Manakah yang Lebih Penting, Belajar Grammar atau Speaking Dulu? – Terminal Mojok

Manakah yang Lebih Penting, Belajar Grammar atau Speaking Dulu?

Artikel

Avatar

Ketika ingin belajar bahasa Inggris, entah itu untuk mengulang karena sudah lama tidak belajar kembali, ataupun baru mau mulai sama sekali, kita sering dihadapkan oleh dilema dan persoalan mengenai mana yang lebih baik duluan dipelajari: grammar atau speaking?

Pada dasarnya, ada banyak metode yang dipelajari dalam belajar bahasa Inggris. Meski berbeda, tujuannya tetap sama yakni bisa berbahasa Inggris. Namun, “perdebatan” grammar atau speaking sering terjadi setidaknya menurut pengalaman pribadi yang tergabung dalam sebuah komunitas Bahasa Inggris.

Banyak anggota yang bergabung ke dalam komunitas dengan niat untuk belajar atau memperdalam kemampuan bahasa Inggris mereka. Di dalamnya, ada yang mengungkapkan bahwa berani bicara itu sangat penting karena akan cepat mampu menggunakan bahasa Inggris setidaknya dalam penggunaan sehari-hari. “Masalah” baru muncul ketika pada sesi menulis. Banyak yang tidak menggunakan grammar sebagaimana mestinya. Lalu, apakah berarti grammar dahulu lebih penting? Jawabannya bisa iya bisa juga tidak.

Mari kita simak pros dan cons keduanya.

Grammar

Grammar merupakan tata bahasa yang berlaku. D idalamnya ada aturan yang berlaku untuk memastikan suatu bahasa digunakan sebagaimana mestinya. Grammar sebenarnya bukan hanya ada dalam Bahasa Inggris. Semua bahasa umumnya memiliki tata bahasa yang sudah diatur dan baku yang “harus” diikuti penggunanya khususnya dalam hal yang formal.

Tentu kata grammar sendiri sangat identik dengan Bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan aturan tata bahasa yang ada dalam Bahasa Inggris disebut dengan grammar. Bahasa Inggris merupakan bahasa dengan grammar yang cukup kompleks. Setidaknya ada 12-16 tenses dalam Bahasa Inggris yang digunakan untuk keterangan waktu dan kondisi yang berbeda-beda. Dengan aturan yang banyak tersebut, tidak heran kita cukup kesulitan untuk mempelajarinya.

Keuntungan belajar grammar di awal adalah kita dapat mengetahui kapan dan kondisi ada saja yang dapat digunakan ketika hendak  berbahasa Inggris. Seperti yang kita ketahui, Bahasa Inggris memiliki kata kerja yang berbeda sesuai dengan keterangan waktunya. Jika orang Indonesia menggunakan kata makan untuk semua waktu, maka Bahasa Inggris tidak demikian. Kata dasar “eat” yang berarti “makan”, akan berubah menjadi “ate” jika makannya di waktu kemarin. Bukan hanya disitu, ada pula “eaten” untuk bentuk ketiga dari “eat”.

Dengan mempelajari grammar, kita dapat mengerti bagaimana kata digunakan dan bagaimana kita tidak perlu membuang banyak kata hanya untuk menjelaskan kondisi sebelumnya hanya dengan grammar. Contoh: “I have sent a gift for you”. Penggunaan present perfect tense disini menghemat kalimat dengan tidak perlu mengungkapkan keterangan waktu, kapan hadiah tersebut dikirim.

Dengan mempelajari grammar di awal, kita turut dapat mempelajari speaking yang lebih baik. Dengan penguasaan grammar, speaking nantinya akan lebih terarah secara aturan dan bahasa. Hal ini tentunya akan memudahkan jika ingin berbicara secara publik dengan menggunakan bahasa Inggris atau berbicara langsung dengan orang asing.

Berbicara mengenai kelebihan pasti akan dilanjut dengan kekurangannya. Mempelajari grammar di awal mungkin akan lebih memakan waktu. Hal ini karena kompleksnya grammar yang ada dalam bahasa Inggris. Jika memerlukan bahasa Inggris untuk berbicara, mungkin akan mendapat kesulitan meski grammar sudah dipelajari. Hal ini tidak terlepas dari kurangnya fokus dalam berlatih speaking, sehingga meski dengan teori grammar yang baik, ketika berbicara akan kesulitan mengeluarkan kata serta mengekspresikan rasa.

Speaking

Speaking berarti berbicara. Artinya, apa pun yang akan diucapkan dalam berkomunikasi bahasa Inggris adalah speaking. Tentu, jika menggunakan bahasa asli seperti bahasa Indonesia, kita menguasai speaking dalam bahasa Indonesia. Lain halnya jika harus berbicara menggunakan bahasa Inggris. Kita tentu mengalami kesulitan jika jarang atau bahkan tidak pernah berlatih speaking dalam bahasa Inggris.

Berdasarkan pengalaman di komunitas bahasa Inggris, belajar speaking di awal akan memberikan keuntungan berupa mental yang kuat untuk memulai dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dengan latihan speaking, biasanya orang dapat menyisipkan bahasa Indonesia (mencampur) jika tidak mengetahui vocabulary sebuah kata. Hal ini sangat wajar terjadi karena tentu banyak vocabulary yang belum dikuasai mengingat banyaknya kata dalam bahasa Inggris.

Belajar speaking di awal turut memberikan keuntungan untuk nimbrung dalam event-event yang ada dalam komunitas bahasa Inggris. Oleh karena omunitas bahasa Inggris menggunakan 100% bahasa Inggris, maka setidaknya seluruh anggota harus bisa mencoba berbicara bahasa Inggris meski dicampur dengan bahasa Indonesia untuk kata-kata yang tidak mereka ketahui.

Tentu dalam belajar speaking, grammar sangat berperan penting. Itulah yang kerap menjadi kekurangan jika kita belajar speaking tanpa diselingi belajar grammar. Ketika membutuhkan speaking dalam bahasa Inggris dihadapan orang asing (foreigner) alias bule, maka dengan grammar yang salah bisa membingungkan mereka. Belum lagi untuk urusan menulis. Grammar yang belum tepat tentu akan menjadi masalah besar.

Belajar speaking di awal tanpa latihan listening maupun reading bahan bahasa Inggris dari native speaker juga turut bisa menimbulkan masalah di masa depan. Meski sudah terbiasa berbicara bahasa Inggris, tentu akan sulit mendengar jika ada seorang native speaker berbicara. Dengan logat yang jauh berbeda dan biasa dibarengi ucapan yang cepat, tentu akan memberikan masalah dalam berkomunikasi.

Belum lagi jika ternyata pengucapan kata yang salah karena tidak mendengar referensi pengucapan yang benar, maka native speaker atau bahkan orang yang menggunakan bahasa Inggris tidak mengerti maksud dan tujuan yang pembicara karena salahnya penyebutan.

Kesimpulan

Dalam mempelajari bahasa Inggris, ada banyak sekali metode yang berbeda dan dapat digunakan untuk mencapai tujuan. Namun, untuk “perdebatan” mana yang lebih baik, semua metode tentu ada nilai plus dan nilai minus nya jika hanya mempelajari satu bagian saja untuk waktu yang lama seperti bagian grammar saja atau speaking saja. Hendaknya semua aspek yang ada mengenai bahasa Inggris dipelajari semua untuk hasil yang terbaik.

Tidak masalah bagian mana yang dimulai terlebih dahulu, kita sebaiknya belajar semua aspek secara konsisten seperti listening, reading, grammar, speaking, serta hal penunjang lainnya agar dapat menguasai bahasa Inggris. Tentunya, belajar apapun juga, harus diawali dengan berdoa agar lancar dalam menimba ilmu.

BACA JUGA Menggugat Istilah Liga Petani yang Nggak Lucu Sama Sekali dan tulisan Arya Luthfi Permadi lainnya.

Baca Juga:  Nobunaga yang Beli Mi, Hideyosi yang Masak, Ieyasu yang Makan: Kisah Penyatuan Jepang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
12


Komentar

Comments are closed.