Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
1 Juli 2026
A A
Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan Mojok.co

Beratnya Jadi Petugas Sensus, Dicurigai Mau Minta Sumbangan hingga Data yang Tidak Relevan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian sudah didatangi oleh petugas sensus ekonomi?

Pertengahan Juni lalu, pengurus RW menginformasikan akan ada petugas sensus ekonomi yang akan bersilaturahmi ke rumah. Namun, sampai saat ini rumah saya belum juga kedatangan petugas sensus. Mungkin antreannya masih jauh. Maklum, dengar-dengar satu petugas sensus kebagian jatah sekitar 250-400 KK. Wah, lumayan banyak juga, ya.

ADVERTISEMENT

Soal sensus ekonomi ini, beberapa orang merasa kalau momennya kurang pas. Negara sedang tidak baik-baik saja, ehhh… lha kok tiba-tiba warganya ditanya “Punya emas berapa gram?”, “Punya rekening pribadi atau nggak?”, dan banyak pertanyaan lain.

Wajar kalau akhirnya warga jadi curiga. Padahal kalau dirunut sejarahnya, Sensus Ekonomi ini bukan agenda dadakan pemerintah. Sensus Ekonomi memang rutin diselenggarakan tiap 10 tahun sekali, yaitu pada tahun yang diakhiri dengan angka 6.

Melihat bagaimana sensus ekonomi ini ramai dibicarakan di media sosial maupun tongkrongan, saya jadi bernostalgia. Dulu, saya dan beberapa kawan pernah merasakan jadi petugas sensus. Harus diakui, pekerjaan ini tidaklah mudah. Banyak hal-hal tidak terduga di lapangan yang membuat kami harus banyak-banyak istighfar.

Ditolak warga jadi hal yang biasa

Pertama, jelas penolakan. Bagi petugas sensus, penolakan itu sudah jadi sarapan sehari-hari. Gaya penolakan pun beragam. Ada yang pakai cara halus dengan memanfaatkan bocil yang ada di rumah. Si bocil bilang, “Rumah sepi”. Padahal, dari luar terdengar jelas ada suara orang dewasa di dalam rumah.

Ada pula yang mempersilakan kami masuk, tapi ketika ditanya ini dan itu, tidak bersedia menjawab. Yang paling ekstrem adalah yang secara terang-terangan menolak kedatangan kami. Baru juga memperkenalkan diri (bahkan pernah juga belum kenalan sama sekali), pemilik rumah sudah berkacak pinggang menyuruh kami angkat kaki. Mereka marah-marah. Kalau sudah begitu, rasanya ingin pulang ke rumah saja.

Petugas sensus dikira mau minta sumbangan

Hal tidak menyenangkan lain ketika menjadi petugas sensus, dan ini sering sekali terjadi, adalah kami dikira mau minta sumbangan.

Baca Juga:

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

Kurang lebih situasinya begini. Kami masih berdiri di depan rumah selepas memberikan salam. Lalu, tuan rumah muncul dari balik pintu. Ehh, bukannya mempersilakan kami masuk, beliaunya malah langsung berbalik badan sambil kibas tangan. “Maaf’e, Mba. Maaf”

Kalian pasti tahu kan arahnya kemana? Yak. Betul. Kami dikira mau minta-minta sumbangan.

Ya, warga nggak sepenuhnya salah sih. Ketika turun ke lapangan, petugas sensus memang dibekali dengan berbagai macam dokumen dalam map, Id-Card tergantung di leher, dan menyandang tas ransel segede gaban. Jelas warga yang skeptis langsung pasang mode defensif. Mau minta sumbangan nih pasti!

Dikira mau dapat bantuan

Dan, kalau toh ada warga yang menyambut kami dengan baik, bukan berarti segala sesuatunya berakhir happy ending. Justru, keramahan itulah yang jadi masalahnya. Soalnya, tak jarang keramahan yang ditunjukkan warga ini didasari atas kesalahpahaman. 

Banyak warga mengira bahwa pendataan yang kami lakukan ini adalah pendataan untuk pembagian bansos (bantuan sosial) atau pembagian BLT. Alhasil, warga pun menjadi sangat bersemangat menceritakan segala kesusahan hidupnya agar terlihat layak mendapatkan bantuan. Bahkan, ada yang sampai blak-blakan menanyakan kapan bantuan akan mereka terima.

Di sinilah momen paling canggung sekaligus bikin tidak enak hati bagi petugas. Kami harus pelan-pelan menjelaskan bahwa sensus ini murni untuk data statistik negara, bukan buat bagi-bagi sembako atau uang tunai. Seketika, raut wajah mereka dari yang tadinya sumringah berubah asem.

Kami jadi yang nggak enak sendiri. Nggak tahu kenapa. Aneh, memang.

Petugas sensus pusing, data tidak sesuai hingga aplikasi menguras emosi

Nggak enaknya jadi petugas sensus tidak melulu bersumber dari interaksi dengan warga. Data-data yang jadi pegangan kami juga seringkali ngajak gelut. Contoh, ada Kartu Keluarga (KK) warga yang belum diperbarui bertahun-tahun. 

Di atas kertas tertera nama anggota keluarga lengkap, tapi saat didatangi, anaknya sudah merantau, kakeknya sudah meninggal, atau pasangannya sudah bercerai. tapi namanya masih nangkring di satu lembar yang sama. Ketika ditanya kenapa tidak diperbarui, jawaban mereka kalau nggak “ribet” ya “nggak sempet”.

Belum lagi urusan warga kontrak atau kos-kosan yang alamat KTP-nya entah di mana, tapi aktivitas ekonominya ada di wilayah yang kami data. Sebagai petugas, kami dipaksa merapikan benang kusut ini sendirian.

Aplikasi pendukung yang seharusnya jadi alat tempur kami juga terkadang ikut-ikutan menguras emosi. Mendadak freeze atau crash-lah, server pusat yang mendadak down berjamaah, dan lain sebagainya. Sedih banget pokoknya kalau diceritain.

Untungnya, semua itu kini tinggal kenangan. Sudah lama saya tidak lagi ikut-ikutan mendaftar jadi petugas sensus. Sudah nggak boleh juga sama instansi saya saat ini. 

Lain cerita dengan kawan saya. Dia memang absen di rekrutmen petugas Sensus Ekonomi tahun ini karena jadwalnya yang bentrok dengan agenda dia yang lain. Tapi, di lain waktu, dia masih ingin mendaftar sebagai petugas sensus. Nggak ada istilah kapok. Seneng katanya bisa ketemu banyak orang dengan beragam karakter.

Penulis: Dyan Arfiana Ayupuspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Warung Madura Contoh Ideal Menjalankan Toko: Kejujuran, Barang Lengkap, dan Layanan Sat-Set Adalah Kunci.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2026 oleh

Tags: petugas sensuspetugas surveisensussensus ekonomisurvei
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
cincin untuk menikah apalah menikah bikin lebih bahagia BPS

Apakah Menikah Bikin Lebih Bahagia? Mari Lihat Data BPS

6 Oktober 2020
Pengalaman Kerja Sampingan Isi Survei Online, Harus Pintar Pilih-pilih Platform supaya Tidak Zonk Mojok.co

Pengalaman Kerja Sampingan Isi Survei Online, Harus Pintar Pilih-pilih Platform supaya Tidak Zonk

17 Maret 2025
6 Skill yang Wajib Dikuasai oleh Petugas Sensus Terminal Mojok

6 Skill yang Wajib Dikuasai oleh Petugas Sensus

19 Mei 2022
jomblo bahagia

Jomblo Lebih Bahagia, Setidaknya Itu Kata BPS

29 Juni 2019
sensus petugas ditolak data pribadi RT RW mojok

Demi Kepentingan Bersama, Sebaiknya Jangan Menolak Petugas Sensus

26 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.