Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
20 Januari 2026
A A
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Dapodik memang kunci sistem pendidikan. Tapi masalahnya, ketika sistemnya bermasalah, maka urusan-urusan yang ada jadi runyam. Dan guru honorer adalah korbannya

Di atas kertas, negara tampak tidak tinggal diam. Skema bantuan untuk guru honorer terus diperkenalkan dari tahun ke tahun. Ada insentif, ada bantuan langsung, ada program afirmasi yang diklaim berpihak pada tenaga pendidik non-ASN. Semua terdengar meyakinkan. Namun di lapangan, cerita itu sering berhenti sebagai narasi administratif.

Bantuan memang ada, tetapi kehadirannya sering terasa semu. Bukan karena dananya tidak tersedia, melainkan karena syarat yang dipasang terlalu tinggi dan berbelit. Salah satu yang paling menentukan sekaligus paling melelahkan adalah kewajiban terdaftar di Dapodik.

Dapodik atau Data Pokok Pendidikan sejak lama diposisikan sebagai jantung data pendidikan nasional. Semua kebijakan, termasuk bantuan untuk guru honorer, bertumpu pada sistem ini. Logikanya sederhana, siapa yang tercatat maka diakui, siapa yang tidak tercatat maka dianggap tidak ada. Masalahnya, bagi guru honorer, proses menuju tercatat itu bukan urusan sepele. Ia panjang, rumit, dan sering kali berada di luar kendali mereka sendiri.

Bantuan yang selalu tersandung administrasi

Banyak guru honorer mendengar kabar bantuan bukan dari sosialisasi resmi, melainkan dari sesama guru atau potongan berita di media sosial. Harapan muncul, lalu pupus ketika membaca syarat utama yang berulang kali muncul. Harus terdaftar aktif di Dapodik. Kalimat ini menjadi semacam tembok tak kasat mata. Bukan karena guru honorer menolak tertib data, tetapi karena realitas di sekolah tidak sesederhana itu.

Di banyak sekolah, terutama sekolah swasta kecil dan sekolah pinggiran, pengelolaan Dapodik tidak berjalan mulus. Operator terbatas, perangkat minim, jaringan internet tidak stabil, dan pembaruan data sering tertunda. Guru honorer yang sudah mengajar bertahun-tahun bisa saja belum masuk sistem karena berbagai alasan teknis. Akibatnya, bantuan yang katanya untuk mereka justru tidak pernah sampai ke tangan mereka.

Dapodik yang tidak ramah guru honorer

Secara konsep, Dapodik dirancang untuk memudahkan pendataan. Namun dalam praktiknya, sistem ini lebih ramah bagi sekolah yang mapan dan tenaga pendidik yang statusnya sudah jelas. Guru honorer sering berada di posisi paling rentan. Mereka bergantung sepenuhnya pada kebijakan sekolah dan operator. Jika sekolah lambat mengurus, guru honorer tidak punya kuasa apa pun.

Proses memasukkan data ke Dapodik bukan sekadar mengisi formulir. Ada verifikasi berlapis, ada sinkronisasi berkala, ada pembaruan yang harus dilakukan sesuai jadwal. Kesalahan kecil bisa membuat data tertolak berbulan-bulan. Bagi guru honorer, menunggu itu berarti menunda pengakuan. Sementara bantuan memiliki tenggat waktu yang ketat dan tidak menunggu siapa pun.

Baca Juga:

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

PPG dan Dapodik, Kombo Maut Penentu Nasib Guru Honorer yang Meresahkan dan Menakutkan 

Lama dan susah menjadi kenyataan sehari-hari

Ungkapan bahwa mengurus Dapodik itu lama dan susah bukanlah keluhan kosong. Ia lahir dari pengalaman nyata. Ada guru honorer yang sudah mengajar sekian tahun lamanya tetapi namanya masih belum muncul sebagai penerima bantuan karena status di Dapodik belum valid. Ada yang sudah masuk sistem, tetapi terkunci di status tidak memenuhi syarat karena jam mengajar tidak terbaca sempurna.

Setiap tahap terasa seperti lorong panjang tanpa kepastian. Proses perbaikan data bisa memakan waktu satu semester bahkan lebih. Sementara itu, bantuan datang dan pergi. Pengumuman penerima keluar, daftar nama dirilis, dan lagi-lagi guru honorer hanya bisa melihat dari kejauhan. Bantuan yang ada berubah menjadi sekadar wacana.

BACA JUGA: Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah

Ketimpangan antara data dan realitas

Masalah utama dari ketergantungan penuh pada Dapodik adalah jarak antara data dan kenyataan. Data sering kali tertinggal dari kondisi riil di lapangan. Guru honorer yang aktif mengajar, memiliki jam mengajar cukup, dan diakui oleh sekolah, bisa saja dianggap tidak ada hanya karena satu kolom data belum terisi sempurna.

Ketimpangan ini menciptakan ironi. Negara mengklaim berbasis data, tetapi data itu sendiri tidak selalu mampu menangkap realitas paling dasar. Akibatnya, bantuan yang seharusnya menyasar kelompok paling rentan justru lebih mudah diakses oleh mereka yang sejak awal sudah berada dalam sistem yang rapi.

BACA JUGA: Sisi Gelap Jadi Guru Honorer yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Beban psikologis yang jarang dibicarakan

Di balik urusan administratif, ada beban psikologis yang sering diabaikan. Guru honorer merasa terus-menerus berada di posisi menunggu. Menunggu data diperbaiki, menunggu sinkronisasi, menunggu validasi. Rasa lelah ini tidak tercatat di Dapodik. Kekecewaan karena merasa diabaikan juga tidak masuk dalam laporan apa pun.

Setiap kali ada pengumuman bantuan, harapan itu muncul lagi. Lalu syarat Dapodik kembali mematahkan. Siklus ini berulang dan perlahan mengikis rasa percaya. Bantuan yang dimaksudkan sebagai bentuk perhatian negara justru berubah menjadi pengingat akan keterbatasan akses dan pengakuan.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Alasan Guru Honorer Muda Masih Bertahan dengan Pekerjaannya meski Gajinya Kelewat Rata dengan Tanah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2026 oleh

Tags: bantuan guru honorerdapodikGuru Honorersistem dapodik
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

2 Hal yang Membuat Lulusan PPG Prajabatan Menjadi Tumbal (Pexels)

2 Hal yang Membuat Lulusan PPG Prajabatan Menjadi Tumbal

19 Februari 2025
Bajingan! Gaji Guru Honorer Jauh di Bawah Tukang Parkir Liar! (Unsplash) finlandia sekolah swasta

Normalisasi Upah Rendah sebagai Jalan Terjal Karier Guru Honorer Adalah Sesat Pikir yang Dibangga-banggakan

13 Agustus 2024
guru honorer

Kalau Guru Honorer Digaji Surga, Pancasila Cukup Sila Ketuhanan Saja

18 Oktober 2019
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

PPG dan Dapodik, Kombo Maut Penentu Nasib Guru Honorer yang Meresahkan dan Menakutkan 

21 Januari 2026
Guru Honorer Non-Serdik, Penderitaan Guru Kasta Terbawah (Unsplash)

Kasta Guru di Sekolah Negeri: Guru Honorer non-Serdik Paling Bawah, Selalu Minder, dan Bisa Dibuang Kapan Saja

21 Januari 2024
3 Mitos tentang Mahasiswa Jurusan PGSD yang Telanjur Dipercaya Orang Banyak

3 Mitos tentang Mahasiswa Jurusan PGSD yang Telanjur Dipercaya Orang Banyak

28 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Vario 125, Motor Honda yang Bikin Sesal, tapi Nggak Tergantikan (Wikimedia Commons)

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

1 Mei 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot Mojok.co

4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot

1 Mei 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.