Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Motor Honda CB Lawas, Standar Sukses Pemuda Purworejo yang Merantau ke Jakarta 

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
6 Maret 2026
A A
Motor Honda CB Lawas, Standar Sukses Pemuda Purworejo yang Merantau ke Jakarta Mojok.co

Motor Honda CB Lawas, Standar Sukses Pemuda Purworejo yang Merantau ke Jakarta  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dahulu, standar pemuda yang sukses merantau ke Jakarta adalah rutin mengirim uang bulanan ke orang tua di kampung halaman. Kini ada tambahan standar baru, bisa beli Honda CB. Iya motor lawas itu kini jadi fenomena itulah yang cermati di kampung halaman saya di Purworejo .

Saya tidak sedang menuduh. Ini cuma pengamatan yang terlalu sering terjadi untuk disebut kebetulan. Teman-teman saya banyak yang merantau ke Jakarta dengan motor seadanya. Ada yang berangkat bersama motor bebek warisan bapak. Ada yang naik karena tidak punya motor. 

Saya tahu betul awalnya hidup mereka sederhana. Kos petakan, makan di warteg, hingga gaji yang cuma numpang lewat karena tidak seberapa. Namun, beberapa waktu terakhir, kebanyakan dari mereka tiba-tiba menggugat story motor CB kinclong dengan caption sederhana “Alhamdulillah”. Di titik itu saya tahu, hidup mereka sudah naik level. Saya turut senang. 

Honda CB simbol yang pas

Bagi banyak orang, Honda CB jadi simbol kesuksesan mungkin terdengar aneh. Namun, bagi saya dan banyak pemuda lain yang tumbuh besar di Purworejo, Honda CB adalah standar yang pas. Motor ini sudah jadi idamann sejak masa sekolah. Hanya saja, pada waktu itu kami belum punya cukup untuk membelinya.

Kini ketika duitnya sudah ada, harga Honda CB lawas terasa pas untuk jadi motor hobi maupun motor untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi baik, motor ini bisa dibeli dengan harga Rp11-13 juta. Harganya nggak berlebihan, tapi cukup bikin warga kampung manggut-manggut kecil saat melihatnya parkir di depan rumah.

Itu mengapa, saat pulang ke Purworejo ada suasana yang beda setelah mengaspal menggunakan motor ini. Terasa sekali ada perasaan bangga. Tidak salah memang, toh memang itu hasil jerih payahnya merantau di ibu kota. 

Komunitas yang berpengaruh 

Selain harga yang dirasa pas, faktor lain yang membuat Honda CB begitu digemari adalah komunitasnya. Asal tahu saja,  di Jakarta, komunitas CB itu isinya mayoritas anak Jateng, DIY, sampai Jatim. Nongkrong habis kerja, sunmori tipis-tipis, ngobrol soal target hidup sambil bahas modifikasi ringan. Di kota yang serba cepat, punya circle senasib itu penting. Motor cuma alasan buat kumpul.

Dan, Honda CB punya citra yang cocok dengan anak perantauan. Tidak sekencang motor balap yang identik sama kebut-kebutan, tapi juga bukan motor kalem ala bapak-bapak komplek. Ada kesan dewasa, tapi tetap ada sisi mudanya. 

Baca Juga:

Jika Mall Berdiri di Purworejo, Akankah Kota yang Terlelap Selepas Isya Ini Terjaga dan Jadi Ramai?

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

Saya tidak bilang semua perantau sukses harus beli Honda CB ya. Toh ada juga yang lebih memilih menabung buat rumah atau malah tetap pakai motor lama karena merasa cukup. Tapi, entah kenapa, di lingkaran saya, CB seperti sudah jadi standar tidak tertulis. 

Mungkin karena di kampung, sukses itu harus ada wujudnya. Harus bisa disentuh. Harus bisa diparkir. Dan kalau malam-malam ada suara mesin agak berat masuk gang sempit, biasanya ibu-ibu langsung tahu, “Oh, si anu sudah pulang dari Jakarta.”

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2026 oleh

Tags: CBhondaHonda CBJakartaMotor CBOrang PurworejoperantauPurworejo
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

Derita Jadi Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja Mojok.co

Cerita Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja

5 November 2025
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
Suzuki Smash, Motor Kelas Bawah, tapi Melebihi motor Honda (Shutterstock)

Suzuki Smash, Motor Kelas Bawah yang Lebih Berkualitas ketimbang Motor Honda pada Zamannya

9 Desember 2023
motor honda astrea 800 Pol espargaro Honda scoopy Honda CT125 Honda CRF honda beat street motor matik MOJOK.CO honda c70

Mencintai Honda Beat, Sebuah Kisah Kasih Menjadi Seorang Beatkers

13 Juli 2020
Jangan Pernah Coba Membandingkan Transportasi Umum di Surabaya dengan Jakarta, Surabaya Jelas Kalah 1000 Langkah!

Jangan Pernah Coba Membandingkan Transportasi Umum di Surabaya dengan Jakarta, Surabaya Jelas Kalah 1000 Langkah!

29 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukber Berkedok Reuni Itu Scam- Arena Bunuh Teman (Unsplash)

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

1 Maret 2026
Alasan Saya Jatuh Cinta pada Suzuki Karimun Kotak SL410R Mojok.co

Daripada Beli Motor Baru, Mending Beli Suzuki Karimun Kotak, Justru Lebih Menguntungkan

2 Maret 2026
Es Teh Jumbo, Minuman Orang Miskin yang Kuat Bertahan (Wikimedia Commons)

Es Teh Jumbo (Seharusnya) Anti Bangkrut dan Awet Bertahan karena Menjadi Sahabat Orang Miskin: Ada di Mana Saja dan Harganya Murah

2 Maret 2026
Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial Mojok.co

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

3 Maret 2026
Pengalaman Menyenangkan Saya Menjadi Anak dari Bapak NU dan Ibu Muhammadiyah

Pengalaman Menyenangkan Saya Menjadi Anak dari Bapak NU dan Ibu Muhammadiyah

6 Maret 2026
Kelangkaan Gas 3 KG Menjelang Lebaran Adalah Drama Jelek Tahunan yang Tak (Akan) Pernah Selesai

Kelangkaan Gas LPG Menjelang Lebaran Adalah Drama Jelek Tahunan yang Tak (Akan) Pernah Selesai

5 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Lebaran, Momen yang Ingin Saya “Skip” dari Kehidupan karena Hanya Berisi Trauma dan Kesedihan
  • Di Balik Camilan “Mainstream” saat Lebaran, Ada Nilai Sentimental yang Mencairkan Suasana Kumpul Keluarga
  • Modernitas dan Tradisi Menyatu dalam Perayaan Dua Dekade Plaza Ambarrukmo
  • Membongkar “Black Box” Otak Pemimpin Dunia: Trump dan Netanyahu Seharusnya Berendam, Bukan Perang
  • Honda Vario Bikin Hidup di Surabaya Jadi Sangat Menderita, Sudah Tenaga Motor Ini Begitu Loyo, Bikin Gila di Jalan Raya Pula
  • Rasa Sanga (4): Tasawuf Ala Sunan Giri dalam Olahan Kuliner Kupat Keteg yang Dibuat di Tengah Perbukitan Kapur

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.