dia nggak menjawab, malah jengkel, “Aaahhh ibuuu, embaaakkk. Iiihhhh.”

Saya ulangi pertanyaan yang sama, dia tetap meraung nggak jelas. Saya semakin deg-degan. Lalu, belum sampai menjawab, hape diserahkan pada ibu. Dan ketika dia sudah tidak memegang hape, baru dia jawab dengan agak keras, “Sekolah Dasaaarrr.”

Fyiuh. Saya lega.

Adik saya yang sudah kelas 5 saja, tampaknya masih butuh waktu untuk menjawab singkatan yang melekat pada dirinya itu. Kok bisa?

Saya susah untuk menertawakan konten tersebut. Entah itu settingan atau bukan, ia bukanlah konten hiburan. Anak-anak yang tampak polos dalam menjawab itu bukannya bikin tertawa, mereka justru dengan jelas menampar dan memperlihatkan bagaimana kondisi pendidikan kita. Saya nggak tahu ini sejak kapan, tapi mungkin pandemi turut “berpartisipasi”.

Sejak pandemi dan siswa belajar di rumah, nggak semua orang tua mampu untuk menjadi fasilitator anaknya untuk belajar. Ibu saya sendiri, kadang sampai nggak ngerti lagi harus gimana mengkondisikan adik supaya bisa mengerjakan tugas-tugas dari gurunya. Belum lagi, ibu juga harus menjelaskan ulang materi yang disampaikan oleh guru. Sungguh itu PR banget. Iya, menyuruh adik bisa fokus mengerjakan saja nggak gampang, apalagi ketika ditambah “tanggung jawab” untuk mentransfer materi dari guru ke anaknya.

Lantaran masih ada pekerjaan rumah lain yang harus dilakukan. Pun, pengin segera mengakhiri pertengkaran dan perang setiap hari karena tugas-tugas itu, nggak jarang ibu mengalah dengan mencarikan jawaban dan adik menyalinnya. Adik saya? Bahkan untuk menyalinnya saja kadang merasa nggak sanggup. Luar biasa, bukan?

Nggak semua orang tua punya kesempatan memberikan sekolah terbaik untuk anaknya. Misalnya, dengan guru-guru yang punya kapasitas memadai untuk selalu memberikan Zoom Meeting setiap hari. Dengan guru yang nggak melulu ngasih tugas yang bahkan materinya diajarkan dengan asal udah disampaikan.

Ah, saya kok jadi malah kepikiran, jangan-jangan istilah “sekolah dihapus” sebetulnya adalah sarkas belaka. Bahwa itu yang mereka inginkan biar lebih bebas bermain game. Atau malah menyindir sistem sekolah sekarang yang bikin mereka double tertekan. Ya, karena nggak bisa main dengan teman, bosan di rumah, dan capek dengan omelan orang tua.

Lagi-lagi, entah settingan atau tidak, isu ini bisa jadi trending tepat di hari Kartini. Sebuah kritik di momen yang pas!

BACA JUGA Kangen Sekolah Bukan Berarti Kangen Belajarnya dan tulisan Audian Laili lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2021 oleh

Tags: konten tiktokSekolah Dasarsekolah dihapus
Audian Laili

Audian Laili

Bisa diajak ngobrol lewat akun Instagram @audianlaili

ArtikelTerkait

Konten TikTok Buiramira: Jalan Ninja Mahasiswa yang Bingung Skripsi dan Malas Bimbingan mahasiswa akhir

Konten TikTok Buiramira: Jalan Ninja Mahasiswa yang Bingung Skripsi dan Malas Bimbingan

12 Oktober 2023
Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer Mojok.co

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

20 Juli 2026
Katanya Konten TikTok Itu Banyak yang Cringe: Masak, sih? terminal mojok.co

Katanya Konten TikTok Itu Banyak yang Cringe: Masak, sih?

11 Juli 2021
Konten TikTok Perempuan Pakai Baju PKB, Bikin Netizen Pengin Gabung Meski Nggak Jelasin Ideologi Partai terminal mojok.co

Konten TikTok Perempuan Pakai Baju PKB, Bikin Netizen Pengin Gabung Meski Nggak Jelasin Ideologi Partai

27 April 2021
Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

3 Desember 2025
Calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung)

Anak Haram itu Bernama Calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung)

15 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Membayangkan Indonesia masa kini tanpa QRIS, transaksi akan benar-benar ribet

29 Juli 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam "Naik Kelas" Jadi Makin Diperhitungkan Mojok.co

Waktunya Kebumen berhenti jual diri sebagai “kota yang murah”, harus mulai berani punya harga diri!

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.