Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Derita Punya Rambut Beruban sejak Usia Muda

Suzan Lesmana oleh Suzan Lesmana
5 Juni 2021
A A
Derita Punya Rambut Beruban sejak Usia Muda terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai manusia biasa, seiring waktu kita pasti akan menua. Kulit kencang akan mengendur dan keriput. Gigi yang putih, lengkap, dan bagus akan tanggal satu persatu, lama kelamaan jadi ompong. Begitupun rambut yang hitam panjang terurai, lambat laun berubah jadi beruban. Sungguh alamiah, Mylov. Namun, bagaimana kalau masih muda rambut sudah beruban? Tentu akan menjadi cerita pun derita tersendiri bagi yang mengalaminya, termasuk saya.

Sudah sejak usia belasan, rambut saya mulai beruban sehelai dua helai. Saya sendiri kurang tahu penyebab utamanya. Saya hanya menduga ini adalah faktor keturunan lantaran Bapak saya juga sudah beruban sejak usia dua puluhan tahun. Begitu pengakuan blio. Dan saya pun memakai alasan template “sudah turunan” jika ada yang bertanya perihal uban yang menghiasi rambut saya ini, terutama cewek yang saya taksir. “Kok udah ubanan, Aa?“

Kadang kala saya juga menjawab karena gonta-ganti sampo dan minyak rambut sebagai penyebab rambut beruban. Saya menduga hal ini bisa menjadi salah satu penyebabnya karena dulu saya hobi sekali melakukannya. Apalagi saat kuliah dulu. Beli sampo sasetan di warung adalah kebiasaan umum anak kos demi menekan biaya hidup. Mending buat beli makan daripada beli sampo botolan. Eman-eman, Hyung.

Minyak rambut pun macam-macam saya coba. Dari jenis yang bikin rambut berdiri kaku seperti anak punk, hingga yang kelihatan selalu basah pernah saya cobain. Maklum lah memiliki rambut bergelombang bikin rambut saya mengembang nggak karuan jika sudah kering. Akibatnya minyak rambut berjenis pomade, wax, dan gel jadi solusi jitu mengatasi masalah.

Banyak teori yang saya baca tentang penyebab rambut lebih cepat beruban. Dari yang katanya stres, banyak merokok, diet, kurang vitamin B12, jantung, hingga yang lebih ngilmiah seperti gangguan sel penghasil pigmen, sel-sel melanosit dalam folikel rambut rusak, penyakit autoimun seperti Alopecia areata, hormon tiroid nggak normal. Ada pula yang menyebut sebagai penyakit kulit yang bersumber dari saraf emosi hingga menyebabkan kurangnya suplai darah yang mengandung gizi ke rambut. Semua sangat membagongkan dan nggak mashok bagi saya kala masih menjadi mahasiswa jurusan sastra.

Seorang kakak mentor agama Islam di kampus mengetahui keresahan saya. Blio pernah menyarankan agar saya berhenti mencabuti uban, sebab uban tersebut bakal jadi cahaya di hari kiamat nanti. Wuih, sungguh menghibur hati sekali, Mylob. Akhirnya saran blio jadi jawaban template pamungkas saya saat ada yang bertanya lagi soal rambut beruban saya ini.  Mantul, kan?

Pernah suatu waktu, uban sehelai dua helai sempat saya cabut. Pusing rasanya ketika dicabut nggak sampai akarnya. Belakangan saya paham bahwa mencabut uban adalah tindakan yang keliru. Mencabut uban malah merusak kondisi folikel, akar rambut dan saraf-saraf kepala.

Mengutip dari Tribunnews, Ismael Galvan dari Museo Nacional de Ciencias Naturales, Spanyol, menyatakan bahwa mereka yang memiliki uban justru panjang umur dan sehat. Sebab, uban terjadi karena kadar melanin berkurang, berarti orang tersebut hidup sehat. Kata-kata blio saya pikir menjadi template jawaban versi ilmiah saya. Jadi, mulai dari sekarang buat Saudara yang sudah beruban karena menua meski masih muda, jangan membenci dan mencabut uban-uban itu, sebab itu tandanya Saudara hidup normal. Nikmati saja.

Baca Juga:

4 Model Rambut yang Cocok untuk Upin Ipin Versi SD

3 Peraturan Sekolah yang Tidak Masuk Akal dan Seharusnya Musnah

Namun, memang yang namanya sesuatu yang tampak kasat mata seperti uban akan tetap kelihatan juga. Sepintar-pintarnya kita menyimpan uban, akhirnya akan ketahuan juga. Ya iyalah, dari warnanya yang putih keperakan tentu bakal mengilat tertimpa cahaya mentari.

Untuk itulah saya selalu melakukan 2 hal berikut agar uban nggak terlalu kentara terlihat. Pertama, selalu rutin bercukur 2 kali sebulan. Kedua, selalu memakai penutup kepala, yakni topi dan peci. Sebenarnya, mewarnai rambut bisa jadi solusi juga. Akan tetapi, saya pernah mendengar dari ustaz larangan mewarnai rambut menjadi hitam. Ya sudah, saya biarkan uban-uban muncul satu demi satu menemani uban-uban lainnya. Saya anggap saya mulai meninggalkan dunia gelap, hahaha.

BACA JUGA Stop Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud Kalau Nggak Mau Cedera dan tulisan Suzan Lesmana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2021 oleh

Tags: Kecantikan Terminalmencabut ubanrambutubanan
Suzan Lesmana

Suzan Lesmana

Seorang MC yang suka menulis sejak pandemi

ArtikelTerkait

Bedak Harum Sari VS MBK: Mana yang Lebih Cocok untuk Ketekmu? terminal mojok.co

Bedak Harum Sari VS MBK: Mana yang Lebih Cocok untuk Ketekmu?

8 Juli 2021
3 Peraturan Sekolah yang Tidak Masuk Akal dan Seharusnya Musnah

3 Peraturan Sekolah yang Tidak Masuk Akal dan Seharusnya Musnah

15 Oktober 2023
Begini Cara Menyisir Rambut yang Benar biar Nggak Rontok Terminal Mojok

Begini Cara Menyisir Rambut yang Benar biar Nggak Rontok

23 November 2022
Konsentrat Sekali Bilas Adalah Terobosan Terbaik bagi Kaum Cuci Baju Pakai Tangan Seperti Saya terminal mojok

Konsentrat Sekali Bilas Adalah Terobosan Terbaik bagi Kaum Cuci Baju Pakai Tangan Seperti Saya

4 Juli 2021
Begini Perawatan Rambut Keriting dan Rontok yang Benar Terminal Mojok

Begini Perawatan Rambut Keriting dan Rontok yang Benar

9 November 2022
Rinso vs Daia, Detergen Mana yang Ampuh Bersihkan Noda Pakaian_ terminal mojok

Rinso vs Daia, Detergen Mana yang Ampuh Bersihkan Noda Pakaian?

8 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingunkan Pengunjung Mojok.co

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

20 Februari 2026
Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.