Informasi
ADVERTISEMENT

Dear Bapak Ibu Dosen, Jangan Menilai Mahasiswa dari Keaktifan Bertanya setelah Presentasi. Mahasiswa Zaman Sekarang Pintar Membodohi, lho

Dear Bapak Ibu Dosen, Jangan Menilai Mahasiswa dari Keaktifan Bertanya setelah Presentasi. Mahasiswa Zaman Sekarang Pintar Membodohi, lho

Mencemari mutu akademis dan moral dosen

Sebenarnya saya nggak masalah dengan kelakuan teman-teman saya itu. Lagi pula sehabis sesi presentasi per kelompok, masih ada sesi penjelasan dari dosen kami yang setelahnya juga membuka kesempatan untuk bertanya.

Tapi masalahnya, mutu akademis yang ada pada sesi tanya jawab akhirnya tercemar. Sesi tanya jawab yang seharusnya berangkat dari orisinalitas pemikiran intelektual, berubah menjadi pembodohan intelektual. Apalagi ditambah dengan pertanyaan dan jawaban yang copas dari Google. Padahal sesi tanya jawab di kelas itu sebenarnya momen melatih intelektual agar ketika di kehidupan nyata kita bisa siap menjawab atau mempertanyakan masalah yang datang secara tiba-tiba.

Selain itu, moral dosen sebagai pendidik pun ikut tercemar. Sang dosen yang biasanya memberi mahasiswa nilai bagus berdasarkan keaktifan bertanya di kelas, jadi tampak—maaf—bodoh karena nggak tahu kalau ternyata memberikan nilai bagus pada mahasiswa yang sudah mencemari mutu akademis.

Sebaiknya jangan menilai mahasiswa berdasarkan keaktifan bertanya setelah presentasi

Saya berharap bapak ibu dosen di luar sana, khususnya dosen di kampus saya, segera berhenti memberikan penilaian berdasarkan keaktifan bertanya mahasiswa setelah presentasi. Tentu saja nggak semua mahasiswa yang aktif bertanya melakukan hal yang saya ceritakan di atas, tapi apakah bapak ibu dosen bisa tahu mana mahasiswa yang memang beneran aktif bertanya atau mahasiswa yang “sengaja aktif” seperti beberapa oknum teman saya?

Kalau memang tahu, syukur alhamdulillah. Tapi kalau nggak, ya siap-siap saja mutu akademis rusak dan moral bapak ibu dosen tercemar gara-gara dibodohi sama mahasiswa yang bodoh.

Atau, kalau tetap mempertahankan penilaian berdasarkan keaktifan bertanya, bapak ibu dosen bisa melakukannya ketika panjenengan selesai menjelaskan materi perkuliahan. Tepatnya setelah panjenengan biasanya bilang, “Oke, silakan kalau ada yang perlu ditanyakan.” Sebab, dengan cara itu, saya yakin nggak mungkin oknum mahasiswa yang bersekongkol tadi akan berani bertanya.

Tapi ya terserah bapak ibu dosen saja, sih. Yang penting, saya sudah memberi tahu bahwa sekalipun ilmu bapak ibu dosen sekalian luas dan sundul langit, ada lho hal-hal “jahat” yang mungkin nggak diketahui. Misalnya ya seperti mahasiswa yang kongkalikong tadi demi bisa mendapat nilai bagus.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Trik Bertanya Ke Dosen biar Nggak Dikira Caper.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2023 oleh .

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.