Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja

Dini Sukmaningtyas oleh Dini Sukmaningtyas
25 Juni 2026
A A
Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja Mojok.co

Dianggap Nggak Kompeten, Pengalaman Pahit Ibu Rumah Tangga yang Career Gap dan Ingin Kembali ke Dunia Kerja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi ibu rumah tangga atau IRT sering kali dianggap sebagai pilihan yang mulia. Banyak orang memuji perempuan yang memutuskan untuk fokus mengurus anak dan keluarga.

Walaupun banyak yang memuji, tidak sedikit pula yang menyayangkan. Alasannya klasik, karena ibu rumah tangga dianggap tidak menghasilkan uang dan hanya bergantung kepada nafkah dari suami. Apalagi kalau IRT yang punya riwayat pendidikan tinggi, pastilah sudah kenyang dirujak dengan embel-embel “sayang ijazahnya”.

Relate dengan banyak ibu rumah tangga di luar sana

Sebagai perempuan yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga setelah menikah, saya juga merasakan hal itu. Sejak lulus kuliah, saya adalah perempuan bekerja yang cukup passionate. Sampai akhirnya saya resign setelah menikah, entah berapa banyak orang yang menyesalkan keputusan saya.

Mereka takut saya tidak produktif lagi dan tidak memanfaatkan gelar sarjana saya dengan benar. Mereka merasa eman dengan ijazah saya hanya tersimpan di lemari. Padahal, saya pribadi tidak merasa semenyedihkan itu.

Memang ada saatnya saya merindukan masa-masa bekerja, terlebih saat anak saya sudah cukup besar untuk “ditinggal”. Saya pun mulai membuka job portal dan melamar beberapa pekerjaan di sana.

Bahkan, in this economy, mencari pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi saya pun terbilang sulit. Bayangkan, jenis kelamin saya perempuan, sudah menikah, usia kepala tiga pula. Sepertinya banyak perusahaan yang alergi dengan kandidat semacam ini, terutama yang mencari karyawan dengan batasan usia tertentu.

Beruntung, ada beberapa panggilan wawancara yang masuk dan dilakukan secara daring sehingga hemat ongkos transportasi sekaligus tidak kebingungan merawat anak. Eits, jangan salah sangka dulu. Tenang, saya sudah memikirkan berbagai skenario ketika kelak benar-benar diterima kerja, termasuk soal merawat anak ketika bekerja. 

Saat career gap lebih menarik dibahas daripada skill dan pengalaman

Saat mengirimkan lamaran, saya cukup percaya diri. Walau menjalani career gap, selama menjadi ibu rumah tangga saya nggak nganggur-nganggur amat.

Baca Juga:

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

Saya cukup aktif menulis artikel dan mengikuti perkembangan isu-isu terkini. Saya juga tidak tutup mata terhadap skill yang harus dikembangkan agar tidak tertinggal dengan pencari kerja lainnya.

Ada beberapa pengalaman saat wawancara dengan beberapa perusahaan. Kepercayaan diri yang saya miliki membuat saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan HRD dengan baik.

Hanya saja, ada satu sesi wawancara yang paling membekas buat saya. Tentu tidak aneh kalau HRD menanyakan soal career gap, alias saya ngapain aja selama tidak bekerja.

Rasanya ingin saya jawab, “Saya kerja, lho. Kerjaaa! Dipikir lantai bisa kinclong sendiri, baju dan piring kotor bisa mencuci diri mereka sendiri, dan bahan makanan mentah bisa mateng sendiri?”

Tentu saya tidak menjawab seperti itu. Saya jelaskan bahwa seperti yang tercantum di CV, saya juga menulis artikel dan upgrade skill di sela-sela melakukan tanggung jawab sebagai orang tua.  Awalnya, saya pikir hal itu cukup untuk meyakinkan HRD.

Ternyata saya salah.

Orang yang mewawancarai saya sama sekali tidak yakin bahwa saya akan mendedikasikan tenaga saya untuk bekerja. Ibu rumah tangga seperti saya dianggap lebih mudah meninggalkan tanggung jawab pekerjaan karena memiliki tanggungan, yaitu anak.

Ibu rumah tangga juga punya hak mendapat kesempatan yang sama

Pengalaman seperti ini juga dialami oleh banyak perempuan lainnya. Beberapa kali saya membaca cerita para perempuan yang mencoba masuk lagi ke dunia kerja setelah bertahun-tahun menjadi ibu rumah tangga dan ceritanya hampir mirip.

Mereka harus menghadapi pertanyaan tentang career gap, menjelaskan alasan berhenti bekerja, hingga meyakinkan perusahaan bahwa mereka masih mampu menjalankan pekerjaan dengan baik.

Menurut saya, salah satu tantangan terbesar bagi ibu rumah tangga adalah meyakinkan orang lain bahwa dirinya masih mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tetap bekerja secara profesional seperti karyawan lainnya.

Periode yang dihabiskan untuk mengurus rumah tangga sering kali dipandang sebagai masa kosong dalam perjalanan karier. Padahal banyak ibu rumah tangga yang selama di rumah tetap aktif mengikuti perkembangan teknologi, belajar keterampilan baru, mengambil kursus daring, menjalankan usaha kecil-kecilan, hingga menjadi freelancer.

Bahkan, yang seharusnya menjadi nilai tambah adalah berbagai aktivitas pengelolaan rumah tangga yang membutuhkan kemampuan organisasi dan manajemen yang tidak sederhana. Ini bukan skill remeh-temeh.

Saya paham, kok, bahwa perusahaan tentu ingin mencari kandidat terbaik. Mereka ingin memastikan orang yang direkrut mampu mengikuti perkembangan industri dan menjalankan tugas dengan baik.

Masalahnya, career gap sering kali dijadikan kesimpulan instan untuk menilai kemampuan seseorang. Mentang-mentang sudah lama tidak memiliki pekerjaan formal, kamu jadi dianggap tidak bisa apa-apa.

Akan tetapi, tetap saja, sangat tidak adil jika ibu rumah tangga harus bekerja dua kali lebih keras hanya untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan orang lain.

Penulis: Dini Sukmaningtyas
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Ide Usaha yang Cocok untuk Ibu Rumah Tangga, Bisa Dikerjakan dari Rumah dan Cuan Menjanjikan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2026 oleh

Tags: careercareer gapIbuibu rumah tanggairtjeda karier
Dini Sukmaningtyas

Dini Sukmaningtyas

Suka menulis, tapi lebih sering membaca. Bisa leluasa menulis ketika anak sedang tidur.

ArtikelTerkait

Susahnya Jadi Anak yang Punya Ibu Orang Kesehatan terminal mojok.co

Susahnya Jadi Anak yang Punya Ibu Orang Kesehatan

20 November 2020
Curahan Hati Emak-Emak Jadi Guru di Rumah dan Dituntut Serba Bisa

Curahan Hati Emak-emak yang Jadi Guru di Rumah dan Dituntut Serbabisa

9 April 2020
Ibu Shinchan, Nobita, Kenichi, dan Maruko-chan Adalah Gambaran Umum Ibu-ibu di Jepang dan Alasan Kenapa Ibu-ibu di Sana Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga terminal mojok

Ibu Shinchan, Nobita, Kenichi, dan Maruko-chan Adalah Gambaran Umum Ibu Rumah Tangga di Jepang

13 Juli 2021
Propaganda Khusus Dibalik Iklan Susu Formula

Propaganda Khusus di Balik Iklan Susu Formula

22 Desember 2019
Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Adalah Komentar Paling Jahat dan Tidak Perlu Mojok.co

Menyalahkan Ortu yang Menitipkan Anaknya di Daycare Itu Jahat dan Nirempati

26 April 2026
Resep Boleh Sama, tapi Kalau Beda yang Memasak, Kok Rasanya Lain?

Hal-hal yang Tidak Digambarkan dalam Iklan Masak

1 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Cerita Mereka yang Masih Tetap Membeli Pertamax: Jualan Pertamax Eceran Makin Nggak Laku hingga Seorang Kurir yang Terpaksa Menekan Pengeluaran

21 Juni 2026
Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co sumatera

Sebagai Anak Madura, Saya Cemburu dengan Anak Sumatera yang Tak Perlu Susah Payah Menyembunyikan Identitas

20 Juni 2026
Mati Listrik di Jogja Adalah Cara Cepat Membunuh Orang Miskin (Unsplash)

Mati Listrik di Jogja Membuka Kenyataan Bahwa Orang Miskin Membayar Lebih Mahal dari Masalah yang Tidak Mereka Ciptakan

20 Juni 2026
Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan Mojok.co

Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan

19 Juni 2026
Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

Alasan Saya Gemar Berjalan Kaki di Bandar Lampung kendati Rasanya seperti Uji Nyali

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.