Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Derita Guru Cewek di SMK, Susah Bener Ngajar Murid Laki yang Sedang Puber

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
9 April 2020
A A
guru cewek ngeluh ngajar siswa cowok murid cowok puber kasar porno jorok mojok

guru cewek ngeluh ngajar siswa cowok murid cowok puber kasar porno jorok mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Hari itu saya kebagian jatah mengajar di jam terakhir, yaitu saat rasa lapar campur ngantuk berpadu sempurna. Menuju kelas, saya sudah bisa membayangkan “penampakan” dari kelas maupun murid-murid yang akan saya ajar. Oh ya, saya mau ngajar di kelas otomotif di sebuah SMK. Laki-laki semua. Artinya, nanti di sana yang cantik cuma saya.

Saya pun tiba di kelas yang saya tuju.

Tepat seperti dugaan, meja kursi sudah tidak lagi di tempat. Para penghuninya tidur-tiduran di lantai, bahkan ada yang di atas meja. Jadi 3 meja sengaja dideret jadi satu supaya luas. Berasa kaya dipan. Saya sih sudah nggak kaget. Entah kenapa kalau jam terakhir di kelas otomotif, ya kayak begini ini situasinya. Beda kalau di kelas farmasi yang mayoritas siswanya perempuan. Kelasnya bersih, rapi, dan siswanya masih seger dan cantik. Gurunya yang crumut.

Berhubung waktu itu ada yang tidak menyadari kedatangan saya alias masih tidur nyenyak di meja, saya langsung menepuk lengan murid laki-laki itu.

“Bangun…,bangun… ayo, banguuun!” seru saya

Tak ada repons. Saya pun mengulangi. Kali ini lebih keras.

“BANGUN!!!”

Berhasil. Dia terbangun tapi sepertinya masih antara sadar dan tidak sadar.

Baca Juga:

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

“Sudah bangun?” tanya saya, “Sudah bangun belum?”

Yang jawab bukan yang bersangkutan, malah temen sebangkunya.

“Eh, ditanyain tuh! Udah bangun belum?” katanya dengan penekanan di kata bangun. Sontak yang lain cekikikan.

Awalnya saya nggak ngeh kenapa anak-anak mendadak berisik. Saya baru sadar pas ada salah satu anak yang nyeletuk, “Sudah bangun, Bu Guru….” Lagi-lagi dengan nada yang lain di kata bangun.

Astaganaga! Paham saya. Jadi gara-gara itu mereka ketawa.

Akhirnya, hari itu saya dapat pelajaran penting. Hindari kata bangun saat mengajar di kelas full laki-laki karena itu adalah kata yang sangat sensitif bagi mereka; bocah baru sunat kemaren yang sudah terpapar video yang nggak ada dialognya.

Pengalaman lain tentang susahnya mengajar murid laki-laki yang sedang puber ini juga saya alami ketika mengajar Seni Budaya di kelas X Otomotif. Waktu itu materinya tentang alat musik dan cara memainkannya.

“Cara memainkan alat musik itu bermacam-macam. Ada yang dipukul, dipetik, digoyangkan, dan digesekkan….”

Seisi kelas langsung kasak-kusuk, cekikikan nggak jelas. Tuh kan! Padahal apa sih yang salah? Kulintang itu digoyang, biola dari jaman nenek saya cara memainkannya masih tetap digesek. Entah kenapa hal seperti ini bisa lucu sekali buat mereka.

Sungguh memang sesusah itu mengajar murid laki-laki yang sedang dalam masa puber. Kita ngomong bener aja mereka mikirnya jorok, apalagi kalau ngomong yang memang sengaja menjurus ke perkara seksual. Mereka akan senang sekali. Itu sebabnya kalau ngajar di kelas yang muridnya kebanyakan laki-laki, saya hati-hati sekali memilih kata. Guyonan juga seperlunya.

Hal tidak menyenangkan juga pernah dialami oleh salah satu guru pengganti di sekolah saya. Kebetulan  guru pengganti ini fresh graduate, masih muda dan cantik pula. Jadi sasaran iseng murid laki-laki deh. Mulai dari dikirimi surat cinta sampai ada yang dengan kurang ajarnya ngajak ngamar. Gila, pikir saya.

Memang tidak semua murid laki-laki puber itu pikirannya selalu jorok. Yang baik, nurut, dan pintar pun ada. Tapi sebagai seorang guru perempuan yang dituntut harus berdiri di depan puluhan pasang mata laki-laki, kami harus menjaga diri dengan baik. Paling tidak sebelum mengajar harus memeriksa baju dan kerudung dulu. Aman tidak? Jangan sampai ada yang terbuka tapi bukan pikiran, ada yang terlihat tapi bukan bakat, dan ada yang menonjol tapi bukan prestasi. Hih!!!

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA Rahasia di Balik Cewek yang Nggak Suka Ngechat Duluan dan tulisan Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 April 2020 oleh

Tags: gurumengajarmuridsmk
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Ironi Profesi Guru: Mengajar Anak Orang Sampai Pintar, tapi Anak Sendiri Nggak Diperhatikan Mojok.co

Ironi Profesi Guru: Mengajar Anak Orang Sampai Pintar, tapi Anak Sendiri Nggak Diperhatikan

17 Mei 2024
Mempunyai Guru yang Memiliki Passion Mengajar Adalah Sebuah Privilese

Mempunyai Guru yang Memiliki Passion Mengajar Adalah Sebuah Privilese

3 April 2023
sarjana pendidikan guru nasihat kiai mengajar Jangan Jadi Guru Kalau Baperan, kecuali Hatimu Sanggup Legawa PPG

Guru Jangan Ngoyo Ingin Memintarkan Murid, Itu Masalah: Nasihat Kiai Maimun Zubair

7 Mei 2020
Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang Mojok.co

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

22 Januari 2026
4 Alasan Guru Olahraga Jadi Idola para Siswa Terminal Mojok

4 Alasan Guru Olahraga Jadi Idola para Siswa

11 Agustus 2022
Suka dan Duka Menjadi Guru Laki-laki di SD Negeri (Unsplash.com)

Guru Laki-laki di SD Negeri: Banyak Duka, Senang Sewajarnya

16 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.