Es Tebu, Minuman Nostalgia yang Terlupakan di Bulan Ramadan. #TakjilanTerminal42 – Terminal Mojok

Es Tebu, Minuman Nostalgia yang Terlupakan di Bulan Ramadan. #TakjilanTerminal42

Artikel

Saya masih ingat waktu kecil dulu, mengisap sari-sari tebu dari batangnya adalah hal yang menyenangkan selepas pulang sekolah di siang hari. Tekstur batang tebu yang berserat namun mengandung banyak air dengan rasa yang manis jadi salah satu camilan favorit kala itu. Minuman es tebu dulu jadi minuman yang menjamur dan mudah ditemui di mana saja. Terutama saat bulan puasa tiba, hampir tiap dua meter selalu ada penjual es tebu dengan nama berbeda. Biasanya es tebu dijual di gerobak motor dengan mesin penggiling khusus untuk mengeluarkan sari tebu dari batangnya. Minuman tebu juga banyak ditemui karena budi daya tebu sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia, makanya jumlah penjual tebu cukup banyak.

Tahun demi tahun berlalu, tren minuman hits silih berganti mulai dari es kepal Milo, minuman jus mangga yang harganya setara dengan 3 kilogram mangga, thai tea mulai dari yang kental menggoda sampai yang encer tawar, es kopi gula aren dengan berbagai merek, dan yang saat ini sedang ramai minuman dengan boba yang terbuat dari tepung tapioka dan dibentuk bulat seperti biji pepaya. Semenjak penjual minuman boba semakin banyak, sejak saat itu penjual es tebu sangat sulit ditemui. Padahal es tebu adalah minuman yang murah meriah dan segar. Proses pembuatannya pun cukup sederhana sehingga tidak mengurangi kandungan alaminya.

Baca Juga:  Lupakan Viennetta, Jajanan Jaman Dulu Juga tentang Es Mony dan 6 Es Lainnya

Dibandingkan dengan minuman boba, es tebu memiliki sejumlah nutrisi yang terkandung dalam sari-sarinya, yaitu karbohidrat, protein, kalsium, kalium, magnesium, zat besi, dan gula. Kandungan gula alami yang terdapat dalam air tebu dapat menjadi sumber karbohidrat yang baik untuk menambah energi, lho. Apalagi jika diminun ketika buka puasa untuk menambah energi yang bikin kamu jadi lebih bersemangat dalam beraktivitas setelah seharian berpuasa. Air tebu juga terasa segar dan dapat mencegah dehidrasi juga. Selain itu, air tebu mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Tebu juga dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat gula pasir sebagai sumber rasa manis.

Es tebu bisa kamu kombinasikan dengan buah untuk menambah rasanya seperti lemon. Kombinasi antara manisnya air tebu dan asam lemon menjadi kombinasi asam dan manis yang pas dan menyegarkan untuk berbuka. Selain lemon, campuran air tebu dan kelapa juga bisa menjadi salah satu minuman segar penumpas dahaga. Kombinasi unik lainnya adalah air tebu dengan jahe dan kacang. Minuman ini cukup populer loh di Provinsi Riau, dikenal juga dengan nama air tebu nostalgia. Unik, kan?

Namun sayang, minuman tebu kini mulai sulit ditemukan. Padahal jika dibandingkan dari segi harga dengan minuman boba yang sedang hits sekarang ini, es tebu jauh lebih terjangkau. Hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp5 ribu saja kamu sudah bisa menikmati segelas es tebu segar.

Baca Juga:  Mengenang Sinetron ‘Ikhlas’: Tontonan Buka Puasa yang Bikin Penonton Nggak Ikhlas. #TakjilanTerminal13

Es tebu jadi minuman yang saya rindukan saat bulan puasa. Selain alami, minum es tebu saat berbuka puasa juga tidak membuat tenggorokan saya sakit. Rasanya pun manis dan segar dengan aroma yang mirip seperti rumput segar. Saat meminum segelas es tebu, saya jadi teringat ketika saya masih bermain lari-larian di lapangan rumput hijau dekat rumah dengan teman-teman. Di sekitar lapangan rumput itu terdapat pohon tebu yang cukup rimbun dan dulu mudah sekali ditemukan di dekat rumah. Karena terlalu asik bermain, saya dan teman-teman merasa lelah dan kehausan. Akhirnya kami menghilangkan rasa haus dengan memotong satu batang pohon tebu yang kemudian kami bagi untuk dimakan bersama. Saya masih ingat betul rasa sari tebu yang keluar ketika batang tebu itu dikunyah pelan-pelan. Glek, rasanya manis dan segar.

Minuman es tebu juga punya nostalgia tersendiri bagi sebagian orang. Manisnya es tebu seolah membawa kita kembali pada kenangan masa kecil yang terasa manis meskipun dengan hal-hal yang sederhana. Proses pembuatannya yang sederhana dengan cara digiling dan diperas sampai mengeluarkan sari-sarinya yang manis, sama seperti hidup ketika kita harus berjuang terlebih dahulu untuk mendapatkan kebahagiaan dan merasakan manisnya hidup.

Tren minuman mungkin akan terus berkembang setiap tahunnya silih berganti, tapi semoga minuman nostalgia ini selalu ada agar kita tetap dapat mengingat manisnya kenangan masa kecil dengan sederhana lewat segelas es tebu.

Baca Juga:  Genduren atau Kenduri dengan Berkat Mentahan, Kemudahan Sekaligus Kemerosotan

Sumber Gambar: YouTube Kota Tape

BACA JUGA 4 Alasan Buka Bareng Harusnya Ditiadakan Saja. #TakjilanTerminal41 dan tulisan Fanisa Putri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.