Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Good Looking atau Good Attitude, Kamu Milih Pasangan dengan Kualitas yang Mana?

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
13 Mei 2020
A A
good looking good attitude pilih mana pasangan pacar cinta mojok

good looking good attitude pilih mana pasangan pacar cinta mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Permasalahan duniawi seolah tidak ada habis-habisnya memang. Perdebatan soal ini dan itu sampai antara A dan B selalu menarik perhatian untuk dibincangkan bahkan kalau perlu dibakuhantamkan. Manusia sepertinya memang suka perselisihan dan perbedaan. Jika tidak suka hal tersebut, mungkin kita tidak hidup berbangsa-bangsa. Begitu juga dalam hal memilih pasangan. Manusia juga suka berbeda-beda pendapat menyoal mana yang lebih baik. Misal menyoal pasangan, lebih baik yang good looking atau good attitude? Hayooo….

Jika kita berpikir menggunakan akal sehat, antara yang good looking dan good attitude, jelas good looking lebih punya branding yang menonjol. Coba ingat-ingat petuah jangan nilai buku dari sampulnya. Maksud istilah tersebut memang bagus, buku yang sampulnya keren tidak berarti isinya juga keren. Tapi e tapi, kalau mau beli buku ya yang dilihat pasti sampulnya. Yang kedua mungkin harga, mungkin. Jarang ketika mau beli buku yang dilihat langsung isinya, bisa dimarahin penjaganya kamu ngebuka segel buku sembarangan.

Jelas, bukan? Good looking alias cakep paling tidak punya simpanan satu nyawa lebih daripada si good attitude. Paling tidak semua orang saat baru pertama bertemu nggak mungkin langsung bisa pakai jutsu membaca pikiran ala klan Yamanaka. Yang dilihat pasti muka atau kalau nggak liat muka, ya liat tampilan lah.

Lantas gimana dong kans buat si good attitude? Inilah yang sering menjadi faktor x. Khususnya jika kita bicara cowok atau cewek lebih tertarik punya pasangan good looking atau good attitude. Bagi sebagian orang baik itu cowok atau cewek, ada yang mengatakan bahwa good looking itu sangat perlu. Alasannya sederhana, tampilanmu adalah kepribadianmu. Tapi itu bukanlah pilihan final dan mutlak bagi semua cewek dan cowok. Karena itu tadi, ada faktor x yang menyebabkan wajah ganteng atau cantik saja tidak cukup. Dan faktor x itu adalah sikap alias good attitude.

Saya pernah bertanya langsung kepada dua teman saya. Yang satu cewek dan satu lagi cowok. Teman saya yang cewek punya pacar yang boleh dibilang good looking. Si cowok teman saya punya pacar tampilannya tidak terlalu good looking, Pertama saya bertanya kepada teman saya yang cewek. Pertanyaannya sederhana, kok kamu mau sih sama orang kayak gitu? Teman saya yang cewek bilang, “Habis, akunya sayang sama dia, dia sering bantu-bantu aku kalau aku lagi perlu bantuan.”

Jawaban spontan yang tidak menempatkan kata ganteng atau cakep di dalamnya. Menarik. Di lain kesempatan saya menyempatkan untuk bertanya ke teman saya yang cowok. Masih sama dengan pertanyaaan sebelumnya. Kok kamu mau sih sama orang kayak gitu? Jawaban teman saya yang cowok lebih vulgar. “Yha kalau sudah cinta, kadang tampilan itu nggak perlu, Rid. Kalau hati sudah sreg, nyatanya sikap lebih utama daripada tampilan.”

Selang beberapa bulan setelah saya bertanya seperti itu, teman saya yang cowok sudah nikah aja sama pacarnya yang saya pertanyakan. This!!!

Walaupun sampel saya cuma dua, saya bisa menangkap garis besarnya bahwa kadang good looking tidak selamanya selalu menang. Okelah yang dilihat pertama kali itu wajah dan tampilan. Tapi apakah semua orang ganteng itu akhlaknya juga pasti ganteng? No, maka dari itu bagi sebagian orang good looking itu urusan belakangan, yang terpenting good attitude. Ya, ada kok yang seperti itu.

Baca Juga:

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

Membayangkan Film “Ada Apa dengan Cinta” Tidak Pernah Ada

Lalu muncullah pertanyaan seperti ini: Lebih baik punya pasangan good looking atau good attitude?

Sebenarnya jawaban dari pertanyaan di atas sederhana. Itu hanya soal pengalaman. Karena seperti yang saya sebutkan di awal, manusia itu menyukai perbedaan. Begitu juga ketika memilih pasangan antara good looking atau good attitude. Ada mereka yang nggak terlalu peduli sama kelakuan pasangan, asal ganteng atau cantik, sikapnya ampas ya bodo amat. Ada mereka yang justru melihat suatu ketampanan atau kecantikan justru dari sikap. Walau wajahnya pas-pasan tapi kelakuannya good, maka orang tersebut dinilai good looking dan good attitude. Emang ada yang begitu? Banyak, hanya saja jumlahnya tidak sebanyak mereka yang hanya melihat dari good lookingnya saja.

Tetap yang menang good looking, dong?

Alaminya memang seperti itu, cowok mana sih yang nggak suka cewek cantik. Dan cewek mana sih yang nggak suka cowok ganteng. Nggak usah hipokrit. Namun, tidak semua manusia tunduk dengan kecenderungan alamiahnya itu. Seiring bertambahnya waktu, ganteng saja nggak cukup. Ada deretan hal baru yang membuat kecenderungan alamiah (good looking) tidak menjadi satu-satunya patokan untuk jatuh cinta. Dan salah satu deretan hal baru yang mendobrak kecenderungan alamiah manusia adalah adanya good attitude. Kalau dibikin perbandingan 10:6. 10 untuk good looking dan 6 untuk good attitude.

Jadi, kesimpulannya apa?

Kesimpulannya jelas, yang lebih baik dijadikan pasangan adalah yang good looking dan good attitude. Apalagi jika ditambah yang good economy. Kalau bisa semua, kenapa harus salah satu? Hahaha.

BACA JUGA YouTuber yang Kontennya Nyampah Cukup Dihadapi dengan 4 Hal Ini dan tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2020 oleh

Tags: CintapacarPasangan
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Hubungan Beda Agama Rizky Febian dan Mahalini: Bagaimana Anak Muda Memandang Relasi Beda Agama?

Hubungan Beda Agama Rizky Febian dan Mahalini: Bagaimana Anak Muda Memandang Relasi Beda Agama?

11 Mei 2023
Alasan Historis, Logis, dan Klinis di Balik Kecintaan Pada Momen Ambyar terminal mojok.co

Alasan Historis, Logis, dan Klinis di Balik Kecintaan pada Momen Ambyar

21 November 2020
cincin untuk menikah apalah menikah bikin lebih bahagia BPS

Apakah Menikah Bikin Lebih Bahagia? Mari Lihat Data BPS

6 Oktober 2020
Lupakan Pajero, Mobil Terbaik untuk Yang-yangan Adalah Pick Up Mitsubishi L300

Lupakan Pajero, Mobil Terbaik untuk Yang-yangan Adalah Pick Up Mitsubishi L300

21 Juli 2023
perilaku bucin yang tidak masuk akal mojok.co

3 Perilaku Bucin yang Sulit Dipahami Akal Sehat

9 Agustus 2020
Membayangkan Film “Ada Apa dengan Cinta” Tidak Pernah Ada (Pexels)

Membayangkan Film “Ada Apa dengan Cinta” Tidak Pernah Ada

27 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

21 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.