Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Hanya Orang Pemalas yang Bilang Kalau Ngomong Bahasa Inggris itu Nggak Perlu Grammar yang Baik

Hanifatul Hijriati oleh Hanifatul Hijriati
25 Agustus 2021
A A
grammar yang baik code switching skor toefl 550 aplikasi belajar bahasa inggris grammar toefl bahasa inggris cara belajar bahasa inggris mojok.co

aplikasi belajar bahasa inggris grammar toefl bahasa inggris cara belajar bahasa inggris mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ngomong bahasa Inggris itu tidak perlu memperhatikan grammar, yang penting ngomong dulu. Ungkapan ini sering saya dengar. Yah, sebenarnya sih dibalik tujuan ungkapan ini bisa jadi positif, yaitu memotivasi orang-orang Indonesia yang kebanyakan minder atau takut ngomong bahasa Inggris karena salah. Grammar yang baik itu bisa belakangan, yang penting pede dulu.

Sekilas memang terdengar begitu memotivasi dan sangat positif. Tapi, sesungguhnya jika ungkapan ini terlalu sering dijadikan nasehat atau motivasi berbahasa Inggris bagi sebagian orang, bisa-bisa aja akhirnya kita pede ngomong bahasa Inggris tapi grammarnya hancur. Dan akhirnya kompetensi kita dalam berbahasa Inggris ya tetep aja di bawah standar.

ADVERTISEMENT

Berbicara bahasa Inggris dengan grammar yang baik akan sangat membantu orang lain memahami apa yang mau kita maksud. Dan dengan grammar yang benar kita sudah berupaya untuk menggunakan bahasa Inggris dengan benar pula. Grammar yang baik menjamin komunikasi lancar.

Memang benar jika kita menggunakan bahasa Inggris perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Ngomong bahasa Inggris saat kita pidato di forum formal dengan ngomong bahasa Inggris buat nawar barang di pasar atau sekedar untuk basa basi sama bule memang beda. Tapi, bukan berarti saat kita ngomong bahasa Inggris bukan di forum formal kita mengesampingkan grammar.

Kebiasaan sikap bodo amat sama grammar ini bisa-bisa membuat kita atau orang lain ya apatis aja sama grammar. Mereka kemudian menganggap grammar yang baik itu tidak penting amat. Eh, tapi perlu saya kasih tahu ya, lha kalau ngomong bahasa Inggris nggak perlu grammar, buat apa grammar itu bahkan sudah diajarkan semenjak SD? Tanpa grammar mungkin nggak sih sebuah ungkapan bisa dipahami dengan benar?

Ada alasan mendasar bahwa saat ngomong bahasa Inggris kita tidak boleh mengabaikan grammar.

Alasan pertama, grammar membentuk makna dalam bahasa. Grammar bahasa Inggris bisa dibilang memiliki unsur yang lebih kompleks dari bahasa Indonesia. Kata ganti orang pada posisi subjek bisa berbeda saat diposisikan sebagai objek. Ini berbeda dengan bahasa Indonesia.

Gampangnya kata “I love you” jika dibalik jadi “You love me”. Nah coba kalau pakai bahasa Indonesia, “Aku cinta kamu” dibalik jadi “kamu cinta aku”. Jika diperhatikan tidak ada perbedaan saat kata ganti orang diubah dari subjek menjadi objek. Kata “kamu” sebagai obyek ya sama aja saat diposisikan sebagai subyek. Sedang, dalam bahasa Inggris “I” sebagai subjek menjadi “me” saat menjadi objek.

Baca Juga:

Menjadi Tutor Bahasa Inggris untuk Anak TK dan SD Membuat Saya Sadar, “Hello” Jauh Lebih Penting daripada “Open Your Book”

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

Nah nggak lucu kan kalau kita ngomong bahasa Inggris bilang, “Sir, do you want to take picture with I?”

Buat bule yang suka mondar-mandir ke Indonesia bisa jadi nggak bingung dan lebih ke menyadari kalau kita bukan native speaker, jadi salah ya nggak papa. Tapi, ya tetep wagu lhaaa.

Unsur gramatikal lainnya adalah membedakan mana kata benda sama kata kerja. Yang namanya tata urutan kalimat yang benar, kata kerja itu muncul setelah subyek. Tapi, saat kita mengabaikan unsur ini, maka ungkapan yang muncul ya bisa berantakan.

Misal yang sering terjadi, “I school in …”. Lho padahal sekolah itu kata benda, yha nggak bisa muncul setelah subyek. Kalau dalam bahasa Indonesia sering kita bilang “saya sekolah di …”

Nah, masih menganggap grammar yang baik itu nggak penting?

Alasan kedua, bahasa Inggris adalah bahasa yang mendasarkan pada konsep waktu. Ini sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itu sejak SD hingga SMA, saat pelajaran bahasa Inggris kita selalu ketemu sama yang namanya penggunaan tenses. Tidak lain tidak bukan, tenses itu sangat penting untuk dikuasai.

Ada tiga konsep waktu yang mendasar dalam bahasa Inggris, yaitu masa lalu (past), masa sekarang (present), dan masa yang akan datang atau belum terjadi, bisa juga baru direncanakan (future). Nah, saat ngomong bahasa Inggris sangat jelas kita harus memperhatikan konsep waktu ini yang berimbas pada perbedaan penggunaan jenis verb atau kata kerja.

Jadi nggak mengherankan dalam bahasa Inggris Verb ini kita kenal dengan verb 1, verb 2, hingga verb 3. Yaa harus hapal laah! Mosok dapet pelajaran bahasa Inggris dari SD nggak hapal-hapal?

Saat kita membahas masa lalu atau sesuatu yang sudah dilakukan, kita harus menggunakan past tense. Misal kita ngomong “I loved you” sama pacar kita, hya jelas itu berarti kita udah nggak cinta sama doi. Lha ya gimana lha wong kita ngomongnya “loved” kok. Ada akhiran –ed setelah love yang berarti kita cintanya sama pacar itu ya dulu, kalau sekarang ya udah nggak cinta.

Bandingkan sama bahasa Indonesia yang kita ngomong cintanya dulu, sekarang sampai yang akan datang ya nggak ada bedanya. Terutama dalam penggunaan kata kerja. Kita tetep bilang cinta meskipun yo sebenarnya sekarang sudah nggak cinta. Nah ini membuktikan bahwa emang mau ngegombal pakai bahasa Inggris itu lebih rumit karena ketahuan bohong apa enggaknya.

Uniknya, dalam bahasa Inggris saat kita ngomong sesuatu yang sifatnya khayalan atau fiksi maka kita harus ngomongnya memakai past tense. Jika yang mau kita katakan itu sesuatu berupa fakta, maka ya kita pakai present tense. Jadi bisa dibilang, dengan ngomong pakai bahasa Inggris kita bisa meminimalkan penyebaran hoaks atau cerita-cerita yang tidak nyata.

Dari dua alasan ini masih yakin bilang grammar yang baik saat ngomong bahasa Inggris nggak penting?

Jika masih kesulitan belajar grammar, saat ini banyak aplikasi sampai pembelajaran gratis di internet supaya kita mudah memahaminya. Berbagai sumber belajar bahasa Inggris juga bisa mudah didapat, dari buku, internet, kursusan bahasa Inggris sampai guru privat.

Dengan berbagai kemudahan akses belajar bahasa Inggris yang tersedia, kok masih ada yang bilang jika mau ngomong bahasa Inggris nggak perlu grammar yang baik, bisa dipastikan mereka hanyalah orang-orang pemalas saja yang ogah menggunakan waktunya buat belajar. Mereka milih rebahan sambil nggaya ngomong bahasa Inggris cas cis cus tapi kok kalimatnya ambyar semua.

BACA JUGA Manakah yang Lebih Penting, Belajar Grammar atau Speaking Dulu? atau tulisan Hanifatul Hijriati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2021 oleh

Tags: BahasaBahasa Inggrisgrammarkomunikasimakna
Hanifatul Hijriati

Hanifatul Hijriati

Guru Bahasa Inggris di SMA Negeri Gemolong. Sering memiliki kegelisahan jika berkaitan dengan kebijakan pendidikan.

ArtikelTerkait

Siasat Menaklukan TOEFL, Hal-hal Teknis Juga Perlu Diperhatikan Mojok.co

Siasat Menaklukan TOEFL: Tidak Hanya Jago Bahasa Inggris, Strategi Tes Juga Diperlukan

3 Agustus 2024
Bahasa Jonegoroan Bikin Teman Kuliah Saya Gagal Paham

Bahasa Jonegoroan Bikin Teman Kuliah Saya Gagal Paham

9 November 2023
Buat yang Menganggap Kuliah Jurusan Bahasa Sama dengan Les Bahasa: Kalian Sesat!

Buat yang Menganggap Kuliah Jurusan Bahasa Sama dengan Les Bahasa: Kalian Sesat!

9 September 2023
Menjadi Tutor Bahasa Inggris untuk Anak TK dan SD Membuat Saya Sadar, "Hello" Jauh Lebih Penting daripada "Open Your Book"

Menjadi Tutor Bahasa Inggris untuk Anak TK dan SD Membuat Saya Sadar, “Hello” Jauh Lebih Penting daripada “Open Your Book”

7 Juli 2026
100 Kata Pengganti Very dalam Bahasa Inggris yang Bisa Kamu Gunakan Terminal Mojok

100 Kata Pengganti ‘Very’ dalam Bahasa Inggris yang Bisa Kamu Gunakan biar Makin Jago

30 Agustus 2022
Kebayoran Lama Adalah Bukti Nyata Nggak Semua Wilayah Jaksel Elite

Kebayoran Lama Adalah Bukti Nyata Nggak Semua Wilayah Jaksel Elite

1 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan Mojok.co

Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan

1 Juli 2026
Sekolah Angkringan Klaten, Tempat Belajar Buka Usaha Angkringan dari Nol hingga Siap Jualan Mojok.co

Sekolah Angkringan Klaten, Tempat Belajar Buka Usaha Angkringan dari Nol hingga Siap Jualan

2 Juli 2026
Obsesi Beli iPhone Bukan karena Gengsi, tapi Ingin Setara (Unsplash)

Obsesi Saya untuk Membeli iPhone Bukan Soal Gengsi, tapi Ingin Merasa Setara karena Tidak Ada Manusia yang Terlihat Kecil di Depan Orang Lain

4 Juli 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

3 Kelakuan Lulusan Ilmu Perpustakaan yang Membuat Saya Malu

2 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
Nasib Ironis Pulau Buton, Penghasil Aspal tapi Kualitas Jalannya Begitu Buruk

Nasib Ironis Pulau Buton, Penghasil Aspal tapi Kualitas Jalannya Begitu Buruk

6 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.