Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
21 Februari 2026
A A
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Buka bersama atau bukber seharusnya jadi momen yang menyenangkan. Ramadan identik dengan silaturahmi, saling memaafkan, dan mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang karena kesibukan masing-masing. Tapi entah kenapa, makin ke sini saya justru sering merasa malas setiap kali ada notifikasi undangan bukber di grup WhatsApp.

Bukan karena saya anti kumpul. Bukan juga karena tidak suka teman-teman lama. Hanya saja, ada beberapa hal yang bikin semangat itu tidak lagi sebesar dulu. Dan ini bukan cuma soal ajang pamer “si paling sukses” yang dengan santainya menaruh ID card kantor ternama atau kunci mobil di atas meja seolah itu bagian dari dress code bukber.

ADVERTISEMENT

Ada alasan-alasan lain yang lebih sederhana tapi cukup menguras energi.

Malas OTW bukber, apalagi kalau jauh dan macet

Alasan pertama, tentu saja, perjalanan menuju lokasi. Bukber hampir selalu dijadwalkan menjelang magrib. Artinya, kita harus berangkat sore hari saat jalanan sedang padat-padatnya. Pulang kerja saja sudah melelahkan, ditambah harus menerobos macet demi sampai ke restoran yang katanya “strategis”.

Sering kali lokasi yang dipilih memang dianggap tengah-tengah, tapi tetap saja ada yang merasa kejauhan. Saya termasuk yang sering merasa lokasi bukber itu tidak pernah benar-benar dekat.

Belum lagi urusan parkir. Sampai di tempat, cari parkir susah. Sudah capek di jalan, tambah stres karena muter-muter cari slot kosong. Rasanya energi sudah terkuras bahkan sebelum duduk dan buka puasa.

Kadang saya berpikir, kenapa harus sejauh ini kalau sebenarnya bisa buka puasa dengan tenang di rumah?

BACA JUGA: 3 Alasan Orang Sleman Malas Bukber ke Bantul, Selain Karena Egois dan Jogja Selatan Isinya Gondes

Baca Juga:

Bukber Itu Cuma Akal-akalan Kapitalisme, Kalian Cuma Dibodohi, dan Anehnya, Kalian Nurut!

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Makanannya mahal dan tidak sesuai selera

Ini juga sering terjadi. Tempat bukber biasanya dipilih yang sedang viral atau terlihat estetik di media sosial. Paket Ramadan dibanderol ratusan ribu rupiah per orang. Katanya biar “sekalian momen”.

Tapi jujur saja, tidak semua orang nyaman dengan konsep seperti itu. Saya pribadi lebih suka makanan sederhana tapi benar-benar sesuai selera. Daripada bayar mahal demi suasana dan foto-foto, saya lebih menghargai rasa dan kenyamanan.

Sering kali menu yang dipilih terlalu fancy atau terlalu berat. Kita sudah kenyang minum dan makan takjil, lalu harus menghabiskan menu utama yang porsinya besar. Akhirnya banyak yang tidak habis.

Ironisnya, yang paling dinikmati justru obrolannya, bukan makanannya. Jadi apakah perlu semahal itu?

Baca halaman selanjutnya

PASTI NGARET!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2026 oleh

Tags: buka bersama ramadanbuka puasa bersamaBukberbulan buasabulan ramadan
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Harga Gula Naik, Penjual Kue Pancong di Tegal Ingin Beralih Jadi Tukang Kredit di Bulan Puasa

Harga Gula Naik, Penjual Kue Pancong di Tegal Merana. Ingin Beralih Jadi Tukang Kredit Panci di Bulan Puasa

23 Maret 2024
Kegiatan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Selama Bulan Ramadan Mojok.co

Kegiatan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Selama Ramadan

9 Maret 2025
Betapa Menjengkelkan Orang yang Bangunin Sahur Pakai Sound System dengan Volume Kencang. #TakjilanTerminal21

Betapa Menjengkelkan Orang yang Bangunin Sahur Pakai Sound System dengan Volume Kencang. #TakjilanTerminal21

23 April 2021
6 Nasihat Puasa dari Opah dalam Serial Upin Ipin yang Sangat Relate, Bukan Sekadar Omong Kosong Mojok.co

6 Nasihat Puasa Opah dalam Serial Upin Ipin yang Sangat Relate, Bukan Sekadar Omong Kosong

24 Maret 2024
Indomie Goreng Kebuli: Varian Menyambut Ramadan yang Kurang Mengena di Hati Pelanggan

Indomie Goreng Kebuli: Varian Menyambut Ramadan yang Kurang Mengena di Hati Pelanggan

13 Maret 2024
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.