Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat

Iqbal AR oleh Iqbal AR
10 Juli 2026
A A
Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat Mojok.co

Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Hidup sebagai pekerja lepas atau freelancer mengharuskan saya untuk nggak terlalu pilih-pilih pekerjaan, apalagi in this economy.  Sebisa mungkin ambil semua kesempatan, semua kerajaan yang ada. Berapapun uang yang didapat bisa untuk menyambung hidup. 

Freelancer seperti saya kadang harus siap palugada. Sudah nggak punya gaji bulanan (bahkan tunjangan), jumlah pendapatan yang nggak menentu, hingga biaya hidup yang makin tinggi, kebangetan kalau masih pilih-pilih kerjaan. 

Dan, itulah yang terjadi pada saya akhir-akhir ini, mode palugada. Berhubung beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan menulis emang lagi seret, mau nggak mau saya harus cari pemasukan yang lain.

Gayung bersambut, dua pekan lalu seorang kawan menawarkan pekerjaan di sebuah pameran yang diselenggarakan oleh sebuah instansi.

Awalnya, tawaran kerjanya hanya menulis materi leaflet untuk pameran tersebut. Tapi, akhirnya tambah beberapa jobdesc mulai jadi moderator diskusi di pameran, menjaga pameran selama sepekan (dari jam 11 siang sampai jam 9 malam), hingga membantu display serta bongkaran. Intinya, mempersiapkan pameran dari awal sampai beres.

Total gajinya memang nggak seberapa, tapi cukuplah untuk sedikit memperpanjang napas hidup ini. Plus, gajinya juga nggak termasuk uang makan, uang kopi, dan rokok. Jadi saya akan tetap menerima gaji bersih.

Tanpa pikir panjang, saya iyakan saja tawaran tersebut. Singkat cerita, saya mulai kerja dan menuntaskan semua tanggung jawab saya tanpa ada yang terlewat.

Upah freelancer nggak seberapa, bahkan nggak sesuai dengan perjanjian awal

Estimasi upah total saya sebagai pekerja freelancer di pekerjaan tersebut adalah Rp1,4 juta. Rinciannya, Rp300.000 fee display, Rp400.000 fee menulis materi leaflet dan moderator diskusi, lalu Rp700.000 fee jaga pameran selama sepekan.

Baca Juga:

Orang-orang yang menjalani double job itu nggak serakah, mereka cuma mencoba bertahan ketika negara gagal menyejahterakan rakyatnya

Dear Lembaga Bimbingan Belajar, Tolong Pekerjakan Guru Les Privat dengan Layak

Upah untuk display, menulis, dan moderator sudah dibayarkan 2 hari sebelum pameran berakhir. Saya menerima Rp700.000. Aman, sesuai kesepakatan.

Nah, untuk upah jaga pameran selama sepekan baru dibayarkan di hari terakhir. Idealnya, saya masih akan dapat Rp700.000. Ternyata nggak. Di hari terakhir pameran, tepatnya setelah kami beres-beres pameran, jumlah uang yang saya terima nggak seperti harapan. Dari idealnya Rp700.000, saya cuma terima Rp400.000. Terpotong hampir setengahnya.

Dan, ternyata nggak hanya saya saja yang upahnya terpotong. Teman-teman saya yang kerja di pameran itu, termasuk teman saya yang mengajak saya kerja di pameran itu, gajinya juga ikut terpotong. Anjing banget!

Usut punya usut, ada yang nggak beres dengan cash flow pameran ini. Ada dugaan permainan uang yang mengakibatkan upah kami terpotong. Teman saya (yang mengajak saya kerja) marah banget pas tahu hal ini. 

Itu mengapa, dia sedang mengusutnya pelan-pelan. Saya sebenarnya marah juga, tapi saya memilih menunggu update-nya. Kalau masih ruwet, baru saya bakal marah banget.

Upah langsung habis nggak sampai seminggu

Sudah terpotong, upah pekerjaan lepas kali ini cuma numpang lewat doang. Itulah yang terjadi pada saya. Setelah menerima gaji yang terpotong itu, ada banyak tagihan yang harus dibayar, ada banyak urusan-urusan lain yang harus diselesaikan, dan itu melibatkan uang.

Sehari setelah menerima duit, saya harus segera bayar tagihan wifi sebesar Rp200.000. Saya juga harus beli token listrik rumah, langsung saya belikan Rp200.000 juga. 

Lalu, kebutuhan lain seperti sampo, sabun mandi, sabun muka, parfum, dan deodorant juga harus dibeli. Itu sudah hampir Rp300.000. Buat ganti oli motor dan servis rutin, sudah habis Rp150.000. Total pengeluaran mencapai Rp850.000.

Saya pegang sisanya Rp250.000. Bahkan, sebenarnya saya cuma pegang Rp200.000 karena Rp50.000 sudah pasti buat beli bensin. Uang Rp200.000 buat apa? Ya buat makan, buat ngopi, buat beli rokok. Tiga hari juga sudah habis.

Sudah, lewat begitu saja. Upah freelancer segitu beneran nggak ada rasanya in this economy. Dan, gara-gara menulis ini, saya jadi jengkel lagi soal terpotongnya upah saya. Jancok banget!

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2026 oleh

Tags: freelancefreelancergajipekerja freelancepekerja lepasupah
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Anak Magang Itu Sebaiknya Menerima Bayaran atau Nggak, sih_ terminal mojok

Anak Magang Itu Sebaiknya Menerima Bayaran atau Nggak, sih?

1 Juli 2021
Nyesel Kuliah Jurnalistik karena Gaji Wartawan Kecil? Nggak Apa-apa, Wajar

Nyesel Kuliah Jurnalistik karena Gaji Wartawan Kecil? Nggak Apa-apa, Wajar

1 Desember 2022
Dulu Sepelekan Kuliah, Kini Nangis Gaji di Bawah UMR (Unsplash)

Dulu Bilangnya Kuliah Cuma Formalitas, Sekarang Nangis Karena Gaji Masih di Bawah UMR Meski Sudah 5 Tahun Kerja

3 Juli 2025
Kerja di Balikpapan Memang Gajinya Besar, tapi Persaingannya Gila-gilaan dan Biaya Hidupnya Amat Tinggi

Kerja di Balikpapan Memang Gajinya Besar, tapi Persaingannya Gila-gilaan dan Biaya Hidupnya Amat Tinggi

4 Agustus 2024
Pekalongan Berdosa ketika Gaji UMR Sudah Dianggap Tinggi! (Unsplash)

Dosa Kota Pekalongan: Membiarkan Warganya Percaya kalau Gaji UMR Termasuk Sudah Tinggi, Padahal Itu Upah Minimum!

3 Agustus 2023
5 Benefit Karyawan yang Nggak Kalah Berharga dari Gaji Bulanan yang Disodorkan Perusahaan

5 Benefit Karyawan yang Nggak Kalah Berharga dari Gaji Bulanan yang Disodorkan Perusahaan

30 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Stasiun Karawang: Terasing di Rel Sendiri, Kalah Mentereng dari Stasiun Cikarang

Nasib Stasiun Karawang: Terasing di Rel Sendiri, Kalah Mentereng dari Stasiun Cikarang

8 Juli 2026
5 Aturan Tidak tertulis AYCE yang Sebaiknya Ditulis Saja karena Banyak Pembeli Norak dan Nggak Peka Mojok.co

5 aturan tidak tertulis All You Can Eat yang sebaiknya ditulis saja karena banyak pembeli norak dan nggak peka

9 Juli 2026
Cara Lulus Kuliah Cepat Nggak Sampai 4 Tahun untuk Mahasiswa Jogja, Dijamin Cum Laude!

Jogja Memang dan Akan Selalu Jadi Kota Tujuan Kuliah, Kota Pendidikan yang Sebenarnya

6 Juli 2026
6 Pantai Tulungagung yang Memukau, tetapi Menyimpan Bahaya bagi Wisatawan Mojok.co

6 Pantai Tulungagung yang Memukau, tapi Menyimpan Bahaya bagi Wisatawan

3 Juli 2026
Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak Terminal

Setelah Perpusda Bangkalan Madura Punya Gedung Baru, Saya Kira Semua akan Berubah, Ternyata Tidak

6 Juli 2026
Tips Plesir Kala Malam di Jogja Naik GoRide (Unsplash)

Tips Plesir Kala Malam di Jogja Naik GoRide Menikmati Kota Warisan Budaya Tanpa Menjadi Tua di Jalanan

6 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.