Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Keunggulan dan 3 Penyakit Honda Astrea Grand

Allan Maullana oleh Allan Maullana
10 Oktober 2020
A A
honda astrea grand

Honda Astrea Grand Impressa ‘99: Kebersamaan Dua Dekada yang Takan Pernah Saya Lepas

Share on FacebookShare on Twitter

Kebersamaan selama dua dekade dengan Honda Astrea Grand membuat saya belajar banyak hal, terutama pelajaran otomotif. Misalnya ketika Astrea itu mogok, saya mau nggak mau jadi belajar benerin motor mogok. Misalnya ketika rantai motor putus, saya mau nggak mau harus mencari akal buat benarin rantai itu biar bisa lanjut jalan.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman kecil itu, ada kawan yang menanyakan soal plus dan minusnya sebuah Honda Astrea, saya jawab aja ada banyak minusnya ketimbang plusnya. Ya, lagian motor bapacc-bapacc jaman dulu kamu masih kecil ditanyain plusnya segala. Ya, susah. Kalau mau banyak plusnya, beli motor baru. Kali ini saya akan mengulas tiga keunggulan dan tiga penyakit dari Honda Astrea Grand.

Irit

Irit adalah sebuah keniscayaan bagi klan Astrea. Sejauh kemanapun saya melangkah, hal yang paling gampang didengar dari masyarakat apabila menyangkut tentang Astrea adalah keiritannya. Irit memang menjadi sebuah legenda tersendiri. Dahulu ketika saya masih pakai Astrea Grand, selama perjalanan pulang-pergi kerja, saya selalu menunda-nunda buat mampir ke pom bensin. Bukan karena saya malas, tapi karena saking iritnya tuh Astrea.

Dalam sehari, saya dan Astrea Grand menempuh perjalanan 30 KM. Biasanya sih, saya ngisi bensin dua hari sekali. Seringnya sih, besok-besok aja ah ngisi bensinnya. Cara berkendara saya, ya selow, namanya juga naik Astrea Grand nggak bakal secepat Jupiter Z. Tapi, kalau saya bandingkan keiritannya sama motor bebek injeksi jaman sekarang, sebetulnya sama aja sih. Hehehee~

Nyaman

Bagi saya Honda Astrea adalah motor paling nyaman. Joknya yang tebal berasa kayak duduk di sofa. Bokong saya nggak pernah merasakan panas ketika riding jauh dari Bekasi ke Bandung. Selain itu shock breaker depan dan belakang juga empuk. Ketika ada jalanan rusak dan ada polisi tidur secara berbaris, peredam kejut ini bekerja dengan baik sehingga motornya pun mudah dikendalikan dalam medan jalan yang buruk.

Sebab itu juga beberapa teman-teman saya selalu berkomentar; lebih enak dibonceng pakai Honda Astrea Grand ketimbang Supra—saat itu saya juga ada Honda Supra, bukan Toyota Supra. Secara ergonomi, mengendarai Honda Astrea nggak bikin badan saya cepat pegal. Nah, atas alasan kenyamanannya ini—meskipun saya udah ganti motor—hati saya nggak pernah bisa move on dari Honda Astrea Grand. Ya, namanya juga udah nyaman.

Gampang dirawat

Populasi Honda Astrea Grand bisa dikatakan padat. Di mana pun kita berada, sudah pasti akan dengan mudah melihat sosok Honda Astrea Grand. Dengan begitu juga suku cadangnya juga gampang ditemui. Mulai dari yang ori, KW 1, KW 2, sampai KW 3.

Apapun kerusakan—selama saya merawat—Honda Astrea Grand, saya nggak pernah menemukan kendala yang berarti. Sekalipun yang rusak adalah CDI, saya mendapatkannya dengan mudah. Waktu itu pada 2007, saya dapat pilihan CDI original harga Rp350.000, CDI KW 1 Rp150.000, dan CDI KW 2 Rp170.000. Tentu saja, saya pilih yang original, dong~

Baca Juga:

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

Sudah, cukup segitu dulu aja keunggulannya. Terdengar klise yah? Ya mau gimana lagi, wong itu yang paling diunggulkan dari Honda Astrea Grand, kok. Kalau bukan itu ya, Honda nggak akan laris di jamannya. Bagaimana dengan penyakitnya? Tentu ada. Namanya juga motor tua, sudah pasti komplikasi. Tapi, cukup tiga penyakit sepele ini aja yang buat saya pribadi bisa sampai kesal.

Gesekan rantai dengan tutupnya

Honda Astrea Grand dibekali dengan tutup rantai bagian atas dan bawah. Wah, rapat banget dah pokoknya. Hal ini bertujuan agar rantai terhindar dari kotoran berupa debu, pasir, dan cipratan oli dari rantai itu sendiri. Tapi, kenyataannya yang saya alami adalah rantai sering sekali bergesekan dengan tutupnya ketika rantai itu kendor. Jadinya timbul suara gesekan yang bikin kuping pegal linu mendengarkannya.

Setelah rantai dikencangin masalah pun beres. Tapi, di kemudian hari kalau kita nggak rajin mengecek kekencangannya, bunyi gesekan itu akan datang lagi. Hal itu sungguh mengganggu saya dan seolah sudah menjadi penyakit dari Astrea Grand. Akhirnya, agar nggak terulang lagi saya lepas aja tutup rantainya dan menggantinya pakai punya Honda Supra. Dengan begini mengecek rantai jadi lebih mudah dan cipratan dari oli rantai pun tetap aman.

Knalpot bocor

Selama memiliki Astrea entah sudah berapa kali leher knalpot saya bocor. Sampai-sampai tukang las yang saya gunakan jasanya sudah hapal apa yang akan dia lakukan ketika saya datang. Bocornya pipa leher knalpot ini diakibatkan oleh karat. Ya namanya juga besi tua pasti ada karat, apalagi dalam sehari-hari pipa knalpot itu selalu kena cipratan air dan tanah dari ban depan.

Sampai di satu titik masalah yang bikin saya pegel sendiri, akhirnya saya mengganti pipa leher knalpot standar dengan pipa leheran knalpot racing yang saya beli untuk diambil lehernya saja. Silincer-nya mah, geletakin aja di rumah nggak pernah saya pakai. Langkah ini saya tempuh lantaran, semasa itu masih belum banyak bengkel knalpot yang menjual leher knalpotnya doang. Beda sama jaman sekarang, perkara ini kayaknya nggak akan menjadi masalah yang berarti.

Rangka keropos

Astrea Grand menggunakan jenis rangka monokok. Artinya, rangka motor ini merangkap tugasnya menjadi bodi motor itu sendiri. Jenis rangka ini adalah gabungan antara pipa besi (pada bagian depan motor) dengan plat besi (pada bagian belakang motor). Ada dua titik yang rawan patah atau keropos. Titik pertama ada di sambungan rangka. Titiknya persis di atas baut dudukan mesin.

Titik yang kedua, di kolong motor bagian belakang karena bagian belakang motor terbuat dari plat besi, sehingga sering kali menjadi tempat bersarangnya kotoran seperti debu dan pasir hasil cipratan dari roda bagian belakang. Alhasil menjadikan rangka jenis ini mudah termakan usia dan karena faktor pemakaian.

Meskipun banyak pemilik motor Honda Astrea Grand yang teriak-teriak menolak tua, ya pada kenyataannya memang sudah tua, kok. Nah, karena motor ini udah lumayan tua, jadinya butuh banyak perhatian atau bahkan banyak menyita waktu luang kamu dalam merawatnya. Saran saya, harus perbanyak sabar, ketelatenan, dan terutama cuan.

BACA JUGA Punya Honda Astrea Nganggur di Rumah? Jangan Dijual, Restorasi Aja dan tulisan Allan Maullana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2020 oleh

Tags: astrea grandbengkelhondamotor tuaotomotifreparasi
Allan Maullana

Allan Maullana

Alumni SMK Karya Guna Bhakti 1 Bekasi, jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Pemerhati otomotif khususnya Sepeda Motor. Suka baca buku dan menulis catatan di waktu luang.

ArtikelTerkait

Hyundai CRETA dan Bluelink, Duet Canggih Idaman Pencinta Otomotif apa itu bluelink mojok.co

Hyundai CRETA dan Bluelink, Duet Canggih Idaman Pencinta Otomotif

8 Maret 2022
Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh Mojok.co

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

28 Maret 2026
Yamaha Byson motor yamaha mio m3 motor baru mojok

Jangan Gampang Kepincut Beli Motor Baru, Mending Uangnya buat Pindah Negara

9 Oktober 2020
Satria f suzuki nex honda beat mojok

Suzuki Nex dan Honda Beat Generasi Pertama, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

4 November 2020
Motor Honda Supra X 125, Motor Minoritas tapi Anti Penyesalan (Foto milik penulis)

Motor Honda Supra X 125 Boleh Menjadi Motor Minoritas di Tengah Matik, tapi Ia Adalah Motor Anti Penyesalan

15 Januari 2024
Cara Merawat Vespa Matic biar Nggak Bolak-balik ke Bengkel

Vespa Matic Itu Nggak Enak, Jangan Beli kalau Anda Nggak Pengin Nyesel!

11 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang

29 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
kecamatan pedan klaten tempat tinggal terbaik di jawa tengah (Wikimedia Commons)

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

29 April 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.