Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Haruna Soemitro Benar, Proses Itu Nggak Penting, Prestasi Adalah Koentji!

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
18 Januari 2022
A A
Haruna Soemitro Benar, Proses Itu Nggak Penting, Prestasi Adalah Koentji!

Haruna Soemitro Benar, Proses Itu Nggak Penting, Prestasi Adalah Koentji! (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Hastag #HarunaOut masih trending dan menjadi omongan banyak orang hingga hari ini. Semua bermula dari podcast yang mengundang sosok anggota exco dari PSSI itu. Di tengah gonjang-ganjing PSSI, perjuangan Timnas, dan semangat korsa para rakyat Indonesia selaku fans sepak bola, muncul sebuah petuah bijak dari seorang Om Haruna Soemitro. Salah satu petuah yang blio sampaikan adalah soal proses dan hasil. Bahwa proses itu tak penting, kalau ujung-ujungnya nggak juara.

Yang penting menang, kira-kira begitu petuah elok yang blio sampaikan. Tentu banyak reaksi miring yang muncul. Banyak komentar dan tanggapan bernada negatif pada Pak Haruna Soemitro. Saya rasa masyarakat tak perlu seperti itu. Dasarnya manusia plus enam dua ini suka sekali baperan. Kita harus memahami bahwa sosok sehebat blio ini wajar saja berkomentar begitu. Blio ini adalah lelananging jagat di dunia sepak bola Indonesia, dan kita harus mempercayai kemampuan blio.

Blio adalah pusat tata surya yang memberi kehidupan pada semesta sepak bola. Sosok hebat yang pokoknya paling tahu soal sepak bola. Pemain, pelatih, suporter, peneliti, pengamat, bukanlah tandingan kehebatan blio. Begitu juga saat blio berpendapat bahwa match fixing tak perlu diberantas, tapi harus dipahami dahulu. Cerdas banget, kan?

Sek sek tak ngguyu sek, “Match fixing bukan sesuatu yang harus diberantas.” Awkwkwkwkwkwkwk.

Blio ini memang yang paling ngerti. Anggota komite eksekutif, je. Orang yang paling sat set sak Indonesia. Kalau match fixing dibilang nggak ada, ya berarti nggak ada. Para ahli sepak bola di Indonesia itu tak ada gunanya di hadapan blio. Selagi kita punya sosok sekeren blio, pendapat orang lain tak perlu kita percayai. Tapi, kita juga harus ingat, bahwa percaya itu satu hal, dan kebenaran itu hal yang lain lagi.

Saya juga menyayangkan atas apa yang terjadi dalam sanubari blio. Ekspektasi blio harus dihancurkan begitu saja. Timnas tak berhasil menjuarai AFF, dan blio kecewa. Semua perjuangan pemain dan pelatih, dianggap tak penting. Ya karena itu tadi, yang penting hasil, bukan proses. Buat orang sehebat blio, perubahan ke arah yang lebih baik itu tak berarti kalau tetap kalah. Ingat, ini soal nasionalisme dan harga diri. Dan blio yang bertanggung jawab pada marwah sepak bola Indonesia. Kemenangan itu yang paling utama, segala hal di balik itu memang tak berguna.

Sehingga, tak masalah jika faktor penunjang sepak bola tak dibangun dan diperhatikan dengan baik sejak dahulu. Buat apa bikin sarana prasarana, pendidikan atlet usia dini, kompetisi yang sehat, perlindungan hak para atlet, semua itu bukan hal penting, yang penting juara. Kalau perlu, para pemain tak usah latihan lagi, buang-buang waktu. Tak usah ada turnamen lagi, apalagi melatih bibit baru. Jika perlu, robohkan semua stadion dan bubarkan semua klub, karena semua itu adalah bagian dari proses. Harus sat set, tak usah berproses.

Yang sering kita lupa adalah, yang instan-instan pun tetap perlu proses panjang untuk disebut instan. Masak mi instan tak sekadar membalik telapak tangan. Perlu panci, air, api, dan semua itu juga perlu proses untuk menciptakannya. Bahkan, membuat mi instan juga ada prosesnya, tak sekedar jatuh dari langit.

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Tapi, itu untuk manusia hina macam kita. Untuk maqom setinggi Om Haruna Soemitro, instan tanpa proses itu adalah keniscayaan.

Saya yakin, Om Haruna yang hebat ini, sudah memiliki jalan keluar untuk semua itu. Mungkin blio sudah punya serum penambah kekuatan seperti dalam film Shaolin Soccer. Tak perlu bersusah payah membangun mental, fisik, taktik, pasti Timnas langsung hebat secara instan. Bayangkan jika Evan Dimas bisa oper bola sambil terbang. Atau Witan yang mencetak gol dengan tendangan api. Apalagi kalau Asnawi bisa menggiring bola bak Steven Chow, Thailand pasti kalah lima puluh kosong. Tak usah oper-operan, Nadeo bisa bikin gol dari depan gawangnya sendiri, pokoknya serbainstan. Para atlet tak perlu melewati proses yang panjang, tinggal disuntik langsung lolos Piala Dunia. Seorang Messi dan Ronaldo pun bisa kencing di celana melihat kehebatan Timnas.

Saran saja, kalau naturalisasi pemain nggak boleh, kita bikin naturalisasi pengurus PSSI saja. Kita bisa minta Tuan Katagiri, orang yang dahulu menemukan bakat Tsubasa dan Hyuga, biar jadi pengurus PSSI yang baru. Saya takut Om Haruna capek, biar sepak bola diurus yang lain saja. Pada kenyataannya, daripada jadi pemain dan pelatih hanya dimaido, memang lebih enak jadi komite eksekutif PSSI. Ra risiko, Maszzeh…

Penulis: Bayu Kharisma Putra
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2022 oleh

Tags: haruna soemitropilihan redaksipssiSTY
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Kopi Lawson Kelewat Murah padahal Rasanya Juara, Ini Jualan Apa Sedekah?

Kopi Lawson Kelewat Murah padahal Rasanya Juara, Ini Jualan Apa Sedekah?

4 Oktober 2024
Alasan Saya Nggak Begitu Tertarik Naik Sleeper Bus yang Katanya Nyaman Mojok.co

Alasan Saya Nggak Begitu Tertarik Naik Sleeper Bus yang Katanya Nyaman

3 Juli 2024
Memahami Arti Resesi Pakai Bahasa Tukang Gorengan

Memahami Arti Resesi Pakai Bahasa Tukang Gorengan

11 Oktober 2022
PSSI, Erick Thohir, AFC, Bali United (M. Wigya Permana Putra via Shutterstock.com)

Pak Erick Thohir, Pemain Naturalisasi Juga WNI, Jangan Diskriminatif!

7 Maret 2023
Purwokerto, Kota Kecil Rasa Jakarta: Semakin Mahal dan Kekinian padahal Dompet Warganya Pas-pasan

Purwokerto, Kota Kecil Rasa Jakarta: Semakin Mahal dan Kekinian padahal Dompet Warganya Pas-pasan

16 Mei 2025
Jangan Sampai Platform Trakteer Jadi OnlyFans Versi Malu-malu terminal mojok.co

Jangan Sampai Platform Trakteer Jadi OnlyFans Versi Malu-malu

21 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang

29 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.