Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Ibu Shinchan, Nobita, Kenichi, dan Maruko-chan Adalah Gambaran Umum Ibu Rumah Tangga di Jepang

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
13 Juli 2021
A A
Ibu Shinchan, Nobita, Kenichi, dan Maruko-chan Adalah Gambaran Umum Ibu-ibu di Jepang dan Alasan Kenapa Ibu-ibu di Sana Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Ibu Nohara Misae (ibunya Shinchan), Ibu Nobi Tamako (ibunya Nobita), Ibu Kenichi dalam serial Ninja Hattori, dan Ibu Sakura Sumire (ibunya Chibi Maruko-chan) adalah full time mother alias ibu rumah tangga. Sehari-hari mengurus keperluan anak suami, termasuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Membangunkan anak suami, menyiapkan sarapan pagi, mengantar anak (Shinchan), menyiapkan cemilan (dorayaki atau keik) saat anak pulang sekolah, dan bawel mengingatkan anaknya soal PR sekolah. Berbelanja dan diskon adalah salah satu kesukaan mereka. 

Di Jepang, suami bekerja sementara istri mengurus rumah tangga dan mengasuh anak adalah hal yang sangat lumrah. Ibu-ibu teman TK-nya anak saya pun sebagian besar ibu rumah tangga. Mengantar dan menjemput anak sekolah (TK) juga sudah menjadi tugas mereka. Kalau anaknya sudah SD seperti Nobita, Kenichi, dan Maruko, tidak perlu diantar, sih. Saat ada kunjungan orang tua ke sekolah, biasanya para ibu juga yang berangkat karena umumnya bapak bekerja. Saat kunjungan guru ke rumah pun para ibu yang menerima mereka (bisa dilihat dalam serial Doraemon dan Ninja Hattori).

Lantas, apakah semua ibu di Jepang menjadi ibu rumah tangga? Tentu saja tidak. Ada yang bekerja. Ada yang memang sejak single bekerja dan meneruskannya meski punya anak sekalipun. Ada pula yang berhenti bekerja setelah punya anak. Lagi pula, mereka akhirnya memilih menjadi ibu rumah tangga karena berbagai alasan juga.

Lingkungan kerja yang tidak kondusif

Perlu diketahui di Jepang gaji perempuan itu tidak sama dengan gaji laki-laki meski berawal dari perekrutan yang bersamaan. Kenaikan kariernya pun tidak sama. Semisal satu perusahaan merekrut 2 karyawan baru, satu laki-laki dan satu perempuan, karier si laki-laki biasanya akan lebih dulu meroket. Perempuan lah yang harus menyiapkan minuman seandainya ada tamu. Sudah menjadi manner tersendiri di lingkungan kerja.

Akan tetapi, dalam hal pekerjaan, perempuan Jepang juga dituntut sama dengan laki-laki. Setiap saat harus mau dipindah ke cabang perusahaan dan lembur sampai larut malam. Saat minum-minum bersama rekan kerja, perempuan juga diharapkan ikut. 

Tahun 2017 pernah ada kasus karyawati junior yang bunuh diri karena beban pekerjaan yang sangat tinggi. Dia bekerja lembur selama 159 jam dalam sebulan.

Ketika hamil, perempuan juga lebih sering dilecehkan karena jadi tidak bisa bekerja seperti laki-laki. Tidak ada toleransi meski sedang berbadan dua. Mereka juga dianggap hanya akan resign setelah melahirkan. Memang benar, sih, kebanyakan mereka berhenti kerja sebelum melahirkan dan akhirnya memilih menjadi ibu rumah tangga.

Mitos anak harus diasuh sendiri sampai usia 3 tahun

Di Jepang ada mitos “sansai-ji-shinwa” bahwa anak harus diasuh oleh ibunya sendiri sampai anak tersebut berusia 3 tahun. Ibu harus fokus mengasuh anaknya sampai usia 3 tahun dan jika tidak dilakukan akan berdampak buruk pada pertumbuhannya. Disebutkan juga dalam buku bahwa pertumbuhan otak di usia sekitar 3 tahun sangat penting. Mitos ini sudah turun-temurun sejak zaman dulu dan sampai sekarang masih dipercaya oleh sebagian orang.

Baca Juga:

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Setelah melahirkan, biasanya ibu baru akan pulang ke rumah orang tuanya sendiri. Selain pemulihan, ibu baru juga belajar ilmu parenting dari si nenek. Setelah pulih dan dirasa cukup menimba ilmunya, mereka akan kembali ke rumahnya.

Di Jepang biasanya keluarga inti (bapak, ibu, anak) tinggal sendiri, tidak bersama orang tuanya sendiri atau mertua. Oleh karena itu, sangat biasa bagi ibu Jepang untuk mengurus anak suami sendiri. 

Setelah melahirkan, ada petugas dari pemerintah daerah setempat yang datang ke rumah untuk sekadar mengecek keadaan ibu baru dan bayinya. Menanyakan bagaimana keadaan ibu dan bayi, apakah ASI lancar, bayinya rewel, dan berkonsultasi seandainya ada masalah. Selain setiap bulan pergi ke dokter anak untuk penimbangan dan pengecekan kesehatan anaknya, ibu-ibu baru juga bergabung ke perkumpulan ibu-ibu. Biasanya perkumpulan ini diisi oleh ibu-ibu yang anaknya seusiaan. Sementara ibunya ngobrol dengan ibu-ibu lain, anaknya juga bisa bermain anak-anak lain. 

Kurva M: kembali bekerja setelah anaknya besar

Kurva M adalah kurva usia perempuan bekerja. Saat usia 20-24 tahun banyak perempuan yang bekerja (fase setelah lulus sekolah dan menjadi dewasa). Usia 25-34 tahun mengalami penurunan jumlahnya (fase melahirkan dan membesarkan anak). Usia 35-54 tahun perempuan yang bekerja mengalami kenaikan (fase setelah membesarkan anak). Bisa disimpulkan bahwa banyak perempuan yang memilih berhenti bekerja selama membesarkan anak dan akan kembali bekerja setelah anaknya besar. 

Biasanya pekerjaan yang dipilih saat kembali bekerja adalah pekerjaan part time. Selama anak sekolah, si ibu bisa bekerja dan pulang sebelum anak pulang sekolah. Alasan utamanya tentu saja sebagai tambahan pemasukan dalam rumah tangga. Uang ini juga bisa digunakan untuk membiayai les tambahan untuk anaknya atau tabungan.

Beberapa kenalan saya adalah ibu rumah tangga yang bekerja paruh waktu sebagai kasir supermarket, pelayan restoran, karyawati toko oleh-oleh, dan petugas cleaning service hotel. Mereka bekerja di jam-jam anaknya sekolah dan suaminya bekerja. Sebelum bekerja, mereka mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan menyiapkan sarapan pagi dan bekal makanan. Setelah pulang bekerja, mereka menyiapkan makan malam dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang belum selesai di pagi hari. Hanya pagi dan malam hari saja keluarga bisa berkumpul bersama di rumah. Sebelum memutuskan untuk bekerja paruh waktu, ada yang mengaku bosan di rumah karena tidak punya kegiatan lain. Selain mendapat uang, mereka mengaku mendapat teman dan pergaulan.

Itulah beberapa alasan kenapa kebanyakan perempuan Jepang memilih menjadi ibu rumah tangga setelah menikah. Dibanding negara Amerika dan Eropa, perempuan Jepang lebih memilih mendahulukan rumah tangganya ketimbang kariernya.

Mungkin karena latar cerita Doraemon, Ninja Hattori, dan Chibi Maruko-chan adalah tahun 1990-an dan saat itu fenomena IRT pekerja paruh waktu ini belum terlalu banyak. Kalau cerita itu berlatar sekarang, mungkin saja ibunya Nobita, ibunya Maruko, dan ibunya Kenichi juga bekerja paruh waktu. Kalau ibunya Shinchan tentu saja belum bisa karena masih ada Himawari yang harus dibesarkan terlebih dahulu.

Sumber Gambar: YouTube Doraemon Bahasa Indonesia

BACA JUGA Kehidupan SD di Jepang Versi Nobita Itu Bukan Mitos, 6 Hal Ini Buktinya dan tulisan Primasari N Dewi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2021 oleh

Tags: animeGaya Hidup Terminalibu rumah tanggajepang
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

Mengupas 5 Jenis Soft Skill di Balik Aktivitas Gibah terminal mojok

Mengupas 5 Macam Soft Skill di Balik Aktivitas Gibah

29 Juli 2021
AQUA Adalah Merek Mesin Cuci Terbaik Sohib Receh terminal mojok

AQUA Adalah Merek Mesin Cuci Terbaik Sohib Receh

7 Juli 2021
3 Alasan Orang Jepang Betah Kerja di Indonesia

3 Alasan Orang Jepang Betah Kerja di Indonesia

2 Januari 2023
Juhachi Kippu: Cara Orang Jepang Keliling Negara Menggunakan Kereta

Juhachi Kippu: Cara Orang Jepang Keliling Negara Menggunakan Kereta

7 April 2022
Tambah Effect dan Filter, Google Meet Bakal Jadi Saingan Berat buat Zoom terminal mojok.co

Tambah Effect dan Filter, Google Meet Bakal Jadi Saingan Berat buat Zoom

13 Juli 2021
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Menang Cepat daripada Shinkansen Jepang, tapi Kalah Telak dalam Menjawab Kebutuhan Warga

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh Menang Cepat dari Shinkansen Jepang, tapi Kalah Telak Soal Menjawab Kebutuhan Warga

17 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Vespa Matic, Motor Paling Tidak Layak untuk Dibeli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor

1 Maret 2026
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026
Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli Mojok.co

Dosa Penjual Tongseng Kambing yang Merusak Rasa dan Mengecewakan Pembeli

28 Februari 2026
Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

28 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.