Nobunaga yang Beli Mi, Hideyosi yang Masak, Ieyasu yang Makan: Kisah Penyatuan Jepang – Terminal Mojok

Nobunaga yang Beli Mi, Hideyosi yang Masak, Ieyasu yang Makan: Kisah Penyatuan Jepang

Artikel

Avatar

Istilah “Nobunaga yang beli mi, Hideyoshi yang masak, dan Ieyasu yang makan” sebenarnya adalah sebuah istilah yang saya dapatkan dari sebuah postingan meme sejarah di Instagram sekitar 3 hari yang lalu. Istilah tersebut merupakan sebuah ungkapan tentang usaha unifikasi atau penyatuan Jepang oleh ketiga daimyo atau samurai terkenal dari Negeri Sakura tersebut.

Pada abad ke-16 M, Jepang jatuh pada masa perang yang disebut Sengoku Jidai. Seluruh penguasa feodal yang disebut daimyo berusaha menjadi penguasa militer absolut kekaisaran yang disebut Shogun. Meskipun secara de jure jabatan ini lebih rendah dari posisi kaisar Jepang, namun secara de facto seorang Shogun menguasai kekuatan militer Jepang membawahi seluruh daimyo dan samurai seantero Jepang.

Di antara seluruh daimyo yang berusaha keras menyatukan Jepang pada masa itu, muncul tiga orang yang paling menonjol karena pencapaiannya dalam usaha unifikasi negeri tersebut. Mereka adalah Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu. Kali ini saya akan menjelaskan usaha unifikasi Jepang oleh tiga tokoh tersebut dengan istilah yang sebelumnya saya sebutkan.

Nobunaga yang beli mi

Mengapa penulis sebut Nobunaga sebagai orang yang membeli mi? Saya sendiri melihat dan membaca bahwa ialah yang memulai usaha penyatuan Jepang, namun usahanya harus pupus di kemudian hari. Ia sendiri tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya, ya karena itu disebut hanya beli saja. Soalnya, nggak sampai masak.

Nobunaga atau yang memiliki nama lengkap Oda Nobunaga Oda adalah seorang daimyo dan samurai Jepang pada abad ke-16 M. Nobunaga berasal dari keluarga atau klan Oda di Provinsi Owari, Nobunaga lahir pada 1534 dan merupakan pewaris dari ayahnya yaitu Oda Nobuhide. Ketika menggantikan ayahnya, Nobunaga harus menghadapi pemberontakan dari adiknya sendiri Oda Nobuyuki yang menentang kekuasaannya sebagai pewaris klan, namun Nobunaga berhasil mempertahankan kekuasaannya dan menyingkirkan Nobuyuki.

Setelah menyingkirkan pesaing dari pihak keluarganya pada 1560, Nobunaga mendapatkan tantangan dari daimyo Provinsi Suruga, Imagawa Yoshimoto. Pada pertempuran Okehazama dengan melakukan serangan mendadak ke kemah Yoshimoto, Nobunaga berhasil membabat habis Yoshimoto dan pasukan besarnya. Nobunaga pun berhasil merebut Suruga dan menjadikan klan Tokugawa yang sebelumnya menjadi bawahan Imagawa Yoshimoto menjadi bawahannya di Mikawa.

Setelah tidak lagi memiliki pesaing, Nobunaga mulai melakukan unifikasi Jepang dengan langkah pertama merebut provinsi Mino dari tangan Saito Tatsuoki di pengepungan Benteng Inabayama 1567. Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih Nobunaga. Mulai dari Anegawa 1570 melawan Klan Azai, Nagashino 1575 melawan Takeda dan Kizugawaguchi 1578 melawan biksu Kuil Honganji dan Klan Mori.

Kematian dua rivalnya yaitu Uesugi Kenshin dan Takeda Shingen karena umur semakin memuluskan Nobunaga dan membuatnya seakan tak terhentikan. Bahkan, koalisi anti Oda Nobunaga yang dibuat Shogun Yoshiaki di Kyoto tak mampu membendung Nobunaga. Walhasil, Yoshiaki sendiri justru ditendang dari kursi keshogunan oleh Oda di Kyoto.

Kekuasaan Oda semakin luas dan ia sendiri telah menguasai Kyoto, ibu kota kekaisaran. Saat itu hanya klan Mori di Chukoku yang masih menjadi rival kuat baginya. Ia kemudian mengirim Toyotomi Hideyoshi dan Akechi Mitsuhide pada tahun 1582 untuk menyerang Mori, namun di tengah perjalanan Mitsuhide berbalik arah dan menyerang Nobunaga yang berada di Kuil Honnoji, Kyoto. Saat terkepung Nobunaga terpaksa melakukan bunuh diri dengan menusukkan belati ke perutnya. Impian Nobunaga menyatukan negeri di bawah kekuasaannya harus kandas bersamaan dengan tewasnya dirinya dalam kobaran api di Honnoji.

Hideyoshi yang masak

Impian Nobunaga pupus di tangan Mitsuhide pada insiden kuil Honnoji yang menewaskan dirinya. Hideyoshi bangkit dan berbalik menyerang Mitsuhide membalas kematian Nobunaga. Pada pertempuran Yamazaki 1582, Hideyoshi berhasil membunuh Mitsuhide yang kabur ke benteng Sakamoto.

Toyotomi Hideyoshi yang memiliki nama asli Tokichiro Kinoshita atau Hashiba Hideyoshi awalnya hanya seorang anak petani Owari. Pada 1554 ia bergabung dengan Oda Nobunaga dan menjadi pelayan kelas rendah. Karier Hideyoshi menanjak menjadi prajurit setelah kontribusinya pada perang melawan Klan Saito. Saat itu, Nobunaga sangat terkesan dengan hasil kerjanya membangun benteng Sunomata dalam waktu singkat. Sejak itu ia menjadi bawahan yang disukai Nobunaga, bahkan Oda kerap kali memanggilnya dengan panggilan candaan “monyet” atau “tikus botak”, mungkin karena Hideyoshi memiliki paras yang kurang tampan.

Setelah kematian Nobunaga dan menghabisi Mitsuhide, Hideyoshi memulai misi penyatuan Jepang. Pertama, ia memulai konsolidasi internal mantan bawahan Oda Nobunaga yang masih berselisih pasca wafatnya sang Daimyo. Saat itu Hideyoshi mendapatkan dukungan dari dua bekas bawahan senior Nobunaga yaitu Niwa Nagahide dan Tsuneoki Ikeda untuk maju pada rapat senior di istana Kiyosu. Saat itu terdapat perselisihan antara Hideyoshi yang mendukung Oda Hidenobu dengan Shibata Katsuie yang mendukung Oda Nobutaka.

Pada 1583 Hideyoshi mengalahkan Shibata Katsuie pada perang Shizugatake dan membuat Katsuie melakukan seppuku. Tewasnya Katsuie membuat Hideyoshi tidak lagi memiliki pesaing internal lagi dalam mewarisi kekuasaan Nobunaga. Begitu juga dengan kandidat pesaing lain Takigawa Kazumasu pada akhirnya menyerah dan bergabung dengan Hideyoshi. Pada 1584, Hideyoshi berselisih dengan Tokugawa Ieyasu. Keduanya berperang pada pertempuran Komaki Nagakute, namun keduanya berhasil menyepakati perjanjian damai dan Hideyoshi sendiri berhasil menjamin loyalitas Ieyasu dengan saling bertukar anggota keluarga sebagai tawanan.

Kekuasaan Hideyoshi semakin besar setelah ia berhasil menundukkan klan Chosokabe di Shikoku dan Shimazu di Kyushu. Hideyoshi juga berhasil menundukkan klan Hojo dan menjatuhkan istana Odawara yang terkenal sulit ditembus pada 1590. Saat itu Hideyoshi hampir menjadi seorang shogun, bahkan ia telah mendirikan pusat kekuasaannya yaitu istana Osaka di Setsu. Namun, karena latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas rendah ia hanya bisa menyandang gelar Kampaku atau wali kaisar setingkat perdana menteri, namun secara de facto ia tetap memegang kekuasaan penuh atas seluruh militer dan penguasa tanah feodal.

Pada 1598 Hideyoshi wafat ketika menginvasi Korea tanpa berhasil mewujudkan mimpinya jadi shogun dan memperluas pengaruhnya ke luar Jepang, akhirnya jadilah Hideyoshi cuma jadi orang yang masak mi tanpa bisa menikmatinya. Kasihan.

Ieyasu yang makan

Setelah wafatnya Toyotomi Hideyoshi pada 1598, Jepang kembali bergejolak dan terjadi perselisihan di antara para daimyo di seantero negeri. Saat itu percekcokan antara orang-orang daimyo yang sebelumnya ditunjuk Hideyoshi untuk membantu putranya Hideyori mengelola pemerintahan tengah menajam. Ishida Mitsunari disingkirkan dari dewan oleh Ieyasu dan dijadikan tahanan rumah, sementara Maeda Toshiie meninggal karena sakit. Kabar burungnya mengatakan bahwa ia dibunuh atas perintah Ieyasu.

Kekuasaan Ieyasu yang meningkat memunculkan pemberontakan dari klan Uesugi di Aizu yaitu Uesugi Kagekatsu, penerus Uesugi Kenshin. Hal ini membuat Ieyasu harus bergerak ke timur untuk memadamkan pemberontakan. Sementara itu, Ishida Mitsunari menganggap Ieyasu telah memonopoli kekuasaan untuk dirinya sendiri dan merongrong kekuasaan Hideyori. Mitsunari segera menghimpun dukungan dari para daimyo, khususnya di provinsi barat Jepang.

Mitsunari mendapat dukungan dari klan Mori, Shimazu, Tachibana dan klan-klan yang masih setia pada Hideyori. Pada 1600 Mitsunari dengan pasukan baratnya meyerang istana Fushimi di Settsu yang dijaga Torii Mototada, salah satu bawahan Ieyasu. Ieyasu segera merespon dengan menghimpun dukungan dari kla-klan di timur Jepang seperti Date dan Ii. Pasukan Ieyasu dan Mitsunari bertemu di Mino dataran Sekigahara pada 1600 M.

Pertempuran Sekigahara menjadi titik penentu siapa yang menjadi pemegang takdir dari negeri para samurai. Pada awal pertempuran pihak Mitsunari berhasil mendesak pasukan Ieyasu, namun di saat perang hampir dimenangkan, pasukan klan Kobayakawa yang dipimpin Kobayakawa Hideaki membelot dari pihak Mitsunari ke pihak Ieyasu. Situasi pertempuran berbalik menjadi keuntungan bagi Ieyasu dan langsung membalikkan keadaan mendesak pasukan Mitsunari hingga sebagian besar pasukannya melarikan diri. Kemenangan Ieyasu di Sekigahara menjadikan ia sebagai penguasa tunggal di Jepang.

Setelah Mitsunari dieksekusi Ieyasu dinobatkan menjadi shogun oleh kaisar dan dimulailah era keshogunan Tokugawa atau zaman Edo yang akan bertahan selama 200 tahun lebih sampai era restorasi Meiji di Jepang. Sungguh enak sekali si Ieyasu ini awalnya cuma jadi klan bawahan tetapi akhirnya jadi pemenang di akhir. Seperti teman kosan yang hanya tidur, lalu saat mi jadi tinggal makan karena sudah dimasakin dan dibeliin.

BACA JUGA Kegiatan Santri Putri ketika Nunggu Antrean Mandi Pagi dan tulisan Terminal Mojok lainnya.

Baca Juga:  Pertunjukan Debus Memang Keren, Tapi Nggak Nyemil Kucing Hidup-Hidup Juga Kali!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
13


Komentar

Comments are closed.