Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Hah, SUCI IX Kompas TV Adalah Musim Kompetisi SUCI Terbaik? Yakin?

Kevin Winanda Eka Putra oleh Kevin Winanda Eka Putra
8 Maret 2021
A A
SUCI IX Kompas TV Adalah Musim Kompetisi SUCI Terbaik? Yakin? terminal mojok.co

SUCI IX Kompas TV Adalah Musim Kompetisi SUCI Terbaik? Yakin? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pagi tadi saya habis menyaksikan tayangan ulang SUCI IX (suci wan ex) di kanal YouTube Stand Up Kompas TV. Kali ini sudah sepuluh besar. Saya tonton satu persatu dari awal. Tidak bisa dimungkiri, kalau performa keseluruhan komika yang tampil malam itu semuanya memang bagus. Gerrr di semua punchline-punchline yang mereka lontarkan, setidaknya begitu yang saya rasakan, entah Anda bagaimana.

Enaknya nonton SUCI IX Kompas TV di YouTube, saya bisa melihat respons-respons langsung dari netizen yang telah menonton mereka. Saya iseng-iseng baca beberapa komen netizen dan menemukan hot take yang menarik. Bunyinya kurang lebih begini,

“SUCI IX ini sepertinya adalah yang terbaik dari yang sebelum-sebelumnya. Season ini yang terbaik menurut gue, komika-komikanya lucu semua. Wah, gila, sih, malem ini yang tampil pecah semua. Fix musim yang the best lah buat SUCI. SUCI IX adalah SUCI yang paling bagus sejauh ini. Perkembangan komika-komika di season ini sangat pesat.”

Namun, apa benar kompetisi SUCI IX Kompas TV bisa dikatakan yang terbaik? Parameter apa yang dipakai untuk menentukan sisi terbaik atau tidaknya suatu kompetisi SUCI kali ini? Saya coba telaah beberapa. Maaf kalau ada yang keliru, maklum saya bukan pengamat SUCI garis keras.

Pertama, dari segi tawa. Jelas ini yang menjadi titik acuan paling utama dalam kompetisi komedi. Kalau tidak ada tawa berarti komedinya nggak menarik. Dari hal ini, saya menilai ukuran tawa di kompetisi ini cukup tinggi. LPM (Laugh per Minute)-nya tebal-tebal, kadang bikin saya juga ikut terpingkal. Tapi, apakah LPM-nya benar-benar sefenomenal itu?

Bagi saya, ketiadaan penonton memang cukup krusial bagi komedian. Sebagus atau selucu apa pun komedian, perlu adanya penonton untuk merespons kelucuan yang dilontarkan. Namun sejauh ini, tawa yang diharapkan oleh komika berasal dari mana? Dari dewan juri, wabil khusus Pandji Pragiwaksono.

Seperti yang kita tahu, Pandji adalah jenis orang yang sangat mudah terhibur dan tertawa oleh apa pun saja. Dia sendiri yang pernah bilang, lupa di mana mungkin di channel YouTube-nya, kalau dirinya itu cukup rendah dalam menilai materi komedi. Hanya perlu effort sedikit untuk mendapat tawa di depan Pandji, istilahnya begitu. Namun, sekecil-kecilnya effort itu, harus diimbangi dengan materi yang bagus pula, bukan sekadar gimmick atau perilaku aneh, tapi lucu.

Lantaran kebiasaan Pandji inilah yang membuat tawa di setiap performance komika jadi tampak tebal begitu. Hanya perlu effort sedikit saja sudah bisa bikin Pandji ketawa ngakak mencak-mencak banting pulpen atau nampar-nampar Cing Abdel.

Baca Juga:

Komedi Norak di Tongkrongan yang Seharusnya Musnah dari Peradaban

Dari Sultan Sampai Luhut: Kiky Saputri Perlu Roasting Pejabat Ini

Padahal kita juga tahu, ketawa semacam itu menular ke orang di sekitarnya, seperti Cing Abdel, Radit, juri tamu, atau bahkan Uus yang seperti ketularan ngakak bukan karena kelucuan dari si komika, tetapi dari reaksi Pandji yang berlebihan.

Jadi kalau ada penonton, belum tentu bisa sebegitu tebal LPM para komika ini. Istilahnya, belum teruji lah di hadapan penonton. Apalagi penonton yang belum kenal Stand Up.

Kedua, treatment acara. Treatment acara ini adalah bagaimana format suatu acara itu dijalankan. Sejauh yang saya tau, format SUCI IX Kompas TV berbeda dengan SUCI-SUCI sebelumnya. Ia lebih santai atau yang paling santai di antara musim-musim terdahulunya. Barangkali inilah yang menjadikan para peserta rileks, kurang tekanan, seperti bukan kompetisi malahan.

Bagaimana tidak? Yang mereka hadapi di setiap performance-nya adalah orang-orang yang sebelumnya sudah mereka kenal. Dari semua komika yang lolos, praktis hanya Alex Fabry dari Belgia yang bukan berasal dari komunitas Stand Up. Sisanya, semua adalah anak komunitas yang notabene sudah dikenal baik oleh para juri. Bahkan sudah ada yang pernah mencicipi kompetisi serupa di TV sebelah. Jadi, nggak mengherankan kalau penampilan mereka agak-agak nyantai. Akhirnya, hal ini akan memecahkan tawa dengan agak lebih mudah.

Ketiga, panggung. Tidak seperti musim-musim sebelumnya, panggung SUCI IX Kompas TV kali ini lebih sempit dari biasanya. Bahkan hampir mirip ruang audisi yang agak diperlebar saja. Akibatnya, tiap-tiap ada suara ketawa itu mantulnya cepat memenuhi isi ruangan. Ambience-nya jadi lebih seru dan timbal balik dari respons juri juga cepat sampai. Hal ini bikin kadar pedenya peserta meningkat drastis dan pada seakan ia memecahkan materinya sendiri seabsurd apa pun itu.

Keempat, materi. Dari beberapa episode yang pernah saya tonton, materi paling pecah dari para komika ini adalah materi marah-marah. Hal ini dilakukan hampir oleh semua peserta. Seakan materi semacam ini seperti sudah jadi formula pasti untuk mendapat kelucuan.

Ambil contoh saja di show tadi malam (6/3), hampir semuanya memasukkan emosi marah-marah. Bahkan sekalem-kalemnya Aly Akbar pada akhirnya juga marah-marah untuk mendapatkan kelucuan.

Sementara yang nggak ngasih emosi itu? Out langsung. Lihat saja Levi Ackerman Ofsanusi, nggak ngasih elemen marah, close mic, kan?

Nah ini yang bahaya. Soalnya sadar tidak sadar ini membuat para komika tidak punya karakter khasnya lagi. Semuanya marah-marah. Iya sih lucu, tapi apa semuanya seperti itu terus akhirnya? Apa tidak bakal bosan? Ujung-ujungnya, justru ketiadaan kreativitas dalam performance mereka.

Begitulah menurut saya tentang SUCI IX Kompas TV kali ini. Saya tidak berani secara pasti untuk menyebut kompetisi ini adalah yang terbaik dari musim-musim sebelumnya. Namun, bagaimanapun saya tetap terhibur dengan komedi dari para komika yang tampil. Saya nggak mau berdebat mencari yang terbaik. Soalnya yang saya cari itu hiburan, bukan pertikaian.

BACA JUGA Punchline Dijadiin Judul Video SUCI IX Kompas TV, Menyebalkan dan Merusak Mood Penonton dan tulisan Kevin Winanda Eka Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: stand up comedySUCI IX Kompas TV
Kevin Winanda Eka Putra

Kevin Winanda Eka Putra

Bukan siapa-siapa dan tidak ingin jadi siapa-siapa.

ArtikelTerkait

SUCI IX Kompas TV Layak untuk Dinanti karena 5 Alasan terminal mojok.co

SUCI IX Kompas TV Layak untuk Dinanti karena 5 Alasan

9 Januari 2021
Komedi Bukanlah Surat Izin untuk Bisa Mengatakan Apa Saja

Komedi Bukanlah Surat Izin untuk Bisa Mengatakan Apa Saja

23 Januari 2020
Membayangkan kalau Artis Indonesia Dibuatkan Acara Roasting kayak 'Comedy Central Roast' terminal mojok.co

Membayangkan kalau Artis Indonesia Dibuatkan Acara Roasting kayak ‘Comedy Central Roast’

2 Mei 2021
Komedi Norak di Tongkrongan yang Seharusnya Musnah dari Peradaban

Komedi Norak di Tongkrongan yang Seharusnya Musnah dari Peradaban

17 Juni 2023
malam minggu miko web series mojok

Malam Minggu Miko, Pelopor Web Series di Indonesia meski Ceritanya Nggak Lucu-lucu Amat

17 Oktober 2020
7 Penampilan Komika Paling Kompor Gas di Panggung SUCI Kompas TV terminal mojok dodit fico indra jegel ryan adriandy

SUCI Layak Dinobatkan sebagai Ajang Pencarian Bakat Terbaik

20 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!

16 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
Dari Sekian Banyak Jurusan Pendidikan, Pendidikan Sejarah Adalah Jurusan yang Tidak Terlalu Berguna ppg

Hanya karena Sudah Ada PPG, Tidak Berarti Jurusan Pendidikan Lantas Dihapus, Logika Macam Apa Itu?

13 April 2026
Honda Supra X 125 Motor Terbaik? Ngawur, yang Terbaik Tetap Karisma (Unsplash)

Tak Hanya Supra, Honda Karisma Juga Jadi Tulang Punggung Keluarga Kelas Menengah di Indonesia

16 April 2026
UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living

13 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka
  • Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”
  • Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika
  • iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi
  • PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk
  • Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.