Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Dear Maba Jurusan Ilmu Politik, Tak Usah Risau Prospek Kerja Setelah Lulus, toh Memang Tidak Ada yang Bisa Diharapkan

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
5 September 2025
A A
Kuliah Jurusan Ilmu Politik Itu Berat, Nggak Semua Orang Kuat: Setelah Lulus Susah Cari Kerja, Masih Harus Memikul Stigma Buruk pula

Kuliah Jurusan Ilmu Politik Itu Berat, Nggak Semua Orang Kuat: Setelah Lulus Susah Cari Kerja, Masih Harus Memikul Stigma Buruk pula (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, saya menerima mention di Instagram dari seorang kolega semasa kuliah. Isinya merujuk pada unggahan akun @pesanunnes, semacam kotak pertanyaan anonim yang sering jadi tempat curhat mahasiswa Unnes. Kebetulan salah satu pengirimnya adalah mahasiswa baru jurusan Ilmu Politik.

Dengan nada yang penuh harapan dan kepolosan khas semester satu, ia bertanya kurang lebih begini:“Kak, prospek kerja Ilmu Politik itu apa ya setelah lulus? Jujur sender overthinking”

Pertanyaan ini sebenarnya wajar. Bahkan sah-sah saja untuk dilontarkan. Toh, setiap orang berhak tahu masa depan dari jurusan kuliah yang sedang ditempuhnya. Tapi masalahnya, untuk pertanyaan satu ini, jawabannya bisa bikin sakit hati kalau disampaikan terlalu jujur. Karena kalau saya boleh jujur, nggak ada yang bisa diharapkan dari prospek kerja di jurusan ini.

Jangankan orang luar. Alumni dan dosennya pun kadang lebih fasih menjelaskan demokrasi elektoral ketimbang menjawab, “Setelah ini kamu mau kerja apa?”

Namun demi menjaga kewarasan kolektif terutama adik-adik maba yang baru belajar memahami negara, kekuasaan, dan distribusi keadilan, saya akan coba jawab pertanyaan itu dengan ringan tapi tetap blaka sutho. Bukan untuk mematahkan semangat, tapi untuk mengatur ekspektasi. Karena urusan hidup, sebagaimana politik, terkadang memang tidak selalu beriringan dengan realitas yang ada.

Pekerjaan nggak harus linier dengan jurusan ilmu politik

Pertama-tama, saya ingin luruskan satu hal: saat ini, mencari pekerjaan terutama yang linier dengan jurusan kuliah itu bukan cuma susah. Tapi bisa dibilang ampun-ampunan. Sumpah, saya nggak bohong. Kalau ada yang bilang gampang, kemungkinan besar dia punya privilege tertentu atau memang hoki luar biasa.

Realitasnya, banyak dari rekan-rekan alumni jurusan ilmu politik atau bahkan dari jurusan lain, harus rela melipir jauh dari keilmuan yang dipelajari semasa masih kuliah.

Saya pun mengalami hal yang serupa. Alih-alih bekerja di ranah pemerintahan, analis kebijakan publik, atau sektor-sektor politik formal lainnya, saya justru memulai karier sebagai agent contact center. Profesi ini tentu jauh dari dunia politik praktis maupun akademik. Bahkan tak pernah terbersit sedikit pun saya akan melakoni pekerjaan ini setelah lulus kuliah.

Baca Juga:

5 Istilah di Jurusan Ilmu Politik yang Kerap Disalahpahami. Sepele sih, tapi Bikin Emosi

4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Politik yang Sudah Terlanjur Dipercaya

Oleh karena itu, kalian para maba tidak perlu terlalu merasa cemas atau terbebani jika nanti setelah lulus ternyata harus bekerja di bidang yang tidak linier dengan jurusan. Faktanya, masih banyak perusahaan yang lebih menghargai keterampilan, etos kerja, dan kemauan untuk belajar, ketimbang sekadar mencocokkan jurusan kuliah dengan posisi yang tersedia. Dunia kerja tidak selalu peduli kamu lulusan apa, selama kamu mampu membuktikan bahwa kamu bisa untuk diandalkan.

Menyadari bahwa jurusan ilmu politik itu bukan sarana mencari pekerjaan

Berbeda dengan lulusan teknik yang biasanya langsung dibutuhkan oleh berbagai sektor industri seperti manufaktur, energi, atau teknologi. Lulusan jurusan Ilmu Politik harus bekerja lebih ekstra untuk menemukan tempat yang tepat mengaplikasikan ilmunya di dunia kerja.

Selama masa kuliah, kita memang dibekali dengan kemampuan analisis, pemahaman tentang struktur kekuasaan, serta cara memahami realitas sosial-politik. Namun, dari seluruh keahlian tersebut, saya yakin tidak ada yang secara otomatis menjamin tersedianya lowongan pekerjaan yang spesifik dan dibutuhkan banyak perekrut kerja setelah kita lulus.

Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa baru yang memilih kuliah di jurusan ilmu politik untuk menyadari bahwa ilmu yang mereka pelajari lebih berfungsi sebagai modal berpikir dan kerangka intelektual, bukan sebagai jaminan dalam mencapai karier tertentu. Kesadaran ini akan sangat membantu dalam menyiapkan mental menghadapi tantangan dunia kerja setelah kampus, yang penuh dengan dinamika dan ketidakpastian.

Fokus kuliah saja, dan selesaikan skripsimu

Pada akhirnya, daripada menghabiskan waktu dan energi hanya untuk terus-menerus mengkhawatirkan prospek kerja yang penuh ketidakpastian bagi lulusan jurusan ilmu politik, tentu akan jauh lebih bijak jika kalian para maba memfokuskan diri pada penguasaan ilmu dan penyelesaian tugas akademik.

Manfaatkan masa kuliah ini untuk membangun jaringan, mengasah kemampuan, dan menuntaskan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Sebab, itulah bekal utama yang akan membantumu menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

Ingatlah, kalian telah memilih jurusan Ilmu Politik, maka sudah selayaknya untuk bertanggung jawab atas keputusan tersebut. Meskipun saat ini negara sedang gonjang-ganjing, justru di sinilah kesempatan bagi kalian untuk menunjukkan bahwa dengan mempelajari ilmu politik ada harapan untuk memperbaiki sistem yang amburadul ini. Semoga ya.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kuliah Jurusan Ilmu Politik Itu Berat, Nggak Semua Orang Kuat: Setelah Lulus Susah Cari Kerja, Masih Harus Memikul Stigma Buruk pula

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2025 oleh

Tags: ilmu politikjurusan ilmu politikkuliah politikprospek kerja ilmu politik
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Susah-susah Kuliah Jurusan Ilmu Politik, Lulus Tetap Jadi “Gelandangan” kalau Tidak Punya Modal dan Ordal Mojok.co

Susah-susah Kuliah Jurusan Ilmu Politik, Lulus Tetap Jadi “Gelandangan” kalau Tidak Punya Modal dan Ordal

8 Agustus 2025
5 Istilah di Jurusan Ilmu Politik yang Kerap Disalahpamahi. Sepele sih, tapi Bikin Emosi Mojok.co

5 Istilah di Jurusan Ilmu Politik yang Kerap Disalahpahami. Sepele sih, tapi Bikin Emosi

15 November 2025
4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Politik yang Sudah Terlanjur Dipercaya Mojok.co

4 Salah Kaprah tentang Jurusan Ilmu Politik yang Sudah Terlanjur Dipercaya

13 November 2025
Jurusan ilmu politik, Hukum Catur Haram dan Kegemaran Menyusahkan Diri dengan Selalu Bertanya “Hukumnya Apa?”

A-Z Jurusan Ilmu Politik: Jurusan yang Dikira Lulusnya Auto Jadi Anggota DPR

26 Mei 2020
5 Pekerjaan yang Dianggap Tidak Sesuai dengan Jurusan Ilmu Politik padahal Sangat Masuk Akal

5 Pekerjaan yang Dianggap Tidak Sesuai dengan Jurusan Ilmu Politik padahal Sangat Masuk Akal

9 Oktober 2025

Menghadapi Anggapan Khalayak Acak soal Jurusan Ilmu Politik

8 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Dosa Jalan Bantul yang Membuat Warga Lokal seperti Saya Sering Apes ketika Melewatinya Mojok.co

Bantul Tidak Butuh Mall untuk Bisa Disebut Beradab dan Maju, Standar Konyol kayak Gitu Wajib Dibuang!

15 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Unik karena Desainnya yang Aneh Mojok.co

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

20 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
4 Alasan Orang Jogja Malas Kulineran di Warung Bakmi Jawa Pak Pele yang Jadi Favorit Wisatawan Mojok.co bakmi jogja gudeg tegal

Kenapa Bakmi Jogja Susah Bertahan di Tegal, tapi Gudeg Bisa?

15 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya
  • Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri
  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.