Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati oleh Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati
22 Januari 2026
A A
Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang Mojok.co

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah persaingan lapangan kerja yang semakin ketat, bekerja sebagai guru agama Katolik patut dipertimbangkan. Pekerjaan satu ini punya peluang yang cukup menjanjikan, sekolah swasta maupun negeri membutuhkannya. Sementara, ketersediaannya cenderung masih sedikit. Saking terbatasnya, banyak guru agama Katolik mengajar di lebih satu sekolah dalam seminggu. 

Melihat kondisi lapangan kerja seperti sekarang ini, peluang menjadi guru agama Katolik bak angin segar, terdengar menjanjikan. Bahkan, di masa mendatang peluangnya masih akan terbuka lebar. 

Baca juga Muntilan, Betlehem van Java Awal Agama Katolik Dikenal di Pulau Jawa.

Kebutuhan yang bersifat wajib di tiap sekolah

Dalam sistem pendidikan di Indonesia, sekolah memiliki kewajiban menyediakan pendidikan agama sesuai dengan agama peserta didik. Artinya, ketika ada siswa Katolik di sebuah sekolah, kebutuhan guru agama Katolik tidak bisa terhindarkan. Sekalipun jumlah peserta didik beragama Katolik hanya satu, sekolah tetap wajib menghadirkan gurunya. Itu mengapa, kebutuhannya masih akan banyak ke depan.

Selain sebuah kewajiban sekolah, pekerjaan satu ini masih akan dicari karena perannya yang dianggap nggak hanya mengajar agama. Dalam praktiknya, mereka juga berperan sebagai pembina karakter, pendamping moral, teladan sikap toleransi, serta penguat nilai kasih, dan kemanusiaan.

Sekolah melihat peran ini sebagai bagian penting dalam pembentukan kepribadian siswa. Terlebih sekolah-sekolah dasar di mana nilai-nilai tersebut begitu penting untuk diajarkan. Dengan kata lain, kebutuhannya akan sulit tergeser di masa pendatang.  

Tidak kalah penting dari itu, regenerasi guru agama katolik relatif lambat. Banyak guru  yang saat ini masih aktif mengajar merupakan guru senior yang telah lama mengabdi. Sementara itu, regenerasi guru baru tidak berjalan secepat kebutuhan yang ada. Ketika guru-guru senior memasuki masa pensiun, kekosongan tenaga pendidik semakin terasa. Di sinilah peran guru agama Katolik yang masih muda begitu dibutuhkan.  

Baca juga Cari Pasangan Sesama Katolik itu Susah, Tolong Jangan Login dan Ambil Jatah Kami.

Baca Juga:

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Guru agama Katolik peluang besar, begitu pula tanggung jawabnya

Di balik tingginya kebutuhan, profesi guru agama Katolik membawa tanggung jawab besar. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi, membentuk karakter, dan menanamkan nilai kemanusiaan kepada generasi muda. Bagi yang terpanggil, profesi ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pelayanan nyata di dunia pendidikan.

Hal ini yang mungkin dihindari oleh banyak orang, oleh banyak ulusan pendidikan Agama Katolik. Mereka cenderung memilih jalur pelayanan pastoral maupun bidang sosial, sehingga yang benar-benar mengajar di sekolah formal jumlahnya terbatas.

Akan tetapi, kalau dipikir-pikir, semua pekerjaan juga punya tanggung jawab moral. Jadi mau jadi guru, pelayanan pastoral, bidang sosial, atau bidang lain pun, tanggung jawab moral akan selalu mengikuti. Jadi, sebenarnya sama saja.

Melihat itu semua, meneruskan pekerjaan sebagai guru agama Katolik bukanlah pilihan yang buruk. Apalagi di tengah kondisi sekarang ini. Di tengah tantangan dunia pendidikan dan kehidupan sosial yang terus berubah, profesi ini justru semakin penting dan dibutuhkan. Masa depannya masih akan cerah.

Penulis: Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Kritik untuk Gereja Katolik: Kami Ingin Membangun Peradaban, tapi Gereja Tidak Membangun Kami.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: agamaagama katolikguruguru agamaguru agama katolikkatolik
Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati

Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati

ArtikelTerkait

romo magnis-suseno katolik HRS mojok

Surat Terbuka untuk Romo Magnis-Suseno yang Punya ‘Yolalitas’ di Dadanya

19 Desember 2020
Surat Terbuka untuk Deputi Pendidikan KPK: Jangan Tuduh Guru Menerima Gratifikasi Seenak Jidat!

Surat Terbuka untuk Deputi Pendidikan KPK: Jangan Tuduh Guru Menerima Gratifikasi Seenak Jidat!

11 Mei 2025
Tidak Ada yang Lebih Tabah Dibanding Jadi Guru SD Tingkat Bawah Mojok.co

Tidak Ada yang Lebih Tabah Dibanding Jadi Guru SD Tingkat Bawah

6 Agustus 2024
4 Hal Salah Kaprah tentang UNNES yang Bikin Geleng-geleng

4 Hal Salah Kaprah tentang UNNES yang Bikin Geleng-geleng

21 Juni 2023
Belajar Toleransi Beragama dengan Datang Langsung ke Ambon terminal mojok.co

Culte de La Raison, ‘Agama’ Ateis yang Lahir dari Revolusi Prancis

10 September 2020
ukhti

Ukhti, Mengapa Aku Berbeda?

23 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tetangga yang Hobi Bakar Sampah Memang Pantas Dibenci, Sehari-hari Cuma Bikin Sesak Napas Mojok.co

Tetangga yang Hobi Bakar Sampah Memang Pantas Dibenci, Sehari-hari Cuma Bikin Sesak Napas

10 Februari 2026
3 Makanan Khas Jawa Timur yang Jangan Pernah Kamu Coba (Wikimedia Commons)

3 Makanan Khas Jawa Timur Paling Red Flag, Cukup Sekali Dicoba atau Sekalian Nggak Usah Dicoba Sama Sekali

12 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung

11 Februari 2026
Honda Scoopy Adalah Motor Honda Paling Aneh, tapi Paling Laku (Unsplash)

Honda Scoopy Adalah Bukti Kebobrokan Seni Menjual Motor Kosong dengan Wajah Lucu dari Honda

10 Februari 2026
Bayar Pajak Kendaraan Itu Wajib, tapi Jujur Saja Saya Nggak Ikhlas Melakukannya Mojok.co

Bayar Pajak Kendaraan Itu Wajib, tapi Jujur Saja Saya Nggak Ikhlas Melakukannya

13 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Zalim yang Mengalahkan Kesalehan Zenix (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Pengalaman Buruk Naik Rosalia Indah Tua Rombakan: Empat Kali Mogok, Menghadirkan Kekecewaan di Akhir Perjalanan
  • Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman
  • Jangan Buka Puasa di Blok M kalau Tidak Mau Lanjut Puasa tanpa Sempat Makan
  • Nongkrong di Coffe Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir
  • Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja
  • Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.